Haryo Sulistyarso
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Preferensi Masyarakat di Kecamatan Jambangan, Surabaya Al Fikram Reza Maulana; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.191 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47543

Abstract

Keberadaan dan optimasi ruang terbuka hijau kota sangat dibutuhkan oleh warga kota Surabaya, maka diperlukan pengelolaan yang baik sesuai fungsinya sehingga akan sangat berpengaruh dalam mewujudkan lingkungan kota yang berkelanjutan. Kecamatan Jambangan merupakan salah satu kecamatan yang berada pada kota administrasi Surabaya Selatan yang memiliki permasalahan pada pemanfaatan ruang terbuka hijau publik. Berdasarkan data yang tercatat, pada Kecamatan Jambangan terdapat 8 RTH Publik (aktif) yang tercatat oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, dan RTH tersebut akan digunakan untuk penelitian ini. Metode analisis yang akan digunakan berupa analisis kualitatif dan analisis Delphi. Output yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah strategi optimalisasi RTH Publik yang berdasarkan pada kondisi eksisting, kebutuhan RTH, serta faktor pengaruh optimalisasi RTH Publik. Berdasarkan Fakta empiri di lapangan, pada Kecamatan Jambangan terdapat pemanfaatan RTH yang belum optimal dari segi pemanfaatan fungsi yang ada pada RTH di Kecamatan tersebut yaitu fungsi ekologis, fungsi sosial, dan fungsi estetika. Lalu pada Kecamatan Jambangan hanya Kelurahan Jambangan yang pemanfaatan RTH-nya diperhatikan dengan baik, tidak dengan kelurahan Karah, Kelurahan Kebonsari dan Kelurahan Pagesangan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat faktor yang dapat mempengaruhi optimalisasi ruang terbuka hijau publik pada Kecamatan Jambangan yaitu penyelenggaraan program terkait RTH, pengawasan dan pengelolaan pemerintah, pemanfaatan lahan, fungsi lahan, jenis rekreasi, wawasan masyarakat, partisipasi masyarakat, dan kepedulian masyarakat.
Strategi Pengembangan Kebijakan Penurunan Emisi Kendaraan di Kawasan Senayan, Jakarta Sebastiana Ganthya Agape Jahja; Haryo Sulistyarso
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47911

Abstract

Berdasarkan Data Inventory Emisi GRK (Gas Rumah Kaca) Sektor Energi oleh Kementrian ESDM, pangsa emisi GRK di Indonesia didominasi oleh sektor transportasi sebesar 53%, khususnya di Jakarta Selatan. Berdasarkan RDTR Kota Administrasi Jakarta Selatan, Senayan merupakan Kawasan Central Business District (CBD) yang menimbulkan banyak aktivitas penggunaan lahan. Selain itu masih terdapat 12% kendaraan yang belum lolos standar emisi di kawasan tersebut. Oleh sebab itu terdapat kebijakan RAN-GRK untuk menurunkan emisi kendaraan sebesar 26% pada tahun 2020. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kebijakan penurunan emisi kendaraan di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dijelaskan secara kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda, sementara kualitatif yang digunakan adalah Analisis SWOT. Landasan dari penelitian ini adalah pencemaran udara, faktor-faktor yang mempengaruhi emisi kendaraan dan regulasi-regulasi penurunan emisi kendaraan di dalam dan luar negeri. Berdasarkan analisa data, diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap emisi kendaraan adalah kapasitas ruas jalan, ruang terbuka hijau dan jarak antar persimpangan. Faktor-faktor tersebut adalah faktor internal, sementara regulasi yang sudah ada seperti RAN-GRK merupakan faktor eksternal. Sehingga terbentuklah strategi yaitu, penambahan ruang terbuka hijau publik, melakukan penelitian rekayasa lalu lintas, menyusun program berdasarkan skenario penurunan emisi dan melakukan penelitian lanjutan pada setiap kurun waktu tertentu.