Ria Kumala Dewi
Statistika, FMIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi di Jawa Timur Tahun 2012 dengan Kasus Pencilan dan Autokorelasi Error Ria Kumala Dewi; Wiwiek Setya Winahju
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6115

Abstract

Jawa Timur merupakan daerah penghasil padi terbe-sar kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat. Pada tahun 2011, produksi padinya mengalami penurunan sebesar 1,07 ton diban-dingkan dengan tahun 2010. Penurunan produksi padi ini dise-babkan oleh penurunan luas areal panen, produktivitas padi, dan perubahan fungsi lahan pertanian untuk pengembangan in-dustri, dan sebagainya akibat dari bertambahnya penduduk. Se-lama ini, pengukuran produktivitas dilakukan dengan membagi hasil produksi dengan luas areal panen. Pengukuran ini belum cukup menggambarkan performansi tanaman padi yang sebe-narnya, kecuali dengan memperhitungkan pula faktor lainnya. Agar diketahui faktor-faktor potensial untuk peningkatan pro-duksi padi, diperlukan penelitian yang lebih seksama dalam pe-ngukuran produktivitas tanaman padi di Jawa Timur. Dalam penelitian ini, digunakan regresi OLS (Ordinary Least Square) untuk mendapatkan model produksi padi di Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan asumsi residual, terdapat data pencilan (out-lier) dan autokorelasi antar residual. Sehingga, digunakan regre-si robust dengan estimasi M untuk mengatasi data pencilan dan GLS (Generalized Least Square) untuk mengatasi penyimpangan asumsi autokorelasi antar residual. Hasil model terbaik menun-jukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Jawa Timur adalah luas panen (X1), luas puso (X2), dan penggunaan pupuk (X3) dengan nilai koefisien determi-nasi (R2) sebesar 99,3%.