Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN KOMPONEN RLC PADA FILTER HARMONIK TIGA FASA UNTUK PERBAIKAN KUALITAS DAYA DENGAN MATLAB SIMULINK Herman Yani
TELISKA Vol. 5 No. 1 (2013): Edisi 13 (Volume 5, Nomor 1, Januari 2013)
Publisher : Teknik Elektro Polsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.797 KB)

Abstract

Filter harmonik tiga fasa yang digunakan dalam sistem tenaga listrik berguna untuk menurunkan distorsi tegangan dan untuk koreksi faktor daya. Komponen seperti RLC adalah komponen yang dapat digunakan untuk memfilter harmonik tiga fasa bila besaran dan jenis koneksinya ditentukan dengan benar. Filter Harmonik mengurangi distorsi dengan cara mengalihkan arus harmonik ke arah impedansi rendah. Filter Harmonik dirancang bersifat kapasitif pada frekuensi dasar, sehingga mereka juga digunakan untuk memproduksi daya reaktif yang diperlukan untuk perbaikan kualitas daya yang disalurkan ke beban. Dengan menggunakan Matlab Simulink diharapkan dapat lebih mudah menentukan besaran-besaran komponen RLC , sehingga tercapai nilai distorsi yang dapat diterima.
PERHITUNGAN TAHANAN PENTANAHAN DENGAN KONFIGURASI BUJUR SANGKAR Bambang Guntoro; Herman Yani
TELISKA Vol. 15 No. 3 (2014): Teliska September 2014
Publisher : Teknik Elektro Polsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.067 KB)

Abstract

Salah satu faktor kunci dalam setiap usaha pengamanan (perlindungan) rangkaian listrik adalah pentanahan. Apabila suatu tindakan pengamanan/ perlindungan yang baik akan dilaksanakan, maka harus ada sistem pentanahan yang dirancang dengan benar. Dalam setiap pembicaraan tentang pentanahan, pertanyaan yang selalu timbul adalah : “Seberapa kecil tahanan untuk pentanahan?”. Pertanyaan ini sulit dijawab dalam harga Ohm. Makin kecil, makin baik. Lebih jauh lagi, untuk perlindungan atau pengamanan personil dan peralatan, patut diusahakan tahanan pentanahan lebih kecil dari satu Ohm. Hal ini tidak praktis untuk dilaksanakan dalam suatu sistem distribusi, saluran transmisi, ataupun dalam substation distribusi. Di beberapa tempat, tahanan sebesar 5 Ohm mungkin sudah cukup memadai tanpa banyak gangguan, sedang di lain tempat mungkin sangat sulit dicapai tahanan pentanahan di bawah 100 Ohm.Kata kunci: pentanahan,proteksi,arus lebih dan beban tak seimbang
PERHITUNGAN TAHANAN PENTANAHAN DENGAN KONFIGURASI BUJUR SANGKAR Bambang Guntoro; Herman Yani
TELISKA Vol. 5 No. 2 (2013): Edisi 14, Volume 5, Nomor 2, Mei 2013
Publisher : Teknik Elektro Polsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.954 KB)

Abstract

Salah satu faktor kunci dalam setiap usaha pengamanan (perlindungan) rangkaian listrik adalah pentanahan. Apabila suatu tindakan pengamanan / perlindungan yang baik akan dilaksanakan, maka harus ada sistem pentanahan yang dirancang dengan benar. Dalam setiap pembicaraan tentang pentanahan, pertanyaan yang selalu timbul adalah : “Seberapa kecil tahanan untuk pentanahan?”. Pertanyaan ini sulit dijawab dalam harga Ohm. Makin kecil, makin baik. Lebih jauh lagi, untuk perlindungan atau pengamanan personil dan peralatan, patut diusahakan tahanan pentanahan lebih kecil dari satu Ohm. Hal ini tidak praktis untuk dilaksanakan dalam suatu sistem distribusi, saluran transmisi, ataupun dalam substation distribusi. Di beberapa tempat, tahanan sebesar 5 Ohm mungkin sudah cukup memadai tanpa banyak gangguan, sedang di lain tempat mungkin sangat sulit dicapai tahanan pentanahan di bawah 100 Ohm.Kata kunci: pentanahan,proteksi,arus lebih dan beban tak seimbang
Pembuktian Pemakaian Alat Penghemat Daya Listrik Di Masyarakat Dengan Uji Laboratorium Sutan Marsus; Yessi Marniati; Andri Suryadi; Herman Yani
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.927 KB)

Abstract

The electric power saving devices work using the working principle of the capacitors, which reduces reactive power and improve the power factor in home installations. However, based on research conducted by the authors in the Electrical Laboratory at State Polytechnic of Sriwjaya Palembang, the power saving devices can not reduce reactive power and improve the power factor on the circuit. This is because the value of the capacitor to the appliance does not correspond to the value of the total load on the circuit to be repaired, if the capacitor value is too large, the capacitor itself would be a load on the circuit. In this experiment load used is inductive loads ( L ), such as transformator lamp, television, and fan with a total peak power of 402 Watt and 315 VAR reactive power. After doing the analysis and calculation, the rating value of the capacitor is needed to reduce reactive power and improve the power factor of 0.78 up to 0.9 and reduce the reactive power of 315 VAR  down to 191.77 was 8.1 μF.
PENYULUHAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI ADAPTIF ALAT PENGELOS BENANG KAIN TAJUNG KHAS PALEMBANG PADA UMKM MISRO Adewasti Adewasti; Eka Susanti; Herman Yani; Bersiap Ginting; Sholihin Sholihin; Siswandi Siswandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.3659-3666

Abstract

Kain tajung merupakan salah satu warisan tekstil khas Palembang yang berbahan dasar benang sutra dengan karakteristik halus,licin dan mudah putus. Proses pengelosan (pemindahan benang dari sumber ke kelos) secara tradisonal masih mengandalkan keterampilan manual yang lambat dan tidak konsisten, sehingga membatasi produktivitas dan kualitas tenun. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan otomatisasi sistem kendali adaptif pada alat pengelos benang menggunkan model predictive control. Model Predictive Control dipilih karena kemampuannya memprediksi perilaku dinamis sistem pada tegangan benang, kecepatan gulung dan pergeseran lintasan, berdasarkan model matematis, serta mengoptimalkan aksi kendali secara real-time dengan mempertimbangkan batasan fisik, misalnya tegangan maksimal agar benang tidak putus. Sistem ini dilengkapi sensor tegangan, encode kecepatan dan aktuator motor steper. Model Predictive Control akan menyesuaikan parameter gulungan secara adaptif terhadap perubahan karakteristik benang; seperti ketebalan tidak seragam atau kadar air yang berbeda. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplemetasikan sistem otomatisasi kendali adaptif pada alat pengelos kain tajung menggunakan algoritam model adaptif kontrol. Ruang lingkup meliputi pemodelan dinamika tegangan benang dan kecepatan motor, perancangan pengendali model predictive control serta pengujian kinerja dibandingkan dengan metode manual dan kendali otomatis. Hasil yang diharapkan adalah alat pengelos kain yang mampu menjaga tegangan benang tetap konstan, menghasilkan gulungan rapi tanpa kusut, serta meningkatkan kecepatan produksi hingga 60% dibandingkan metode manual. Dengan kendali prediktif, sistem juga akan dapat mengantisipasi lonjakan tegangan sebelum benang putus sehingga menekan tingkat kegagalan. Implemntasi sistem ini diharapkan dapat memodernisasi industri kain tajung Palembang tanpa menghilangkan sentuhan khas tenun tradisonal, kemudian dari terciptanya alat ini akan mendukung industri 4.0 dan melestarikan dan meningkatkan daya saing produk budaya Indonesia dipasar global
Performance Comparison of RTL-SDR and HackRF as ADS-B Signal Receivers at 1090 MHz Sholihin Sholihin; Siswandi; Eka Susanti; Herman Yani; Sopian Soim; Hotmauli Gracia Simatupang
Jurnal Ecotipe (Electronic, Control, Telecommunication, Information, and Power Engineering) Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Ecotipe, October 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jurnalecotipe.v13i2.4620

Abstract

The development of Software Defined Radio technology enables flexible reception and analysis of communication signals using software-based devices. One of its applications is the Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) system, which operates at a frequency of 1090 MHz to digitally transmit flight information. This compare the performance of RTL-SDR and HackRF in receiving ADS-B signals at 1090 MHz. The research was conducted using an experimental method by testing both SDR devices under the same testing conditions and configurations. Signal reception was performed using SDR software and ADS-B decoding software to obtain flight data that could be successfully received and decoded. The test results were used to evaluate the capability of each device to receive and display ADS-B data at 1090 MHz. Based on the experimental results, both devices were capable of receiving ADS-B signals at 1090 MHz but exhibited different performance characteristics. These differences were influenced by device capabilities, receiver configurations, and environmental conditions during signal reception. RTL-SDR offers advantages in terms of cost and ease of use, while HackRF provides greater device flexibility for signal configuration and testing. The results indicate that both devices can be utilized as ADS-B signal receivers, with device selection depending on the specific requirements and intended application. Expected to serve as a reference for the use of SDR devices in receiving and monitoring ADS-B signals at 1090 MHz.