Bambang Daryanto Wonoyudo
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Karakteristik Getaran dan Efisiensi Kompresor Torak Akibat Perubahan Profil pada Valve Seat Sisi Discharge Yasir Afai Lubis; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.746 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5851

Abstract

Kompresor torak adalah tipe kompresor yang paling umum ditemui dalam aplikasi industri. Memperpanjang waktu operasi dan pencegahan kerusakan pada kompresor merupakan perhatian utama dalam industri. Valve adalah komponen yang paling sering menyebabkan shutdown tidak terjadwal sehingga mendapat perhatian utama di antara komponen-komponen kompresor torak. Di sisi lain, penelitian mengenai dampak perubahan geometri komponen–komponen valve terhadap getaran kompresor masih sangat sedikit. Pada Tugas Akhir ini diinvestigasi akselerasi getaran pada silinder head serta tekanan ruang silinder dengan modifikasi profil valve seat. Kedua variabel tersebut diukur pada putaran tertentu serta pada posisi sudut poros engkol yang bersamaan. Kesamaan waktu pengukuran di-trigger oleh tachometer. Modifikasi yang dilakukan adalah berupa variasi kedalaman pelat dinamis katup sisi tekan terhadap ruang silinder. Setelah itu, dilakukan analisa tekanan untuk mencari efisiensi volumetris serta karakteristik getaran kompressor dari bentuk waveform yang dihasilkan sebagai akibat modifikasi profil valve seat sisi tekan. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan kedalaman pada lubang valve seat sisi tekan akan menurunkan level getaran, terjadinya peningkatan tekanan maksimum ruang silinder dan perbaikan efisiensi volumetris kompresor torak dibandingkan dengan valve seat profil normal. Di sisi lain, perubahan dimensi dan massa moving plate pada valve seat normal akan memperpanjang rentang bukaan katup tekan. Peningkatan tekanan kerja kompresor mengakibatkan peningkatan level getaran, penurunan rentang waktu proses buka-tutup katup tekan dan peningkatan efisiensi volumetris kompresor.
Karakteristik Getaran dan Tekanan Ruang Silinder Akibat Variasi Putaran Kompresor pada Lima Model Profil Dudukan Katup Tekan Sebuah Kompresor Torak Muhamad Abdurrochman; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.74 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5852

Abstract

Kompresor torak memainkan peranan utama di dalam proses industri sehingga ketersediaan dan keandalannya menjadi sangat penting. Pada kenyataannya, kegagalan katup kompresor menjadi penyebab utama shutdown tak terjadwal pada kompresor torak. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi dudukan katup tekan dengan memberikan ketirusan pada lubang dudukan katup tekan. Evaluasi dilakukan terhadap karakteristik getaran pada cylinder head dan tekanan ruang silinder kompresor torak single stage, single acting. Tachometer optik digunakan untuk mentrigger vibration transducer agar pengukuran getaran dan tekanan dilakukan pada crank angle yang sama. Pada penelitian ini digunakan variasi putaran kompresor dan profil dudukan katup tekan dengan 3 jenis kondisi tekanan kerja kompresor. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya perbaikan level getaran sebagai akibat adanya modifikasi dudukan katup tekan, rentang waktu pembukaan katup tekan menjadi lebih lama dibandingkan katup tekan normal sehingga jumlah udara yang di salurkan lebih banyak. Dari keempat katup tekan modifikasi, diketahui bahwa level getaran paling rendah dihasilkan oleh katup tekan dengan sudut tirus 300. Dari sisi P-Θ diagram, katup tekan dengan sudut tirus 300 mengalami rentang waktu pembukaan katup tekan paling lama dibandingkan dengan katup tekan modifikasi yang lain. Selain itu, peningkatan putaran pada kompresor menyebabkan level getaran meningkat serta sedikit pergeseran getaran berlebih ke kanan, pada 540 rpm sampai dengan 600 rpm. Pada P-Θ diagram, terlihat bahwa peningkatan putaran kompresor menyebabkan kenaikan titik puncak yang menunjukkan kenaikan tekanan ruang silinder.
Pola Vibrasi Dari Transmisi V-Belt Dibawah Pengaruh Parallel Misalignment Ardhian Heru Saputra; Bambang Daryanto Wonoyudo
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.92 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i2.4587

Abstract

Sistem transmisi v-belt banyak digunakan di industri karena mudah penanganannya dan murah harganya, tetapi di samping itu dibanding sistem transmisi daya yang lain v-belt juga lebih sering menunjukkan gejala fluktuasi transmisi. Di antara sekian metode condition monitoring, vibrasi sering dipraktekkan di industri, karena vibrasi adalah indikator yang sangat baik dari kondisi mesin, dan merupakan indikator dini terjadinya kerusakan/ketaknormalan sebelum terlanjur tumbuh menjadi lebih serius dan menyebabkan downtime yang tidak direncanakan. Pada studi ini dilakukan kajian eksperimental guna mempelajari karakteristik vibrasi pada sistem transmisi v-belt dengan adanya parallel misalignment antar pulley. Studi dilakukan pada sebuah test bed sistem transmisi v-belt dengan belt tunggal. Pengambilan data dan pengolahan data dilakukan dengan Integrating Vibration Meter BK-2513. Dari hasil yang didapat, ditemukan bahwa kecepatan rms vibrasi bertambah seiring bertambahnya besar misalignment. Tendensi grafik cenderung konsisten untuk tiap variasi kecepatan putaran input. Selain itu, gradient (slope) dari kecepatan rms vibrasi semakin bertambah seiring dengan bertambahnya misalignment dan kecepatan input pada pulley.