Keberadaan dan optimasi ruang terbuka hijau kota sangat dibutuhkan oleh warga kota Surabaya, maka diperlukan pengelolaan yang baik sesuai fungsinya sehingga akan sangat berpengaruh dalam mewujudkan lingkungan kota yang berkelanjutan. Kecamatan Jambangan merupakan salah satu kecamatan yang berada pada kota administrasi Surabaya Selatan yang memiliki permasalahan pada pemanfaatan ruang terbuka hijau publik. Berdasarkan data yang tercatat, pada Kecamatan Jambangan terdapat 8 RTH Publik (aktif) yang tercatat oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, dan RTH tersebut akan digunakan untuk penelitian ini. Metode analisis yang akan digunakan berupa analisis kualitatif dan analisis Delphi. Output yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah strategi optimalisasi RTH Publik yang berdasarkan pada kondisi eksisting, kebutuhan RTH, serta faktor pengaruh optimalisasi RTH Publik. Berdasarkan Fakta empiri di lapangan, pada Kecamatan Jambangan terdapat pemanfaatan RTH yang belum optimal dari segi pemanfaatan fungsi yang ada pada RTH di Kecamatan tersebut yaitu fungsi ekologis, fungsi sosial, dan fungsi estetika. Lalu pada Kecamatan Jambangan hanya Kelurahan Jambangan yang pemanfaatan RTH-nya diperhatikan dengan baik, tidak dengan kelurahan Karah, Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Pagesangan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat faktor yang dapat mempengaruhi optimalisasi ruang terbuka hijau publik pada Kecamatan Jambangan yaitu penyelenggaraan program terkait RTH, pengawasan dan pengelolaan pemerintah, pemanfaatan lahan, fungsi lahan, jenis rekreasi, wawasan masyarakat, partisipasi masyarakat, dan kepedulian masyarakat.