Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesenian Arsitektur Islam: Alun-alun Kabupaten Gresik Pasca Renovasi Abdul Wafi; Farida Novita Rahmah; Fadlilah Novia Rahmah
SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.511 KB) | DOI: 10.15642/suluk.2020.2.1.37-43

Abstract

This study aims to determine the Islamic art architecture used in the Gresik Square building after renovation in 2016. This study uses qualitative research methods based on literature studies and field studies. Literature studies in this study use a journal reference written by Fikriani, Aulia (2010) entitled “Arsitektur Islam: Seni Ruang dalam Peradaban Islam” and a thesis written by Azzahra, Nofianda Fatimah (2018) entitled Konflik Pemanfaatan Ruang Publik Kota. Furthermore, the field data sources in this study uses (1) Interviews obtained from the speaker, Mr. Kris Aji, as historian and cultural observer of Gresik, (2) Observation, and (3) Documentation of the Gresik Square building after renovation. The results of this study are the Islamic architectural art used in the Gresik Square building after renovation including (1) Transfiguration of the hallway structure on the ground floor, (2) Transfiguration or ambiguity of function in open spaces decorated with date palm trees, and (3) Ornamentation with Islamic feature and style used on the second floor of the Gresik Square building fences. Overall, it can be seen that, the Gresik Square building after renovation using Islamic art architecture is used as an affirmation of Gresik's identity as an Islamic city or santri city.
Alat Pengering Kerupuk untuk Meningkatkan Usaha Kecil Industri Rumah Tangga di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Unung Lesmanah; M. Jasa Afroni; Abdul Wafi
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2021.v5i2.2191

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mencarikan solusi bagi permasalahan mitra yang mengalami kesulitan untuk mengeringkan kerupuk puli dalam kondisi cuaca mendung / hujan. Oven pengering yang dirancang oleh team pelaksana kegiatan dapat membantu proses pengeringan dalam kondisi sinar matahari yang yang kurang mendukung pengeringan yang optimal. Dengan menggunakan oven pengering, produktivitas kerupuk puli selama cuaca mendung atau hujan meningkat sekitar 200 % dibandingkan dengan produksi kerupuk tanpa menggunakan oven. Oven hasil rancangan ini menggunakan bahan bakar gas dengan teknologi yang cukup sederhana sehingga mudah dioperasikan oleh mitra.Kerupuk; Oven pengering; Produktivitas
NIKAH MUT’AH STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-MIZAN DAN TAFSIR AL-TAHRIR WA AL-TANWIR Abdul Wafi
Jurnal Hikmatina Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Ahwal Syakhsyiyyah
Publisher : Prodi Ahwal syakhshiyyah Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.691 KB)

Abstract

Pernikahan adalah suatu ikatan yang dapat menjalin antara antara dua pihak laki-laki dan perempuan untuk menjalin ikatan yang sangat mulia sebagai tujuan utama agar menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, sebagaimana yang dianjurkan dalam Islam. Dengan tujuan pernikahan bisa menjadi jalan sebagai pintu perjalanan berumah tangga yang dapat dijadikan sebagai pelindung satu sama lain. Nikah mut’ah adalah suatu pernikahan yang yang dibatasi dengan waktu tertentu, setelah waktu yang ditentukan habis maka otomatis akadnya berakhir tanpa harus ada perkataan talak dari pihak suami dan kedua belah pihak tidak saling mewarisi. Dan bagaimana pendapat ulama’ mengenai nikah mut’ah ini, apakah ada dalil yang membolehkan ataupun yang mengharamkan status dari nikah mut’ah tersebuat. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kilas balik nikah mut’ah dari perspektif ulama.1) Pandangan Thaba’thaba’i dan Ibn Asyur tentang nikah mut’ah? 2) Bagaimana perbandingan antar kedua penafsir tersebut tentang nikah mut’ah?Kata Kunci: Nikah Mut’ah, Tafsir al-Mizan, Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir
Shopee PayLater in the Perspective of ‘Urf: An Islamic Law Analysis of Indonesian Consumerism Daryl Aufaa Dhorif Ahmad; Abdul Wafi
NALAR Vol 10 No 1 (2026): Islam in the Contemporary Sphere: Digitalization, Education, and Local Tradition
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Islamic University of Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/njppi.v10i1.11321

Abstract

The development of the digital economy in Indonesia has encouraged the emergence of Buy Now Pay Later (BNPL) services such as Shopee PayLater, which contribute to changes in urban consumption patterns toward more instant and consumptive behavior. This phenomenon raises questions regarding the position of such practices within the perspective of ‘urf and their conformity with the principles of fiqh muamalah. This study aims to analyze Shopee PayLater as a manifestation of consumptive ‘urf in Indonesian urban society and to assess its conformity with the principles of ‘urf in Islamic law, particularly concerning the presence of hidden riba elements in interest charges and late payment penalties. The method employed in this study is library research using a normative-juridical approach through the analysis of Islamic legal sources, including the Qur’an (QS. Al-Baqarah: 275–279), Fatwa of the National Sharia Council Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) No. 116/DSN MUI/IX/2017, regulations issued by the Financial Services Authority (OJK), and relevant scholarly literature. The data were analyzed descriptively and qualitatively using the maqashid sharia approach and fiqhiyyah legal maxims. The results indicate that Shopee PayLater represents a new form of consumptive ‘urf that encourages impulsive and hedonistic purchasing behavior among urban communities. However, from the perspective of fiqh muamalah, this practice does not align with the principles of ‘urf shahih because it contains hidden riba elements in the form of interest of 2.95% and late payment penalties of 5%, thus it is more appropriately categorized as ‘urf fasid. This study recommends the reconstruction of BNPL contracts based on sharia principles as an alternative digital financing model that is more equitable and aligned with Islamic legal values.