Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMETAAN POTENSI SEKOLAH INKLUSIF BERBASIS WELCOMING SCHOOLS UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDN LUAR BIASA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Khausar Khausar
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Bina Gogik: jurnal ilmiah pendidikan guru sekolah dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.468 KB)

Abstract

Peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh 10 tahun silam telah menimbulkan berbagai dampak. Salah satunya adalah di dunia pendidikan, yaitu bertambahnya jumlah murid dengan status anak berkebutuhan khusus (ABK). Padahal sampai saat ini keberadaan sekolah yang mengakomodasi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Aceh Barat Daya masih sangat kurang. Padahal hak anak didik masih banyak yang belum terpenuhi, apalagi anak yang berstatus sebagai anak ABK. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi sekolah yang dapat dijadikan sebagai pelaksana sekolah inklusif yang berbasis welcoming school untuk semua anak di Kabupaten Aceh Barat Daya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil populasi semua sekolah dasar di Kabupaten Aceh Barat Daya. Kemudian diambil sampel satu sekolah yang merepresentasikan jumlah sekolah di Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesan kurang siap pihak sekolah dan pemerintah dalam pelaksanaan sekolah inklusif bagi ABK di Kabupaten Abdya. Berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan, bukan berarti pelaksanaan pendidikan inklusif tidak dapat diaplikasikan. Dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif perlu adanya sistem dukungan. Sistem dukungan tersebut dapat berupa dukungan dalam bentuk regulasi atau kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang jelas mengenai pendidikan inklusif. Sebagai upaya untuk mengembangkan Pendidikan Inklusif di Kabupaten Aceh Barat Daya, diperlukan sinergitas berbagai komponen masyarakat, para ahli, dan ketersediaan fasilitas yang mendukung akselerasi atau percepatan program Pendidikan Inklusif. Oleh karena itu, pembentukan kelompok kerja Pengembangan Pendidikan Inklusif di Kabupaten Abdya menjadi sangat penting sebagai forum advokasi dan penggerak percepatan Pendidikan Inklusif di Kabupaten Abdya.
Analisis Hambatan Pembelajaran Biologi Materi Jaringan Tumbuhan Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Di SMA Evi Susilawati; Khausar Khausar; Rufa Hera
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2020)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.726 KB) | DOI: 10.51276/edu.v1i3.48

Abstract

Abstract: This study aims to determine: 1) barriers to learning biology of plant tissue material in the implementation of 2013 class XI curriculum at SMA Negeri 1 Meureubo; 2) factors inhibiting the learning of plant tissue biology in the implementation of the 2013 XI class curriculum at SMA Negeri 1 Meureubo. This research uses qualitative. From the results of the study, there are obstacles faced by class XI teachers of SMA Negeri 1 Meureubo in the learning process of plant tissue biology in the implementation of the 2013 curriculum, which are the availability of books and supporting infrastructure which are inadequate, too short training, limited use of media, and assessment is so difficult and requires a lot of time. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hambatan pembelajaran biologi materi jaringan tumbuhan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Meureubo; 2) faktor-faktor hambatan pembelajaran biologi materi jaringan tumbuhan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 kelas XI SMA Negeri 1 Meureubo. Penelitian ini menggunakan kualitatif. Dari hasil penelitian maka terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi guru kelas XI SMA Negeri 1 Meureubo dalam proses pembelajaran biologi materi jaringan tumbuhan pada pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah ketersediaan buku dan sarana prasarana pendukung yang kurang memadai, pelatihan yang terlalu singkat, penggunaan media yang terbatas, serta penilaian yang begitu sulit serta membutuhkan waktu yang banyak.
PARTISIPASI KOMITE SEKOLAH DALAM MENGAWASI MUTU PENDIDIKAN Khausar Khausar; Samsul Anwar
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v14i2.571

Abstract

Partisipasi komite sekolah dalam mengawasi mutu pendidikan sudah berjalan dengan baik, diharapkan mampu menjadi mitra dalam upaya mencari alternatif pemecahan masalah di sekolah agar mampu mendongkrak proses pembelajaran yang didukung oleh pengelolaan kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki perilaku manajerial organisasi untuk meningkatkan kinerja sekolah. Upaya tersebut antara lain pemerintah membentuk komite sekolah, dengan tujuan utama ikut meningkatkan tanggung jawab dan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu pendidikan, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan, memberikan pertimbangan, arahan, dukungan dan pengawasan ditingkat sekolah. Komite sekolah dalam melaksanakan tugasnya ada kesamaan visi dan misi, komunikasi dan koordinasi yang baik, saling keterbukaan, adanya kerja sama yang baik.