Berdasarkan Data Inventory Emisi GRK (Gas Rumah Kaca) Sektor Energi oleh Kementrian ESDM, pangsa emisi GRK di Indonesia didominasi oleh sektor transportasi sebesar 53%, khususnya di Jakarta Selatan. Berdasarkan RDTR Kota Administrasi Jakarta Selatan, Senayan merupakan Kawasan Central Business District (CBD) yang menimbulkan banyak aktivitas penggunaan lahan. Selain itu masih terdapat 12% kendaraan yang belum lolos standar emisi di kawasan tersebut. Oleh sebab itu terdapat kebijakan RAN-GRK untuk menurunkan emisi kendaraan sebesar 26% pada tahun 2020. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kebijakan penurunan emisi kendaraan di Kawasan Senayan, Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dijelaskan secara kualitatif. Metode kuantitatif yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda, sementara kualitatif yang digunakan adalah Analisis SWOT. Landasan dari penelitian ini adalah pencemaran udara, faktor-faktor yang mempengaruhi emisi kendaraan dan regulasi-regulasi penurunan emisi kendaraan di dalam dan luar negeri. Berdasarkan analisa data, diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap emisi kendaraan adalah kapasitas ruas jalan, ruang terbuka hijau dan jarak antar persimpangan. Faktor-faktor tersebut adalah faktor internal, sementara regulasi yang sudah ada seperti RAN-GRK merupakan faktor eksternal. Sehingga terbentuklah strategi yaitu, penambahan ruang terbuka hijau publik, melakukan penelitian rekayasa lalu lintas, menyusun program berdasarkan skenario penurunan emisi dan melakukan penelitian lanjutan pada setiap kurun waktu tertentu.