Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Tribologi Gesekan Antara Material Komposit Hidroksiapatit (HA) + Polymethyl Methacrylate (PMMA) dengan Ultra High Molecular Weight Polyethylene (PMMA) sebagai Prosthesis Sendi Rahang (TMJ) pada Manusia Ridzky Zul Asdi; Yusuf Kaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.161 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5108

Abstract

Temporomandibular joint prosthesis serta berbagai macam bentuk dan material sudah cukup banyak diteliti. Namun, sejauh yang penulis teliti, belum ada yang menggunakan Hidroksiapatit (HA) sebagai material utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju keausan dari material komposit hidroksiapatit (HA) + polymethyl methacrylate (PMMA) serta mekanisme keausan yang terjadi pada permukaannya untuk aplikasi prosthesis. Pengujian keausan dilakukan menggunakan tribometer pin-on-disc dengan material komposit sebagai spesimen pin dan ultra high molecular weight polyethylene sebagai material disc. Variasi yang dilakukan adalah variasi kandungan hidroksiapatit pada material komposit yaitu sebesar 40%, 50%, 60% dan 70%. Pengujian keausan dilakukan pada keadaan tanpa lubrikasi dan dengan lubrikasi menggunakan cairan collagen. Hasil pehitungan densitas menunjukkan bahwa penambahan kadar HA dalam komposit akan menambah nilai densitas. Hasil pengujian keausan menunjukkan bahwa spesimen komposit dengan 40% hidroksiapatit memiliki ketahanan aus paling baik yaitu sebesar 4,16×10-6 mm3/Nm untuk pengujian tanpa lubrikasi dan 3,55×10-6 mm3/Nm untuk pengujian dengan lubrikasi. Penambahan lubrikasi dapat menurunkan besarnya laju keausan sebesar 14%. Pengamatan permukaan kontak menunjukkan bahwa mekanisme keausan yang terjadi adalah kombinasi antara keausan adhesif serta abrasif.
Analysis Of Indonesian Rubber Export Competitiveness Daulika, Putri; Ridzky Zul Asdi
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 4 No. 01 (2025): International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rubber is one of Indonesia's leading plantation commodities that is oriented to the international market with export destination countries to several countries. Rubber provides a positive contribution to the economy because it generates foreign exchange for the country. This study aims to analyze (1) the position of Indonesia's rubber competitiveness in internasional comparative advantages and (2) the position of Indonesia's rubber competitiveness in international competitive advantages. This study uses time-series data is from 2000 to 2022. The data were analyzed using a revealed comparative advantage (RCA), and Trade Specialization Index approach (TSI) to know the position competitiveness of Indonesian natural rubber. The results of this study show (1) Based on competitiveness analysis, through Revealed Comparative Advantage (RCA) indicate that the competitiveness of Indonesia's natural rubber exports on the international market has a comparative advantage seen from 2000-2022 with an average value of RCA> 1 which is equal to 1.01. While the competitive advantage for the competitiveness of Indonesian rubber exports is at the maturation stage. This condition occurs because the value of the Trade Specialization Index (TSI) approaches 1, which is 0.98
A Comprehensive Analysis of Building Construction Projects’ Delay Using the Analytic Network Process Asdi, Ridzky Zul; Utomo, Dutho Suh
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 4 No. 01 (2025): International Journal of Economics, Business and Innovation Research( IJEBIR)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Delays in construction projects have emerged as a significant challenge due to their profound impact on costs, quality, and project timelines, all of which ultimately affect the overall success and completion of the project. The primary objective of this study is to identify the factors contributing to delays in building construction projects and to quantitatively assess the extent to which each of these factors influences project delays. To achieve this, a quantitative impact analysis of each identified factor is conducted using the Analytic Network Process (ANP). Five key factors have been identified as major contributors to project delays: design or specification changes, material procurement delays, adverse weather conditions, regulatory and permitting issues, and unforeseen risks. Among these, material procurement delays emerged as the most significant contributor, accounting for 36.13% of the total delay impact. This is followed by design or specification changes, unforeseen risks, regulatory and permitting issues, and adverse weather conditions. Further research is required to develop effective preventive measures to mitigate these delays and enhance project management practices.
Pengambilan Keputusan Pemilihan Supplier Tepung untuk UMKM Roti Menggunakan Metode Multikriteria ANP-TOPSIS Suh Utomo, Dutho; Asdi, Ridzky Zul
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v7i2.2102

Abstract

Usaha mikro dalam bidang pembuatan roti sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku berkualitas, terutama tepung, untuk memastikan kualitas produk dan efisiensi produksi. Pengambilan keputusan dalam pemilihan supplier tepung yang tepat menjadi sangat penting karena setiap supplier memiliki perbedaan dalam hal kualitas, harga, dan kriteria lainnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pengambilan keputusan mutikriteria yang terstruktur dan objektif. Penelitian melakukan pemilihan supplier tepung pada UMKM roti menggunakan metode ANP-TOPSIS dengan hanya mengacu pada kriteria dan alternatif tanpa menggunakan subkriteria seperti yang sering digunakan dalam studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Analytical Network Process (ANP) berhasil menentukan bobot prioritas dari lima kriteria utama dalam pemilihan pemasok tepung untuk usaha roti XYZ, yakni kualitas produk, harga, respon, fleksibilitas, dan pengiriman. Kualitas memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,228, diikuti oleh harga (0,225), respon (0,191), fleksibilitas (0,190), dan pengiriman (0,166). Hal ini menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan harga menjadi dua faktor terpenting dalam proses seleksi supplier. Selanjutnya, metode TOPSIS diterapkan untuk mengevaluasi dan memeringkat tiga alternatif supplier berdasarkan bobot kriteria tersebut. Toko A memperoleh skor tertinggi sebesar 1,000, menjadikannya supplier terbaik, diikuti oleh Toko B (0,428) dan Toko C (0,357). Toko A dianggap paling mendekati solusi ideal positif dan paling jauh dari solusi negatif, sehingga menjadi pilihan utama. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi metode ANP-TOPSIS merupakan pendekatan efektif dan sistematis dalam mendukung pengambilan keputusan multikriteria, khususnya dalam pemilihan pemasok. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan bobot kriteria secara struktural dan interdependen, tetapi juga memberikan pemeringkatan objektif terhadap alternatif yang tersedia.
Analisis Produktivitas pada Departemen Produksi dengan Menggunakan Metode OMAX (Objective Matrix) dan AHP (Analytical Hierarchy Process): Studi Kasus: PT XYZ Setiawan, Ageng Deny; Isharyani, Muriani Emelda; Asdi, Ridzky Zul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.928

Abstract

Produktivitas dari sebuah sistem industri merupakan kunci dari segalanya. Melalui pengukuran produktivitas, sebuah perusahaan akan memiliki standar yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan- perbaikan sistem. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas pada departemen produksi PT XYZ menggunakan metode Objective Matrix (OMAX) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas dengan Fishbone Diagram. Latar belakang penelitian didasarkan pada ketidaktercapaian target produksi gas oksigen di beberapa bulan tahun 2024, yang menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem produksi.  Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, penentuan kriteria produktivitas melalui wawancara, pembobotan indikator dengan AHP, serta perhitungan indeks produktivitas menggunakan OMAX. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi produktivitas dengan indeks tertinggi pada Januari (182,67%) dan terendah pada Mei (-86,33%). Faktor utama yang memengaruhi penurunan produktivitas meliputi ketidakefisienan penggunaan bahan baku, ketidakhadiran karyawan, kerusakan mesin, dan loses yang tinggi.  Berdasarkan analisis Fishbone Diagram, usulan perbaikan yang diberikan mencakup peningkatan perawatan mesin, penerapan sistem reward dan punishment untuk meningkatkan disiplin karyawan, serta pelatihan kerja yang terstruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas departemen produksi.   
Penerapan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai Upaya Pengendalian Kualitas pada Produk Amplang: Studi Kasus UD XYZ Diani, Fitria; Gunawan , Suwardi; Asdi, Ridzky Zul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i2.939

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan faktor penting dalam menjaga mutu produk dan meningkatkan daya saing industri makanan ringan, termasuk produk amplang. UD Taufik Jaya Makmur menghadapi permasalahan tingginya tingkat produk cacat antara lain cacat remuk, tidak mengembang, dan gosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab cacat, menentukan tingkat risiko tertinggi, serta merumuskan usulan perbaikan guna meminimalkan kecacatan. Metode yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat melalui lembar pemeriksaan, histogram, peta kendali P, dan diagram sebab-akibat. Analisis lanjutan dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk memperoleh nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cacat sebesar 27.937 gram dari total produksi 700.000 gram dalam periode Maret 2025 hingga Mei 2025. Terdapat 18 penyebab cacat dengan 3 risiko prioritas kritis, yaitu cacat remuk disebabkan oleh penanganan kasar saat pemindahan produk dari prnggorengan hingga pengemasan (RPN 240), cacat tidak mengembang disebabkan komposisi bahan baku tidak sesuai standar resep (RPN 216), dan cacat gosong disebabkan pekerja lalai memantau suhu dan waktu pada saat penggorengan (RPN 144) yang disebabkan oleh faktor manusia dan faktor material, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rekomendasi usulan perbaikan dengan pendekatan 5W+1H. Usulan perbaikan meliputi penyusunan SOP penanganan produk dan penimbangan bahan baku, pelatihan berkala bagi pekerja, pengawasan rutin, serta penggunaan alat bantu seperti timer dan termometer otomatis untuk memastikan suhu dan waktu penggorengan sesuai standar, guna menjaga kualitas dan konsistensi produk.
Optimization of Fast Moving Consumer Goods Distribution Routes Using Vehicle Routing Problem at PT Cahaya Mahakam Samarinda Panjaitan, Irma Adelina; Wahyuda, Wahyuda; Asdi, Ridzky Zul
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 6, No 3: October 2025
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/ijiem.v6i3.33473

Abstract

PT Cahaya Mahakam Samarinda, as one of the companies engaged in the distribution of fast-moving consumer goods, serves a variety of customers, including wholesalers, small shops, and food businesses. Based on the initial observations that have been made, the determination of distribution routes is carried out by the warehouse manager, who subjectively determines the route based on personal observations before the driver delivers consumer products because the company does not yet have the appropriate tools or methods to determine the route. This sometimes forces drivers to search for customer locations directly in the field if they have never delivered to that customer before, and sometimes there are inaccuracies in selecting the delivery route to the next customer. In this problem, it falls under the Vehicle Routing Problem, which is solved using the cluster first, route second approach with the Sweep method to create clusters and Nearest Neighbor with manual calculations, as well as Branch and Bound with calculations using the WinQSB software to determine the route for each created cluster. The results of both route creation methods were compared with the initial route. Based on the research results, the Sweep method produced 9 fewer clusters compared to the initial route of 11 clusters. In route determination, the Nearest Neighbor method resulted in a distance savings of 55.4 km (20.11%) and a cost savings of IDR 74,190.43. The Branch and Bound method resulted in savings of 64.6 km (23.47%) and cost savings of IDR 93,144.07.