Pramita Rosyida
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Infrastruktur Tambak Garam Rakyat Berdasarkan Zonasi pada Kawasan Pegaraman di Kabupaten Pamekasan Pramita Rosyida; Eko Budi Santoso
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56257

Abstract

Kabupaten Pamekasan memiliki potensi geografis yang mendukung produksi garam. Namun hasil produksi garam masih memiliki kualitas rendah dan membutuhkan banyak perbaikan, seperti modernisasi peralatan, infrastruktur saluran irigasi, jaringan jalan, dan pergudangan. Pada masing-masing kawasan pegaraman telah memiliki potensi awal infrastruktur tambak garam untuk dikembangkan namun belum ditentukan kebutuhan infrastruktur berdasarkan zona kawasan pegaraman sehingga belum memaksimalkan infrastruktur yang telah tersedia. Penelitian pengembangan infrastruktur tambak garam berdasarkan zonasi pada kawasan pegaraman di Kabupaten Pamekasan yang membagi kawasan pegaraman menjadi tiga, yaitu produksi, pengolahan, dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuat arahan pengembangan infrastruktur tambak garam rakyat berdasarkan zona pegaraman di Kabupaten Pamekasan. Ada beberapa tahapan yang digunakan dalam menganalisis infrastruktur, yaitu (1) Content Analysis untuk mengetahui kebutuhan infrastruktur berdasarkan zona, (2) analisis Deskriptif untuk mengidentifikasi kondisi eksisting infrastruktur, dan (3) analisis Triangulasi untuk membuat arahan pengembangan infrastruktur berdasarkan peran dan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan beberapa arahan pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan berdasarkan zonasi dalam kawasan pegaraman. Zonasi produksi membutuhkan infrastruktur seperti, mesin pompa air, kincir angin, gerobak sorong, geoisolator, tanggul, saluran primer, saluran sekunder, dan saluran tersier. Zonasi pengolahan membutuhkan infrastruktur seperti, jaringan air bersih, jaringan listrik, gudang, dan moda transportasi. Sedangkan untuk zona pemasaran membutuhkan infrastruktur seperti, jaringan jalan dan pelabuhan.