Raditya Satrio Wibowo
Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Rasio Reheat Pressure dengan Main Steam Pressure terhadap Performa Pembangkit dengan Simulasi Cycle-Tempo Raditya Satrio Wibowo; Prabowo Prabowo
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.69 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.27529

Abstract

Pembangkit listrik modern memiliki setidaknya satu tahap reheat dalam pengoperasiannya. Pada siklus reheat, rasio reheat pressure dengan main steam pressure dapat berpengaruh terhadap performa pembangkit. Penelitian mengenai pengaruh rasio reheat pressure dengan main steam pressure ini dilakukan dengan analisis termodinamika yang dibantu dengan pemodelan dan simulasi menggunakan perangkat lunak Cycle-Tempo 5.1. Pemodelan dilakukan dengan memodelkan pembangkit listrik sub-critical berkapasitas 660 MW berdasarkan data design pada heat balance diagram. Dan variasi rasio yang dilakukan dimulai dari rasio 15%, berlanjut pada rasio 18%, 20%, 25%, 28%, 30%, dan 35%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rasio reheat pressure dengan main steam pressure akan mempengaruhi daya yang dihasilkan pembangkit serta energi panas yang dibutuhkan boiler untuk memanaskan fluida kerja. Sehingga dibutuhkan titik optimum dimana menghasilkan keuntungan yang maksimal dari kedua faktor tersebut. Titik optimum untuk pembangkit ideal reheat (teoritis) berada pada rasio 22.96% dan untuk pembangkit reheat-regenerative (pembangkit kompleks) berada pada rasio 30%. Pergeseran titik optimum ini disebabkan karena adanya batasan variasi tekanan reheat pada pembangkit kompleks oleh tekanan uap ekstraksi yang menyuplai panas untuk komponen feedwater heater. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan siklus reheat-regenerative pada pembangkit, dapat menurunkan net turbine cycle heat rate secara drastis sebesar 1216.47 kJ/kWh.