Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan Terhadap Fenomena Gentrifikasi dan Hubungannya dengan Perencanaan Spasial Azka Nur Medha; Putu Gde Ariastita
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.443 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25056

Abstract

Perencanaan spasial di Indonesia bersandar pada pendekatan Rational Comprehensive Planning (RCP), yang cenderung mengasumsikan bahwa seorang perencana merupakan pihak dengan kepemilikan ilmu yang kompeten sehingga mampu merencanakan apa yang sesuai untuk masyarakat. Namun, fakta menunjukan bahwa produk perencanaan di Indonesia memperlihatkan adanya gap yang cukup besar antara pengetahuan perencana dengan masyarakat sebagai klien utama seorang perencana. Maka dari itu,  diperlukan dedikasi yang tinggi bagi akademisi untuk mengeksplor lebih dalam lagi mengenai fenomena-fenomena perkotaan yang sudah terlihat nyata keberadaannya. Artikel ini membahas suatu fenomena perkotaan yang diberi istilah gentrifikasi, dimana istilah ini masih relatif asing untuk dibahas dalam proses perencanaan di Indonesia. Gentrifikasi diyakini sebagai fenomena perkotaan yang memberikan dampak negatif pada masyarakat yang mengalaminya. Disisi lain, gentrifikasi memberikan sebuah pandangan yang meyakinkan bahwa suatu proses perencanaan yang dimiliki oleh domain publik harus memakai pendekatan-pendekatan sosial untuk menghasilkan produk perencanaan yang lebih kontekstual.
In the face of gentrification : a case study of social capital in supporting community efforts to form a collective action Azka Nur Medha; Putu Gde Ariastita
IPTEK The Journal of Engineering Vol. 3 No. 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/joe.v3i3.3208

Abstract

Gentrification is believed to be an urban phenomenon that has a negative impact on neighborhood society. Therefore, the neighborhood community becomes an important study object in order to understand the process of gentrification itself. This study observes the community in Medokan Semampir community group, Surabaya, that raised a case study in which they made collective action to face gentrification. Collective action can be viewed as a solution in order to facilitate the common interests of a gentrified community. The aim of this paper is to explain the collective action process in the context of social capital, and how communities can keep the capital as collective assets to prevent gentrification processes anguish its members.