Wawan Ardiyan Suryawan
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Disprogramming Wisata Akuarium Biota Laut dan Pusat Rehabilitasi Trauma Anak untuk Mengubah Persepsi Buruk Masyarakat Wiwit Maryadi; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.517 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33671

Abstract

Kekerasan pada anak yang sedang marak terjadi di Indonesia dapat menyebabkan trauma berat dan berkepanjangan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sehingga anak-anak tersebut membutuhkan perlindungan dari orang-orang di sekitar mereka. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang trauma menimbulkan stigma dan persepsi yang buruk terhadap anak-anak yang menderita trauma. Persepsi yang buruk tentang trauma ini, harus diubah demi meningkatkan kepedulian masyarakat dan membantu dalam pemulihan bagi anak-anak yang mengalami trauma. Pendekatan dengan ilmu psikologi yaitu teori empati diterapkan pada perancangan objek untuk menyelesaikan permasalahan persepsi buruk masyarakat terhadap penderita trauma. Dengan menerapkan teori disprogramming yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi sebagai metode, objek merupakan penggabungan dari pusat rehabilitasi trauma anak dengan wisata akuarium biota laut. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk menghubungkan masyarakat dengan penderita trauma sehingga terjadi hubungan dimana masyarakat dapat berekreasi sambil mengembangkan empati mereka terhadap anak-anak penderita trauma, dan anak-anak penderita trauma memiliki area terapi untuk pemulihan trauma mereka.
Pemanfaatan Vacant Space dan Optimalisasi RTH pada Bundaran Waru Suci Wahyu Rahmadani; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.873 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34020

Abstract

Vacant space atau lahan kosong cenderung tidak terawat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan lingkungan yang tidak terkontrol sehingga aktivitas yang terjadi pada lahan ini juga tertutupi dan berpotensi untuk membentuk ruang-ruang negatif. Selain itu, vacant space dapat berupa RTH atau berpotensi untuk menjadi RTH, sehingga memanfaatkan vacant space, agar ruang ini lebih terpantau, juga berpotensi untuk mengurangi RTH. Lahan yang memiliki kriteria dilematis ini contohnya Bundaran Waru. Perancangan pada Bundaran Waru harus menyasar pada aspek sosial dan lingkungan, serta ekonomi agar ruang ini dapat berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan adalah metode analogi dan metode arsitektur sebagai lansekap. Alasan pemilihan metode tersebut diharapkan dapat memberikan solusi desain yang spesifik pada lahan Bundaran Waru.
Desain Penjara Koruptor dengan Penerapan Hukuman Sosiologis Anom Satvika Danta; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.57255

Abstract

Perilaku koruptif di Indonesia yang tinggi menjadikan tindak korupsi suatu perilaku buruk yang menjadi kebiasaan bagi beberapa masyarakatnya. Tindak pidana yang ringan dan terkesan kurang memberi efek jera, dinilai menjadi suatu alasan tingkat presepsi korupsi di Indonesia yang masih tinggi yakni pada urutan 89 di dunia. Kebebasan kuroptor dalam mengatur kehidupannya di dalam penjara juga sangat mudah. Hukuman yang tidak sepadan dengan kenyamanan kondisi tahanan dalam penjara yang membuat koruptor seakan memiliki kuasa dalam tahanan dan memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat sekitar. Penggunaan framework Donna Duerk sebagai alur berfikir dengan pendekatan prilaku menjadi salah satu cara memberi sebuah efek jera bagi koruptor melalui desain yang akan diterapkan. Isu permasalahan awal coba di reduksi dengan menggunakan pendekatan perilaku, pendekatan perilaku ini lebih berfokus kepada segi sosiologi yang menargetkan kontak pelaku dengan masyarakatnya. Dari pendekatan sosiologi dan beberapa riset yang telah dilakukan, ditemukan bahwa mempermalukan narapidana dan membuat dia mengabdi kepada masyarakat merupakan hal tepat sebagai pengganti sistem penjara lama yang lebih menekankan kepada hukuman fisik. Hukuman mempermalukan narapidana ini dapat dicapai dengan mengajarkan nilai nilai moral yang berada didalam kehidupan bermasyarakat, juga memberikan sedikit privasi bagi narapidana.
Pengembangan Area Hiburan dan Edukasi di Area Paralayang Batu Nur Indah Sari; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.59163

Abstract

Kota Batu adalah kota yang berada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat laut Malang dan sebelah barat daya Kota Surabaya. Kota Batu dahulu adalah bagian dari Kabupaten Malang, namun kemudian pada tanggal 17 Oktober 2001 batu ditetapkan menjadi kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Malang. Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata yang terbilang baik di Indonesia karena potensi keindahan alamnya yang indah dipandang. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, terdapat salah satu tempat wisata minat khusus yang akhir-akhir diminati oleh banyak orang, yaitu Gunung Banyak yang terdapat pada Batu Malang, olahraga yang terdapat pada Gunung Banyak ini yaitu paralayang. Kawasan Paralayang Gunung Banyak memiliki fasilitas olahraga paralayang untuk para wisatawan yang penasaran dan ingin mencoba bermain paralayang ini berbasis masyarakat. Rancangan menggunakan pendekatan green architecture. Pendekatan green architecture dipilih agar desain yang tercipta tidak merusak alam dan kondisi lingkungan disekitar lokasi serta memberikan dampak positif pada penduduk setempat.
Arsitektur dan Sampah: Tempat Pengolahan Sampah Khusus Sampah Plastik Berbasis Wisata Edukasi Akhmad Raihan Fadhila; Wawan Ardiyan Suryawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i2.69942

Abstract

Permasalahan Sampah sudah sering sekali terdengar dikalangan masyarakat Jakarta. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa Jakarta merupakan salah satu provinsi yang menjadi penyumbang sampah terutama sampah plastik terbanyak di Negara Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, Jakarta memegang rekor peringkat kedua provinsi terbanyak produksi sampahnya setelah kota Surabaya. Apabila sampah ini dibiarkan saja untuk menumpuk maka dapat berdampak ke segala aspek mulai dari kebersihan lingkungan hingga ke bencana alam. Salah satu cara yang pemerintah lakukan adalah dengan memindahkan tumpukan-tumpukan sampah dari daerah DKI Jakarta ke daerah luar yakni di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Namun ternyata karena hanya mengandalkan satu tempat saja diperkirakan bahwa dalam 2 tahun lagi bantar gebang akan mengalami overload sampah dan tidak bisa menampung sampah lagi. Sehingga pemerintah gencar-gencar membuat alternatif TPA. Daerah yang dipilih sebagai lokasi objek rancang adalah Jakarta Timur dikarenakan jakarta timur merupakan kota di DKI Jakarta yang paling banyak memproduksi sampah. dalam pembuatan tempat pengolahan sampah di daerah Perkotaan dikaenakan masih adanya paradigma buruk masyarakat terhadap sampah dan tempat pembuangannya pastinya ada beberapa aspek lain yang harus dipikirkan seperti bagaimana cara beradaptasi terhadap keadaan DKI Jakarta terutama Jakarta Timur yang berbentuk perkotaan. lalu juga memikirkan aspek lingkungan agar dampak yang diberikan tidak lagi menjadi sesuatu yang negatif. Dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan dan metode Green Architecture diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sampah dan juga tidak memberikan dampah negatif terhadap sekitar lahan.