Articles
IDENTIFIKASI MUSCULOSKLETAL DISORDERS (MSDs) PADA AKTIVITAS PEMASANGAN CERUCUK PERKUATAN PONDASI DI DAERAH RAWA GAMBUT
Roberta Zulfhi Surya;
Akbar Alfa
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 1 No 1 (2019): JPS Volume 1 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indraigiri Hilir has a very large peatland. Large peatland is constraint in the development of infrastructure of a region. The problems posed ini the field of contruction is the amount of land degradation and low soil carrying capacity. Therefore, an alternative to the soil reinforcement is required by using the cerucuk timber to increase the carrying capacity of the foundation and soil reinforcement. This research was conducted to determine Musculoskletal Disorders (MSDs) in instalation of piles (the cerucuk timber) using Nordic Body Map Questionnaire. NBM happers due to these 28 body parts are ini direct contact with the activities. The primary cause of MSDs is unnatural working attitude and exessive mucle tension began from design of a working system that is designed not ini accordance with the workers’ limitation
KAJIAN KENDALA PEMBUATAN PETA UNTUK PERDA RTRW (STUDI KASUS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR)
Rezky Kinanda;
Roberta Zulfhi Surya
JURNAL PLANOLOGI DAN SIPIL (JPS) Vol 2 No 2 (2020): JPS Volume 2 Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Peta adalah aspek yang sangat penting dan vital dalam sebuah perda rencana tata ruang, tidak terkecuali RTRW. Peran peta di dalam perda rencana tata ruang mencakup semua fungsi tata ruang yaitu perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, pengendalian, serta perijinan untuk proses pengajuan perijinan. Di dalam banyak kasus pembuatan peta yang terhambat akan menghambat penyusunan rencana tata ruang. Permasalahan ini lah yang terjadi pada proses penyusunan Perda RTRW Kabupaten Indragiri Hilir. Baik dalam hal teknik maupun dan teknis dalam pembuatan peta. Penelitian ini akan mengidentifikasi kendala pembuatan peta untuk Perda RTRW dengan studi kasus Kabupaten Indragiri Hilir. Kendala ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk bisa menjadikannya sebagai landasan mencegah permasalahan dan menyusus strategi apabila telah terjadi kendala ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan dasar pertimbangan bahwa kendala yang terjadi bersifat sosial dan dinamis dikarenakan proses teknis harus melewati proses identifikasi awal terlebih dahulu untuk setelahnya jika ditemukan kendala yang sangat teknis barulah ada penelitian lanjutan dengan metode khusus. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kendala yang terjadi adalah kendala teknis dan non teknis. akan tetapi berdasarkan wawancara dan analisis mendalam disimpulkan bahwa kendala teknis merupakan turunan dari kendala non teknis. kendala teknisnya adalah pada tahap pengumpulan data yang di dalamnya ada kegiatan digitasi, pengumpulan data lainnya, survey, dan konsultasi ke pusat. Sedangkan kendalan non teknis adalah pendanaan yang lamban dan terjadi tabrakan kepentingan antar sektor yang menginginkan sektor mereka menjadi prioritas.
PENERAPAN TEKNIK STIMULUS MUTILASI DALAM BUDIDAYA KEPITING SOKA (SOFT-SHELLED CRABS) DI DESA PULAU CAWAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Syaiful Ramadhan Harahap;
Dwi Sushanty;
Yoyon Riono;
Roberta Zulfhi Surya
MINDA BAHARU Vol 3, No 2 (2019): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (773.64 KB)
|
DOI: 10.33373/jmb.v3i2.2024
Desa Pulau Cawan berada di Kabupaten Indragiri Hilir yang terkenal sebagai daerah penghasil Kepiting Bakau (Scylla serrate Forskal.). Peningkatan permintaan pasar yang diikuti dengan meningkatnya nilai ekonomis Kepiting Bakau mendorong masyarakat melakukan eksploitasi secara berlebihan sehingga dikhawatirkan akan mengancam kelestariannya. Solusi yang dapat dikembangkan adalah dengan cara budidaya Kepiting Soka. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kondisi ekologi dan keberlanjutan kepiting bakau di alam dengan pendekatan penerapan iptek terkait budidaya kepiting soka. Kegiatan budidaya kepiting soka merupakan salah satu upaya berkelanjutan agar proses recruitment alamiah kepiting bakau dapat terus berlangsung. Penerapan iptek yang dilakukan adalah teknik stimulus mutilasi organ pada budidaya kepiting soka untuk mempercepat proses moulting dan meminimalisir biaya produksi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan, diskusi dan praktek secara langsung untuk menggali informasi tentang tingkat pengetahuan masyarakat terkait kondisi ekologi dan kelestarian kepiting bakau serta memberikan keterampilan teknis budidaya kepiting soka sebagai alternatif ekonomi yang dapat dikembangkan. Serangkaian kegiatan penyuluhan dan praktek teknis budidaya kepiting soka di respon positif oleh masyarakat nelayan Desa Pulau Cawan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui kegiatan pengabdian ini merupakan upaya berkelanjutan untuk tetap menjaga kelestarian kepiting bakau di alam serta dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di Desa Pulau Cawan.
PENGGUNAAN DATA ANTROPOMETRI DALAM EVALUASI ERGONOMI PADA TEMPAT DUDUK PENUMPANG SPEED BOAT RUTE TEMBILAHAN - KUALA ENOK KAB. INDRAGIRI HILIR RIAU
Roberta Zulfhi Surya;
Siti Wardah;
Hikmatul Hasanah
Industrial Engineering Journal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53912/iejm.v2i1.20
Transportasi air adalah transportasi satu-satunya yang dapat digunakan menuju ke pulau-pulaudan pesisir yang ada di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 5000 pulau, jarang sekali ada transportasidarat dan udara untuk menuju ke daerah tersebut. Kota Tembilahan adalah pintu untuk menuju Singaporadan Malaysia serta daerah pesisir Provinsi Riau, Provinsi Jambi serta menuju pulau-pulau yang ada diProvinsi Kepulauan Riau. Salah satu jalur yang paling ramai adalah rute Tembilahan – Kuala Enok. Namun,tempat duduk penumpang speed boat rute Tembilahan – Kuala Enok belum dirancang berdasarkanpertimbangan ergonomi sehingga menimbulkan keluhan subjektif dan ketidaknyamanan penumpang.Penelitian ini melakukan evaluasi ergonomi terhadap tempat duduk penumpang speed boat ruteTembilahan – Kuala Enok. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai penumpang speed boatterhadap keluhan-keluhan yang mereka alami ketika berkendara dan setelah berkendara. Dari penelitian inidapat disimpulkan Speed boat rute Tembilahan – Kuala Enok tidak ergonomis atau tidak memperhatikanaspek kenyamanan penumpang.
ERGONOMI KOGNITIF PADA BALIHO KAMPANYE PEMILU 2019 DI PERSIMPANGAN STRATEGIS DI KOTA TALUK KUANTAN
Roberta Zulfhi Surya;
Gerhana Adjie
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2019): Mei
Publisher : Research Center University of Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jutin.v2i1.263
Cognitive ergonomic is the ability of humans to receive information determined by the five senses. The eye is one of the senses that receives the most information. The information obtained is in the form of visual information that can be obtained through displays originating from various sources, then from that information humans take a decision. The current era of reform is that everyone has the same right to be elected as a representative of the people. During the campaign period in all media decorated with advertisements from prospective representatives who fought to gain people's sympathy, one of the most widely used media campaigns was billboards. Billboards are one of the mainstay media in advertising, both products and social service advertisements. Based on this study, it was found that many 2019 election campaign billboards that were made with art considerations were not considerations of readers' comfort which resulted in the non-delivery of information on billboards. Respondents are required to be over 17 years old, have a minimum education of junior high school (high school) in order to know the intentions and goals of billboards for candidates and increase public participation in supporting the success of the 2019 elections. Using 7 questions that have passed the validity test and reliability test , the average rating of respondents is 2.006 in the assessment range 1 to 4, illustrating that most of the billboard campaign designs for the 2019 Election in Taluk Kuantan City have not met ergonomic rules so that the public considers billboards to be less attractive, unsafe and polluting the landscape.
ANALISA STRATEGI DAN SINKRONISASI CSR DENGAN PROGRAM PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Hasbi Zaidi;
Roberta Zulfhi Surya;
Juslan -
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 2 No 1 (2016): Vol. 2 No. 1, April 2016
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47521/selodangmayang.v2i1.13
Prinsip Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Sosial Responsibility (CSR)merupakan komitmen perusahaan atau dunia usaha untuk berkontribusi dalampembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbanganantara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kajian ini menggunakananalisa kualitatif untuk melihat sinkronisasi program CSR dengan program pemerintah,sedangkan formulasi strategi pengelolaan CSR menggunakan analisa Strength – Weaknesses– Opportunities - Threat(SWOT). Sampel dalam kajian ini adalah stakeholder CSR di IndragiriHilir meliputi Pemerintah, Perusahaan, Akademisi serta Masyarakat. Jika dilihat darisinkronisasi program CSR, sudah banyak ditemukan kesamaan visi dan program antarapemerintah dengan perusahaan. Jika melihat kekuatan dan peluang (Strategi S-O) makadiperoleh strategi Sinkronisasi Program CSR dengan Rencana Pembangunan JangkaMenengah atau RPJMD. Strategi W-O yaitu Penguataan koordinasi antar stakeholder danmemasukkan unsur akademisi dan masyarakat dalam forum koordinasi. Strategi S-TKonsolidasi, integrasi, sinkronisasi regulasi, Penguatan Forum Koordinasi untuk fungsikontroling, Penegakan regulasi, Pemanfaatan teknologi informasi serta penguatan peraturanpada perusahaan berstatus cabang. Sedangkan strategi W-T dengan menjalankanMemperketat pengawasan, Intersifitas komunikasi antar pemerintah dan Perusahaan,Pemanfaatan teknologi informatika seperti jaringan internet untuk memudahkan pengirimanberkas dan laporan CSR serta Sosialisasi dan diseminasi kepada lembaga untuk memperkuatfungsi dan tugasnya.
PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SELAIN APBN/APBD DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
administrator admin;
Roberta Zulfhi Surya
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 2 No 3 (2016): Vol. 2 No. 3, Desember 2016
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47521/selodangmayang.v2i3.40
Ketersediaan infrastruktur adalah faktor utama penggerak perekonomian, sehingga dengan rendahnyatingkat investasi untuk penyediaan infrastruktur akan sangat berdampak negatif pada pertumbuhanekonomi suatu wilayah. Tantangan utama yang dihadapi adalah funding gaps antara kebutuhan investasiinfrastruktur dengan relatif terbatasnya kemampuan keuangan negara untuk memenuhi kebutuhantersebut. Pemberlakuan sistem otonomi daerah dengan dasar Undang Undang (UU) Nomor 32 tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah telah mendelegasikan beberapa kewenangan Pemerintah Pusatkepada Pemerintah Daerah (Pemda), salah satu diantaranya adalah sektor transportasi. Hal tersebutmenjadikan Pemda (Propinsi dan Kabupaten/Kota) memegang peranan sangat penting dalammewujudkan ketersediaan infrastruktur transportasi yang dapat mendukung aktivitas transportasidaerah dan terintegrasi dalam sebuah sistem transportasi nasional (SISTRANAS), dan konsep PublicPrivate Partnership (PPP) merupakan alternatif strategi pembiayaan yang dapat diterapkan selain dariAPBN dan APBD. beberapa infrastruktur dapat dikelola dengan model PPP, adapun infrastruktur Kab.Inhil yang dapat dikelola dengan PPP adalah Pelabuhan laut dan sungai; Jalan dan Jembatan;Pembuangan Sampah Padat; Ketenagalistrikan; Penyediaan air minum. Sedangkan infrastruktur Kab.Inhil yang tidak berpotensi dikelola dengan PPP adalah Bandar udara; Jalan Kereta Api; Penyediaan airbaku dan sistem irigasi; Penampungan Air Limbah; Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Minyakdan Gas.
PEMETAAN KESELARASAN INDIKATOR TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN /SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (TPB/SDGs) PADA RENCANA PEMBANGUNAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Roberta Zulfhi Surya
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 4 No 1 (2018): Volume 4, Nomor 1, April 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47521/selodangmayang.v4i1.84
This SDGs Data Mapping exercise helps us to estimate readiness of Indragiri Hilir in applying proposed SDGs indicators to measure SDGs targets; for which indicator data improvement is required and where the data gaps exist. SDGs consist of 17 goals, 169 targets and 241 Indicators. In order to be able to measure the achievements of the SDGs targets, set of indicators are required and data needs to be available to apply those indicators. The exercise was conducted through desk review method by mapping for each SDGs Target existing relevant indicators used or proposed in the local documents: Indragiri Hilir Medium- Term Development Plan 2013-2018 (RPJMD) and others relevant documents as required. The indicators mapping then followed by data mapping for each indicator based on the availabity and quality of data from Statistics Agency (BPS) and line Agencies. The indicators mapping showed 16 goals, 46 targets dan 67 Indicators relevant.
ANALISA KESELARASAN SDGs DENGAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA SERESAM DI DESA SERESAM DI KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Roberta Zulfhi Surya
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 5 No Nomor 2 (2019): Volume 5, Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47521/selodangmayang.v5iNomor 2.130
Ministry of National Development Planning launched Voluntary National Report to support SDGs acceleration achievement. Therefore, SDGs Secretariat of Riau Province to do SDGs best practices survey to 12 district/city that facilitated by Development Plannig Agency at 12 district/city. This research was condusted by the survey and desk review method. The survey was conducted to collect data and information. Analysis result of alignment between national SDGs indicators and the Village Development Program conduct with desk review method. Base on analysis, Seresam village have successful to implementing SDGs at village level.
BRAINSTORMING BUSINESS MODEL CANVAS PADA FORMULASI STRATEGI “RABUK DIYANG” SEBAGAI PRODUK KHAS KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
Roberta Zulfhi Surya;
Rosliana Rosliana
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 1 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i1.141
This research uses integrating brainstorming method and Business Model Canvas, model is done with brainstorming method. The Canvas Business Model covers nine blocks, Customer Relationships, Key Partners, Value Propositions, Customer Segments, and cash flow, key resources (key resources), key activities (key activities) and cost structures (cost structures). The result of the research shows strategy with Business Model Canvas can effectively and efficiently in determining Rabuk Diang Empowerment Group strategy