Articles
NATIVE CHARACTERISTIC OF INDIGENOUS INDONESIAN CULTURE AS REFERENCE IN RE-DESIGNING TOURISM AREA
Wawan Ardiyan Suryawan;
Ainiyah Intan Permatasari
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1554.115 KB)
|
DOI: 10.12962/j2355262x.v17i1.a3730
Mount Bromo has been well known nationally and even internationally has stunning natural beauty and unique culture of its inhabitants. Both of these have proved able to attract many local and foreign tourists to visit, so its impact also could be felt directly on the economy improvement of local communities and also for the state's foreign exchange from the tourism sector. The uniqueness of Tengger culture can be regarded as a national treasure that has been maintained by the Government sustainably. An idea that is proposed as an effort to help its preservation is to adopt the concept of Ubud Culture Village in Bali. It is considered the most suitable to be applied because it will not only absorb tourists, but also maintain the authenticity of local culture, especially the function and architectural form of traditional buildings of the Tengger tribe that must also be preserved.
Analogi Warna Biru dalam Perancangan Wisata Akuarium Laut Surabaya
Rigan Satria Asmara Putra;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1147.904 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3811
Seorang perancang memiliki banyak metode dalam merancang objek rancang arsitektur, salah satu metode yang dipakai adalah metode rancang dengan analogi. Objek rancang yang menggunakan metode ini adalah Wisata Akuarium Laut Surabaya. Wisata Akuarium Laut Surabaya adalah tempat yang berfungsi sebagai area wisata yang memiliki 3 fungsi utama : edukasi, rekreasi dan konservasi tentang satwa laut dari lautan Indonesia dan berbagai tempat di dunia. Pemilihan tema rancang yang dipakai adalah biru, yang merupakan pendefinisian dari makna dan filosofi dari warna biru. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan akuarium. Penerapan dari tema rancang biru ini terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan
Eksplorasi Simbolisasi Kepahlawanan dalam Perancangan Galeri Kapal Laut
Rizky Darmadi;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3296.772 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6515
Keuletan kapal-kapal laut Indonesia telah dikenal sejak abad ke-8 dimana bukti kekuatan dan ketangguhan para pelaut Indonesia tercatat dalam relief candi Borobudur. Namun di masa kini, akibat kurangnya minat dalam menghargai setiap detail pembangunan bangsa, dengan minimnya apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap potensi maritim dan kebaharian, sehingga perlu untuk merancang suatu objek rancang arsitektur yang dapat menggugah masyarakat dan mencerminkan kekuatan dan ketangguhan kapal laut. Objek rancang merupakan Galeri Kapal Laut yang kemudian mengangkat tema kepahlawanan, dengan menggunakan salah satu metode rancang yaitu simbolisasi. Pemilihan tema rancang merupakan pendefinisian dari makna dan karakter dari sifat kepahlawanan. Pemilihan tema berangkat dari isu-isu dan persyaratan bangunan yang akan diterapkan dalam sebuah bangunan galeri. Karakter kepahlawanan dapat menjadi alat pijakan dalam menguatkan citra akan kekuatan dan potensi maritim melalui kesan tangguh dan ikonik yang terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan ekspresi struktur yang digunakan.
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Kafe dan Karaoke
Nadia Arrumaisa;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2705.506 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6724
Dalam melakukan pendekatan rancang banyak cara yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan sudut pandang metafora. Objek yang akan dirancang dengan menggunakan metode ini adalah Kafe dan Karaoke Tunjungan. Kafe dan Karaoke Tunjungan adalah tempat yang berfungsi sebagai tempat hiburan keluarga yang berlokasi di tengah Kota Surabaya. Adanya tema rancang layang-layang, merupakan pendekatan yang berasal dari setiap isu yang ada, sehingga tujuan utama dari perancangan kafe dan karaoke ini adalah sebagai sebuah fasilitas hiburan keluarga. Penerapan dari tema rancang layang-layang ini terlihat pada eksterior, interior, dan fasad bangunan.
Bandung eSport Arena Membangun Ekosistem eSport di Indonesia
Muhammad Abdillah Wiguna;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (729.969 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17625
Diluar negeri game bukanlah lagi sebuah wahana untuk menghabiskan waktu luang melainkan menjadi sebuah profesi dengan pendapatan yang cukup meyakinkan. Profesi tersebut dengan adalah menjadi atlit professional dalam kasus ini yang ahli dalam bermain video game atau yang sudah banyak dikenal orang dengan sebutan eAthlete. Jika sudah diberi judul atlit maka hal yang mereka lakukan dikategorikan dalam sebuah olahraga yang mana diberi nama eSport. Di Indonesia sendiri e-sport sudah cukup berkembang, terbukti dengan adanya beberapa turnamen berskala nasional yang dilaksanakan di berbagai tempat dan diakuinya Indonesia eSport Association (IeSPA) sebagai organisasi e-sport Indonesia oleh Kemenpora turut menjadi titik terang perkembangan olahraga ini di negeri kita. Meskipun event e-sport terlihat tidak sulit untuk dilakukan karena hanya dibutuhkan seperangkat komputer dengan spesifikasi yang mumpuni namun sebenarnya untuk melaksanakannya membutuhkan tempat dengan susunan ruang-ruang tertentu. Agar atlit yang akan bertanding bisa berkonsentrasi dalam permainannya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat yang memang di desain khusus untuk melaksanakan sebuah event eSport. Objek rancangan ini selain bertujuan untuk menyokong kebutuhan lokasi untuk e-Sport juga dapat menjadi tempat untuk diadakannya event berskala internasional. Karena jika kita melihat arena e-Sport di negara lain selalu penuh didatangi oleh penonton dari negara mereka sendiri juga dari negara lain. Melalui objek rancangan ini, saya mencoba menggambarkan bahwa bermain game itu walaupun tetap kompetitif secara pertarungan, namun tetap bisa membuat orang yang melihat atau memainkannya merasa senang, karena tujuan dari dibuatnya game itu sendiri adalah agar pengguna nya bisa merasakan kebahagiaan.
Arsitektur Perilaku : Desain DPRD Bojonegoro
Arcadius Mahatma Nuragadikara;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.617 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18391
Kinerja aparat pemerintah negara sebagai wakil rakyat masih dirasa tidak optimal. Banyaknya kasus yang menimpa para wakil rakyat semakin membuat masyarakat ragu dan kehilangan kepercayaan akan aparatur negara. Tidak hanya pada skala pemerintahan pusat saja yang menjadi sorotan masyarakat, tetapi juga pemerintah daerah (Pemkab / Pemkot). Kurangnya tingkat produktivitas kerja serta transparansi para wakil rakyat daerah ini kerapkali menjadi pertanyaan besar. Kelakuan buruk oknum wakil rakyat ditambah dengan kinerja yang terkesan asal–asalan menjadi lubang hitam bagi citra wakil rakyat. Dengan metode desain yang tepat, sebuah arsitektur mampu menjadi jalan keluar atas permasalahan ini. Pendekatan berdasarkan pola dan kebiasaan kerja, yang dimainkan sedemikian rupa, dapat meningkatkan produktivitas dan transparansi para wakil rakyat. Suasana kantor dan bentuk arsitektural yang baik mampu menunjang terciptanya kondisi kondusif kerja. Objek rancang bertujuan untuk menghasilkan desain bagi kantor pemerintahan daerah yang berdampak langsung pada kinerja para wakil rakyat. Menonjolkan aspek transparansi serta produktivitas kerja sehingga terbangun kembali kepercayaan pada para wakil rakyat.
Wisata Air Kota Lama Surabaya
Cahyo Narendro;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.815 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18982
Sejarah dari sebuah sungai yang dulunya menjadi sumber elixir of life (sumber Amerta), menjadi tulang punggung perekonomian dan perdagangan, namun fungsi-fungsi tersebut terus berdegradasi sehingga menjadi tempat pembuangan limbah dan tidak lagi dianggap sebagai sumber kehidupan. Sungai yang akan perancang bahas adalah sungai Kalimas Surabaya. Terdapat 9 titik kawasan di sungai Kalimas yang menjadi rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk merevitalisasi. Faktanya, hanya 3 titik yang masih ter-revitalisasi. Maka dari itu, perancang memilih salahsatu kawasan yang masih belum ter-revitalisasi, yaitu kawasan Jembatan Merah dan sekitarnya. Berdasarkan data yang didapat berupa hasil survey yang dilakukan oleh Wakil Rektor UNTAG, bahwa Surabaya berpotensi memiliki wisata air yang juga akan mendukung program revitalisasi Pemerintah Kota nantinya. Maka dari itu, perancang akan mendesain wisata air yang terletak di kawasan Jembatan Merah dan sekitarnya. Desain dari wisata air nantinya desain yang merefleksi bangunan-bangunan konservasi di Surabaya untuk meningkatkan eksistensi dari kawasan kota lama Surabaya. Kata Kunci : sungai Kalimas Surabaya, waterfront city, kota lama Surabaya.
Desain Ruang Relaksasi untuk Stres di Perkotaan dengan Penerapan Biophilic Design
Ikvan Romadhani;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.692 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.25952
Stres merupakan hal yang selalu dialami oleh setiap orang apalagi di daerah perkotaan. Banyak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi manusia menjadi stres. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres dapat berasal dari lingkungan maupun individu itu sendiri. Stres itu sendiri merupakan bagian dari kehidupan manusia sehingga sangat sulit untuk dihindari. Stres dapat dikurangi dengan berbagai cara. Seperti melakukan beberapa aktivitas yang dapat membantu mengurangi stres contohnya berlibur, berolahraga, bermain, melakukan relaksasi dan lainnya. Oleh karena itu objek arsitektur yang diusulkan untuk mewadahi aktivitas tersebut yang berupa sebuah healing space atau tempat relaksasi, dimana objek arsitektur yang dirancang dapat membantu mereduksi tingkat ke-stres-an dan menciptakan suasana yang tidak membuat seseorang menjadi stres di lingkungan kota itu sendiri.
Pendekatan Arsitektur Hijau pada Rancangan Kampung Wisata Budaya Tengger
Ainiyah Intan Permatasari;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (745.079 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26343
Salah satu wujud kebudayaan berupa aktivitas yang bisa dikatakan hampir punah ialah kebudayaan yang dilakukan oleh suku Tengger. Di sisi lain, Gunung Bromo memiliki keindahan alam yang luar biasa dikenal hingga mancanegara. Sebagai suku yang tinggal di kawasan wisata, masyarakat Tengger harus mampu memanfaatkan sektor pariwisata untuk melestarikan kebudayaan serta mengembangkan perekonomian mereka di bidang tersebut. Konsep kampung wisata budaya dipilih untuk dapat mengatasi isu tersebut. Kampung berfungsi untuk lebih mendekatkan masyarakat asli suku Tengger dengan wisatawan. Adanya kampung wisata budaya ini diharapkan agar warga dapat melestarikan kebudayaannya dengan nyaman dan wisatawan dapat belajar, melihat, dan merasakan langsung kebudayaan tersebut karena mereka bisa hidup berdampingan dengan penduduk asli Tengger. Pendekatan Arsitektur Hijau dipilih untuk lebih memperhatikan kondisi eksisting tapak serta masyarakat Tengger sebagai user.
Lansekap Sebagai Wadah Positif Kegiatan Dakwah
Nurul Puji Astuti;
Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (642.839 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26773
Ruang luar lansekap yang ada saat ini semisal taman kota yang berada disebuah daerah menjadi pemandangan umum bahwa banyak sekali ditemukan para pemuda melakukan kegiatan negatif seperti halnya pacaran . Ruang luar lansekap yang awalnya didesain agar menjadi kebaikan bagi sesama ini menjadi sebuah kerusakan ditengah masyarakat, karena yang terjadi nantinya adalah kerusakan moral di tengah masyarakat yang berdampak pada kelangsungan generasi kedepannya. Padahal pemuda adalah tonggak kehidupan kedepan. Oleh sebab itu adanya ruang luar lansekap yang belum terfungsikan dengan baik ini menjadi pelajaran bersama tentang bagaimana pengorganisasian sebuah ruang luar. Dakwah hadir sebagai pelengkap sebuah tatanan ruang luar lansekap di tengah masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Sehingga, ruang luar yang didesain sebagai fungsi paru paru kota dan menjadi area bersama ini bisa benar benar dimanfaatkan dengan baik dan efektif. Maka perlu adanya pengorganisasian sebuah ruang luar lansekap. Pada kajian kali ini akan dibahaskan terkait desain ruang luar lansekap yang diorganisaikan sebagai wadah positif kegiatan dakwah dengan harapan bisa memperbaiki keadaan para pemuda maupun masyarakat pada umumnya agar tercipta keharmonisan dan kebaikan bersama ditengah tengah masyarakat.