BIBLIOGRAFIAlex S Nitisemito,. 1992, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Sembilan, Edisi Ketiga, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.Ali Saukah dan Mulyadi G. Waseso., 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Majalah, Laporan Penelitian. Universitas Megeri Malang, Malang.Allison, M and Hartley, J, 2000, “The Role Of Leadership of in the Moderenisasi and Improfment of Public Serviceâ€, Public Money And Management, April-June.Didi Atmadilaga., 1994. Panduan Skripsi, Tesis, Disertasi. Pioner Jaya, BandungElvinaro Ardianto., 2010. Metodologi Penelitian untuk Public Relations; Kuantitatif dan Kualitatif. Simbiosa Rekatama Media, Bandung.Gitosudarmo, Indriyo, 1998, Manajemem Sumber Daya Manusia, Penerbit Ghaila Indonesia, Jakarta.Gondokusumo.,1995, Komunikasi Penugasan. Cetakan Kelima, Penerbit PT Toko Gunung Agung, Jakarta.H. Siagian, 1985, Management Suatu Pengantar, Alumni Bandung.Heffes, E. M, 2006, “Leadership’s Role In Shaping and Sustaining FEIâ€, Financial Executive, May.Hersey, Paul and Kenneth H. Blanchard. 1992. Manajemen Perilaku Organisasi : Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Edisi Keempat, Terjemahan : Agus Dharma, Erlangga, Jakarta.Kartini Kartono, 1980, Pengantar Metodologi Risearch, Alumni Bandung.Kerlinger, Fred., 1992. Asas-asas Penelitian Behavioral. Gramedia, Jakarta.Koentjaraningrat, 1982, Metodologi Penelitian Masyarakat, LIPI, Jakarta.Koontz, Moekijat, 1997, Manajemen Tenaga Kerja dan Hubungan Kerja, Penerbit CV. Pionir Jaya, Bandung .Mohammad Ali. 1984. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi, Angkasa, Bandung.Muhammad Mustari., 2012. Pengantar Metode Penelitian. Laksbang, Yogyakarta.Pariata Westra, 1989. Beberapa Masalah Di Dalam Hubungan Kerja Kemanusiaan, Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta,Soedjono Soekanto, 1985, Sosiologi Research I & II, Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta.Sondang P. Siagian, 1992. Kerangka Dasar Ilmu Administrasi, Rineka Cipta, Jakarta.Soewarno Handayaningrat, 1982, Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Management, Gunung Agung, Jakarta.Suharsimi Arikunto.,  2000, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Cetakan Kedua Belas, Edisi Revisi V. Reineka Cipta, Jakarta.Sugiyono. 2000. Statistika Untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung.Sutrisno Hadi. 1984. Metodologi Research 2, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta.Seorang pemimpin perusahaan diarahkan pada penggunaan faktor produksi secara efektif dan efisien sehingga diperoleh produksi pada tingkat tertentu. Sedangkan seortang pemimpin birokrat diarahkan pada pengaturan tugas-tugas pelayanan terhadap masyarakat. Selanjutnya, seorang pemimpin di lingkungan militer diarahkan pada tugas-tugas komando dalam bidang pertahanan dan keamanan serta penerapan disiplin militer.Semua prajurit yang ada di lingkungan Batalyon 611/SAMARINDA mulai pada tingkatan tamtama, bintara hingga perwira. Sehingga setiap orang tahu kapan saatnya memimpin dan kapan pula ia harus dipimpin. Namun demikian setiap komandan yang dipercaya memimpin suatu satuan memiliki cara kepemimpinan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan, lingkungan tempat memimpin, dan kepribadian sehingga akan menentukan seberapa kuat kepemimpinan yang ada terhadap motivasi para prajurit sebagai bawahan.Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara Kepemimpinan dengan Semangat Kerja Prajurit Batalyon 611/SAMARINDA yang ada di lokasi perbatasan.Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian verifikatif atau yang bersifat kausalitas, yakni penelitian yang mencari hubungan antara variabel sebab dengan variabel akibat. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara Kepemimpinan (Independent variable) dengan Semangat Kerja (Dependent variable). Untuk menganalisis data variabel Koordinasi dan Produktivitas Kerja yang diperoleh melalui daftar pertanyaan penulis menggunakan rumus koefisien Rank Spearman (Ï)Hasil analisis menunjukkan bahwa rho tabel untuk n = 25 pada taraf 5% adalah 0,4005. Dengan membandingan Ï dengan Ï tabel diperoleh Ï > Ï tabel,   Berdasarkan analisis terhadap data yang terkumpul maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Tidak terdapat hubungan (asosiasi) antara Kepemimpinan dengan Semangat Kerja Prajurit. Hal ini menunjukkan bahwa Siapapun yang memimpin di Satuan Tugas perbatasan tidak akan mengubah semangat kerja prajurit baik menjurun ataupun sebabaliknya. 2) Koefisien korelasi rank spearman yang diperoleh sebesar 0,46 menunjukkan tidak terdapat hubungan (asosiasi) yang signifikan antara Kepemimpinan dengan Semangat Kerja Prajurit..Â