M. Gasali M
Universitas Islam Indragiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ergonomi Function Deployment Pada Redesign Alat Parut Kelapa Untuk Ibu Rumah Tangga Roberta Zulfhi Surya; Rusdi Badruddin; M. Gasali M
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i2.2678

Abstract

Abstrak. Pemarutan kelapa adalah salah satu pekerjaan dapur yang dihadapi ibu rumah tangga sehari-hari. Produk alat parut kelapa yang sudah beredar di pasaran salah satunya adalah produk pemarut kelapa dengan cara manual menggunakan sistem engkol. Ibu rumah tangga mempunyai keluhan rasa sakit pada bagian anggota tubuh terutama tangan, pinggang dan punggung setelah menggunakan alat parut kelapa yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD), juga mengetahui penurunan muskuloskeletal ibu rumah tangga sebagai pengguna, serta mengetahui perbedaan waktu pemarutan kelapa setelah dilakukan perancangan ulang. Penelitian dilakukan di RT. 001 RW. 005 Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Model penelitian ini menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subjects design) dengan jumlah sampel 12 ibu rumah tangga yang didapat dari perhitungan rumus Colton. Perbaikan rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) didapat dengan membuat matriks House of Ergonomic (HOE) dan penentuan data antropometri. Keluhan muskuloskeletal ibu rumah tangga diketahui dengan membuat lembar kerja kuisioner Nordic Body Map (NBM). Waktu pemarutan kelapa didapat dengan menguji alat parut kelapa sistem engkol antara sebelum dan sesudah perancangan. Hasil penelitian setelah dilakukan perancangan ulang alat parut kelapa sistem engkol menunjukkan bahwa rancangan alat parut kelapa sistem engkol yang berbasis Ergonomic Function Deployment (EFD) adalah memiliki aspek-aspek ergonomi yang lengkap yaitu efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE). Keluhan muskuloskeletal ibu rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0.285 atau 17.39%. Waktu pemarutan kelapa juga lebih cepat 5 menit atau mengalami peningkatan sebesar meningkat 30.10% setelah perancangan ulang alat parut kelapa sistem engkol. Ergonomi Function Deployment On Redesign Coconut Greater For  HousewifeAbstract. Grate the coconut is one of kitchen activity which faces by housewife in daily life. A coconut grater product which is distibuted in market, one of them is manual crank system. Housewife complain that they feel painfull in their body, especially at hand. Waist and back after using available old tool. This research is purposed to improve the design of coconut grater with crank system by ergonomic function deployment (EFD) approach, also to known mosculuskletal reducing of housewife as user and show differention time of grater after redesign done. Research was conducted in RT. 001 RW.005 Tembilahan, Indragiri Hilir District. Research model used treatment by subject design with total sample is 12 housewife which is calculation by Colton Formula. Improvement new coconut grater design with crank system which EFD got by creat the matrix house of ergonomic (HOE) and determination of anthropometry data. Mosculuskletal complain on housewife is measured by making the Nordic Body Map (NBM) Questionnaire work sheet. Time of grated the coconut got by testing coconut grater by crank system on before and after using. Research finding after redesign of coconut grater of crank system shown that design of coconut grater of crank system with EFD and base on ergonomic acpects (effective, confort, savety, healthy and efficient. Mosculuskletal complaint that happend on housewife decrease about 0,285 or 17,39%. Time of grate is also faster around 5 minutes or has imporove 30,1%.
Redesign Handle Wheelbarrow Untuk Mengurangi Keluhan Musculoskeletal Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) di Perkebunan Kelapa Sawit Bagan Jaya Kab. Indragiri Hilir, Riau M. Gasali M; Rizki Juliarman
Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 2 (2015): Volume 8, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v8i2.3008

Abstract

Abstrak. Wheelbarrow adalah salah satu alat angkut material yaitu gerobak sorong, wheelbarrow pada awalnya merupakan alat angkut yang sangat berguna bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pengangkutan hasil perkebunan ataupun juga barang-barang bangunan yang lain sebagainya, jika dilihat dari definisinya wheelbarrow adalah alat angkut yang didorong dengan tangan, memiliki 1 buah roda, dan didorong oleh satu orang operator melalui handle. Sejalan dengan hal tersebut telah banyak pengembangan-pengembangan yang dilakukan terhadap sistem dan metode penunjang untuk mempermudah semua aktivitas tersebut. Salah satunya alat bantu angkut meterial yaitu gerobak sorong (wheelbarrow). Gerobak sorong atau wheelbarrow pada awalnya merupakan alat angkut yang sangat berguna bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pengangkutan hasil perkebunan ataupun juga barang-barang bangunan dan lain sebagainya,  Hasil perhitungan persentil yang dilakukan didapat panjang 29,02 cm dengan pembulatan menjadi 30 cm. jadi, panjang hendle perancangan yang ergonomis berdasarkan antropometri pekerja kebun kelapa sawit adalah sebesar 30 cm, dihitung dari titik las, diameter handle wheelbarrow sebesar 3,03 cm, dan lebar hendle 9,04 cm dengan pembulatan menjadi 9 cm. Hasil penelitian setelah dilakukan perancangan ulang Wheelbarrow yang berbasis Quality Function Deployment (QFD) adalah memiliki aspek-aspek quality, ergonomi yang lengkap yaitu efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE). Keluhan muskuloskeletal karyawan Perkebunan mengalami penurunan sebesar  31,79%. Design Handle Wheelbarrow to Reduce Musculoskeletal Complaints Method Using Quality Function Deployment (QFD) in Oil Palm Plantation Bagan Jaya District, Indragiri Hilir, RiauAbstract. Wheelbarrow is one means of conveyance of material, namely a wheelbarrow, wheelbarrow initially a conveyance which is very useful for people who transport activity plantation crops or also goods buildings, etc., when seen from the definition wheelbarrow is a means of transport that is driven by hand , has 1 piece wheels, and driven by an operator through the handle. In line with this has been a lot of developments done on the system and methods of support to facilitate all those activities. One of these tools is the wheelbarrow transport meterial (wheelbarrow). Handcart or wheelbarrow to haul awalnyamerupakan a very useful tool for people to do activities or also the transportation of farm goods and other buildings, performed percentile calculation result obtained by rounding length of 29.02 cm to 30 cm. so long hendle ergonomic design based anthropometric oil palm plantation workers is 30 cm, calculated from the point of welding, wheelbarrow hendle diameter of 3.03 cm, and width hendle 9, 04 cm with rounding to 9 cm. Results of the study after the redesign Wheelbarrow based Quality Function Deployment (QFD) is to have the aspects of quality, ergonomics complete that is effective, convenient, safe, healthy, and efficient (ENASE). Musculoskeletal complaints plantation employees decreased by 31.79%.