Sarah Stefani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KHOTBAH EKSPOSISI NARASI YANG KREATIF DAN KONTEKSTUAL BAGI ANAK-ANAK GENERASI Z USIA 5-6 TAHUN Kezia Yemima; Sarah Stefani
Jurnal STT Gamaliel Vol 1, No 2
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.941 KB) | DOI: 10.38052/gamaliel.v1i2.41

Abstract

Gereja memiliki tugas untuk membina setiap warga gerejanya.  Sekolah Minggu merupakan program pembinaan warga gereja bagi anak-anak untuk mengenalkan mereka kepada Tuhan Yesus.  Salah satu cara untuk mengenalkan anak-anak kepada Tuhan Yesus adalah khotbah eksposisi narasi.  Anak-anak yang dilayani yaitu para generasi Z yang berusia 5-6 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan cara khotbah eksposisi narasi yang kreatif dan kontekstual bagi anak-anak generasi Z usia 5-6 tahun.  Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan metode hermeneutika teks Alkitab dan studi literatur.  Hasil dari penelitian ini adalah khotbah eksposisi narasi kreatif dan kontekstual bagi anak-anak generasi Z usia 5-6 tahun.  Metode khotbah ini merupakan metode khotbah yang isinya didasarkan pada proses hermeneutika yang benar dan disampaikan secara kreatif serta kontekstual sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.  Kata kunci: Khotbah Eksposisi Narasi, Generasi Z, Anak 5-6 tahun.
“Memaknai Luka”: Family Self-esteem Rebuilding sebagai Dasar Resiliensi Keluarga Disabilitas Sarah Stefani; Purim Marbun
Jurnal STT Gamaliel Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Gamaliel Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v8i1.451

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan kembali makna luka dari sudut pandang teologis dalam konteks keluarga disabilitas. Disabilitas seringkali dipahami sebagai luka permanen dan tak tersembuhkan. Stigma sosial tentang disabilitas memengaruhi kebernilaian dan identitas keluarga. Dalam penelitian ini disabilitas dimaknai sebagai pengalaman psikososial dan teologis keluarga tempat dimana keluarga dapat menjalani proses pembaruan makna kehidupan bersama dengan Allah dan sesama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi literatur dengan integrasi psikologi keluarga dan teologi. Logotherapy digunakan sebagai kerangka teoretis untuk menjembatani proses meaning-making antara perspektif psikologis dan teologis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa proses pemaknaan ulang luka membuka ruang bagi pembangunan kembali family self-esteem yang menjadi dasar pembentukan resiliensi keluarga disabilitas.