Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik ITS

Hidrolisis Eceng Gondok dan Sekam Padi untuk Menghasilkan Gula Reduksi sebagai Tahap Awal Produksi Bioetanol Wilda Azmia Naufala; Ellina S. Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.229 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v4i2.11308

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air dengan pertumbuhan cepat yang disebabkan oleh eutrofikasi di badan air. Eceng gondok yang mengandung struktur lignoselulosa ini memiliki ketersediaan yang sangat melimpah. Lignoselulosa yang terdiri dari lignin, selulosa, dan hemiselulosa ini juga terkandung dalam sekam padi. Sekam padi merupakan limbah pertanian yang pemanfaatannya masih belum maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran terbaik eceng gondok dan sekam padi yang dapat menghasilkan gula reduksi terbanyak. Perbandingan campuran eceng gondok dan sekam padi yang digunakan adalah 100:0, 75:25, 50:50, 25:72, 0:100 dengan berat total 100 gram. Tahap awal penelitian ini yaitu pretreatment dengan H2SO4 1% sebanyak 1000 mL dan pemanasan suhu 100oC selama 60 menit. Tahap selanjutnya adalah hidrolisis enzimatik dengan memanfaatkan Aspergillus niger dan Trichoderma viride dengan perbandingn 2:1. Reaktor yang digunakan merupakan reaktor kaca dengan volume 2 L. Parameter yang diukur meliputi lignoselulosa dan gula reduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampel yang mengandung 100:0 eceng gondok dan sekam padi mampu menghasilkan kadar gula reduksi tertinggi, yaitu sebesar 23,33 mg/g.
Studi Dampak Arsen (As) Dan Kadmium (Cd) Terhadap Penurunan Kualitas Lingkungan Festri Festri Istarani; Ellina S Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.123 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5684

Abstract

Arsen memiliki berbagai macam warna sesuai dengan bentuknya, yakni arsen trioksida (As2O3) berwarna putih, dan berwarna abu-abu namun jarang ditemukan bentuk seperti ini. Kadmium merupakan salah satu logam berat yang berwarna putih perak. Kadmium sering dipakai pada industri pelapisan logam, dan merupakan hasil akhir dalam industri pengolahan biji logam. Kadmium mempunyai efek buruk terhadap lingkungan dan manusia, karena dapat mengakibatkan kanker payudara, gangguan pernafasan, gagal ginjal serta kematian. Kasus yang terjadi di dunia, yaitu kasus pencemaran arsen di Bangladesh pencemaran kadmium yakni itai-itai disease yang terjadi di Jepang.Peraturan dan perundang-undangan telah banyak mengatur mengenai pencegahan hingga penanganan logam berat oleh industri, yakni PP no. 18 tahun 1999 juncto PP no. 85 tahun 1999 tentang Limbah B3, serta PP No. 74 tahun 2001 tentang bahan berbahaya dan beracun turut mengatur limbah yang dapat merusak lingkungan tersebut. Berbagai dampak di atas yang mendasari adanya penulisan literatur ini. Penulisan ini dibuat dengan berdasar atas berbagai jurnal-jurnal, artikel baik nasional mau pun internasional yang berkaitan dengan logam berat arsen dan kadmium. Sehingga masyarakat mampu mengenali jenis logam berat serta dampak yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Pada akhirnya, masyarakat dapat mengelola keberadaan limbah dengan baik dan menjaga lingkungan dari dampak yang tidak diinginkan.
Kajian Aspek Teknis dan Finansial Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gunung Bahagia, Kota Balikpapan Widya Indira Cahya; Ellina Sitepu Pandebesie
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.268 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25177

Abstract

Timbulan sampah Kota Balikpapan pada tahun 2015 mencapai 400 ton per hari. Salah satu program yang diharapkan dapat mengurai permasalahan sampah yaitu dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST diharapkan dapat mengubah sistem pengelolaan sampah menjadi terdesentralisasi, yaitu sistem pengelolaan pada areal hulu. TPST dapat mengurangi tingginya timbulan sampah di TPA. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer, yaitu hasil pengukuran komposisi dan kuantitas sampah serta jenis dan jumlah fasilitas pengolahan sampah. Data sekunder yaitu jumlah penduduk daerah pelayanan, kuantitas sampah selama setahun terakhir, daerah pelayanan TPST, serta data finansial TPST. Perhitungan kuantitas sampah menggunakan metode load-count dan weight-volume analysis. Pengambilan sampel untuk perhitungan komposisi dengan mengambil ±100 kg sampah yang akan dianalisis susunan masing-masing komponen sampah yang dinyatakan dalam % berat. Kesetimbangan massa dianalisis menggunakan nilai recovery factor dengan menganalisis secara cermat aliran sampah masuk, sampah diolah, dan sampah yang menjadi residu. Dalam analisis finansial, kriteria ekonomi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV). Kuantitas sampah yang diolah setiap hari di TPST Gunung Bahagia adalah 35 m3/hari atau setara dengan 3,9 ton/hari. Rata-rata sampah terjual sebesar 3.265,89 kg/hari dan total residu ke TPA sebesar 605,79 kg/hari. Perhitungan kelayakan finansial mendapatkan nilai NPV>0 sehingga operasi TPST dipandang layak. Proyeksi pelayanan TPST menunjukkan bahwa TPST dapat meningkatkan kapasitas pelayanannya hingga tahun 2033 dengan kapasitas 91,7 m3/hari setara dengan 9,9 ton/hari.