Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAMIC BANKING FINANCING AND ECONOMIC GROWTH: AN EMPIRICAL STUDY FROM INDONESIA Muhammad Iryanto; Fathy Inat; Fadly S
Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam Vol 5, No 2 (2020): December
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tjebi.v5i2.1316

Abstract

This research studies the relationship between Islamic bank financing and Indonesia's economic growth from 2017:1 to 2019:12. The analytical approach used is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) model, which can show the dynamics of short and long terms relationships. Also using the Granger causality test to study the relationship of causality between research variables. ARDL estimation results show the independent variable: Total Financing (TF), Mudharabah (PLS), and Murabahah (PMH)  are proven to have long-term co-integration or in the long term move together in influencing Indonesia's economic growth (GDP). These three variables also have a dynamic short-term relationship with an adjustment speed of 52.47 percent per month. Furthermore, the Granger causality test results indicate that a supply-following relationship, economic growth affect the financing of Islamic banks in Indonesia. The vital record from this research is Islamic Banking intermediation empirically contributes directly to create economic growth justly, even though it still in a limited section. 
PENDAMPINGAN MEDIA DIGITAL UNTUK MEMAKSIMALKAN PEMASARAN ONLINE (DIGITAL MARKETING) PADA UMKM KABUPATEN PULAU MOROTAI Sudin Yamani; Cici Aryansi Quilim; Rahyuni Rahayu; Fathy Inat
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3504-3509

Abstract

Tujuan dari pemasaran digital adalah untuk secara cepat menarik perhatian konsumen dan calon konsumen. Pendekatan bisnis yang tidak berhasil akan menyebabkan kerugian bagi para pelaku usaha. Ini menjadi tantangan signifikan bagi para pelaku UMKM yang masih mengandalkan penjualan melalui toko fisik. Dampak dari revolusi industri 4.0 tentunya akan memiliki dampak besar pada UMKM yang belum mengadopsi teknologi. UMKM yang masih bergantung pada penjualan konvensional akan berada dalam risiko tersingkir oleh perkembangan e-commerce yang aktif dalam menarik pelanggan untuk berbelanja secara online, terutama di tengah pandemi seperti yang sedang terjadi saat ini. Pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai telah mengalokasikan sebagian anggarannya untuk mendukung pengembangan pelaku UMKM. Harapannya, langkah ini akan mendorong para pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas mereka di masa depan dan pada gilirannya, perekonomian di daerah setempat akan dapat berkembang dengan baik.