Kebutuhan terhadap hunian bagi generasi milenial di Jakarta Barat semakin meningkat setiap tahunnya. Di sisi lain, besarnya permintaan terhadap hunian oleh generasi milenial di Jakarta Barat tidak sejalan dengan data okupansi hunian vertikal yang cenderung menurun. Keadaan tersebut disebabkan karena dalam penyediaan apartemen belum dipahami preferensi lokasi hunian vertikal yang dibutuhkan generasi milenial. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial. Penelitian ini menggunakan tiga teknik analisis, yang pertama adalah analisis statistic deskriptif melalui uji statistic. Teknik analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik generasi milenial yang mempengaruhi preferensi dalam memilih hunian. Selanjutnya, dilakukan Teknik analisis Analytic Network Process (ANP) yang bertujuan untuk menganalisis preferensi prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial berdasarkan karakteristiknya. Analisis selanjutnya adalah analisis deskriptif untuk menginterpretasikan data serta memberikan kesimpulan terhadap penelitian sehingga dapat mencapai tujuan penelitian yaitu merumuskan prioritas kriteria lokasi hunian vertikal generasi milenial. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa karakteristik generasi milenial yang berbeda-beda dan menghasilkan prioritas yang berbeda-beda. Prioritas Kriteria pada fase early adulthood usia 20-24 tahun adalah Aksesibilitas, Keamanan dan Kenyamanan, Prasarana, Sarana, dan Tata Ruang. Pada usia 25-29 tahun kriteria prioritas pemilihan lokasi hunian vertikal adalah Tata Ruang, Aksesibilitas, Sarana, Prasarana, Keamanan dan Kenyamanan. Pada usia 30-34 tahun adalah Aksesibilitas, Keamanan dan Kenyamanan, Sarana, Prasarana, Tata Ruang. Sedangkan pada fase Midlife usia 35-40 tahun, kriteria prioritas adalah Aksesibilitas, Tata Ruang, Keamanan dan kenyamanan, Prasaran, dan Sarana.