Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Nilai Gizi Masakan Daging Khas Aceh (Sie Reuboh) Berdasarkan Variasi Penambahan Lemak Sapi dan Cuka Aren Novia Mehra Erfiza; Dian Hasni; Ulva Syahrina
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.302 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.10202

Abstract

Sie reuboh merupakan olahan daging yang diolah secara tradisional dengan merebus daging menggunakan garam, asam cuka, lemak, dan beberapa jenis rempah-rempah. Perubahan selera dan pola konsumsi masyarakat Aceh menyebabkan formulasi sie reuboh menjadi bervariasi. Keanekaragaman formulasi menyebabkan takaran dan jenis bahan yang digunakan dalam pengolahan sie reuboh ikut bervariasi terutama lemak sapi dan cuka aren. Variasi takaran penambahan lemak sapi dan cuka aren dapat mempengaruhi komposisi nilai gizi sie reuboh. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait tentang penelitian dari pengaruh penambahan lemak dan cuka aren terhadap nilai gizi dari sie reuboh sehingga didapatkan standar formulasi sie reuboh yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua factor, jumlah lemak yang ditambahkan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (L1), 25% (L2) dan 50% (L3) dari jumlah daging sapi, dan  jumlah cuka aren yang ditambahkan yang terdiri dari dua taraf yaitu 2,5% (C1) dan 5% (C2) dari jumlah daging sapi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut BNT dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dengan metode Kjeldahl, dan kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat by difference dan total kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan lemak sapi hingga 50% dapat mempertahankan kadar air sie reuboh yang dihasilkan. Kemudian penambahan cuka 2,5% dan 5% dapat meningkatkan kadar protein yang terkandung di dalam sie reuboh, sedangkan penambahan cuka aren hingga 5% dapat menurunkan kadar lemak di dalam sie reuboh jika dibandingkan dengan penambahan 2,5%.  Sie reuboh yang dihasilkan dari penelitian ini mempunyai komposisi nilai gizi yang terdiri atas 52,62% air, 3.14% mineral, 24,50% protein, 14,67% lemak dan 4.95% karbohidrat. Kemudian setiap 100 g sie reuboh hasil penelitian ini mengandung 249.81 kkal.
Evaluasi Potensi Antioksidan Oleoresin Daun Kari dalam Emulsi Minyak Nabati setelah Pemanasan Darmawati Darmawati; Novi Safriani; Novia Mehra Erfiza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.435 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.1249

Abstract

Abstrak. Oleoresin daun kari mengandung senyawa polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan lamanya pemanasan terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari di dalam emulsi minyak jagung dan stabilitas minyak jagung terhadap pemanasan yang dilihat dari spektra FTIR. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu suhu pemanasan (T) dan lama pemanasan (W). Suhu pemanasan (T) terdiri dari 3 taraf, yaitu: T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC. Lama pemanasan (W) terdiri dari 4 taraf yaitu: W1=15 menit, W2=30 menit, W3=45 menit dan W4=60 menit. Perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang dianalisis yaitu kandungan total fenol dan identifikasi gugus fungsi dengan metode FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pemanasan dan lama pemanasan berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap kandungan total fenol oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung. Semakin tinggi suhu pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 120oC ke 180oC, nilai total fenol menurun dari 0,157 menjadi 0,124 mg GAE/ml sampel. Semakin lama pemanasan, kandungan total fenol semakin menurun yaitu dari 15 menit ke 60 menit, nilai total fenol menurun dari 0,171 menjadi 0,112 mgGAE/ml sampel. Penambahan oleoresin daun kari dalam emulsi minyak jagung dapat mempengaruhi laju oksidasi asam lemak tidak jenuh, terlihat dari puncak pada panjang gelombang 3007 cm-1 yang mempunyai intensitas berbeda. Abstract. Curry leaves oleoresin contains polyphenol compounds as an antioxidant. The purpose of this study was to determine the effect of heating temperature and time on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in the corn oil emulsion and the stability of corn oil after heating that could be seen from FTIR spectra. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisted of two factors. The first factor was heating temperature (T1=120oC, T2=150oC, T3=180oC). The second factor was heating time (W1=15 minutes, W2=30 minutes, W3=45 minutes and W4=60 minutes). The treatment was repeated 3 times. The analyzed parameters were total phenol content and identification of organic compounds with the FTIR. The results showed that the heating temperature and time had significant effects (P ≤ 0.01) on the total phenolic content of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion. As the heating temperature increased, the total phenol content decreased. From 120oC to 180oC, the total phenols decreased from 0.157 to 0.124 mgGAE / ml sample. As heating time increased, the total phenol content decreased. From 15 minutes to 60 minutes, the total phenol decreased from 0.171 to 0.112 mgGAE/ml sample. The addition of curry leaves oleoresin in corn oil emulsion affected the rate of unsaturated fatty acids oxidation. It can be seen from the peak at a wavelength of 3007 cm-1 which had a different intensity.