Grace Friscilia Thane
Brawijaya University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN TATA AKUSTIK RUANG IBADAH GEREJA PROTESTAN DI INDONESIA BAGIAN BARAT (GPIB) JEMAAT IMMANUEL MALANG Grace Friscilia Thane; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gereja memiliki arti sebagai tempat bagi umat Kristiani untuk beribadah maupun melakukan kegiatan kerohanian lain. Ruang ibadah dalam kegiatan ibadah gereja merupakan tempat untuk berkomunikasi baik secara verbal, musik, dan emosional antara pendeta, pemimpin liturgi/MC, pemain musik, pengisi pujian, jemaat dan lainnya. Jika akustik dalam ruang ibadah baik, maka suara verbal dan musik dapat terdengar jelas. Bangunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Malang adalah salah satu bangunan Cagar Budaya Malang dan berada di daerah dengan intensitas kebisingan tinggi karena berada di pinggir perempatan jalan raya Alun-alun Kota Malang. Metode yang digunakan untuk meninjau permasalahan yaitu melakukan pengukuran dan penelitian aspek-aspek akustik secara objektif dengan menggunakan alat dan dengan menyebarkan kuisioner online mengenai tingkat kenyamanan audial jemaat. Observasi awal pada bangunan eksisting menunjukkan bahwa terdapat masalah pada suara bising latar belakang dan waktu dengung (RT) dalam ruang ibadah utama masih melebihi standar, posisi loudspeaker di daerah pinggir kursi (kanan-kiri) dan juga pada ruang tambahan samping Gereja yang tidak terdapat speaker sehingga suara yang dihasilkan menjadi kurang terdengar. Untuk itu, diperlukan adanya evaluasi kenyamanan audial GPIB Immanuel, serta memberikan saran untuk perbaikan kualitas akustik di dalam ruang ibadah utama Gereja tersebut.
Typology and Morphology of Traditional Sasak Settlement Grace Friscilia Thane
Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol 16, No 1 (2024): January 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v16i1.10264

Abstract

The cultural richness that characterizes Sasak is reflected in the form of architecture, landscape patterns, and settlements. It is known that there are six traditional villages, each of which has a share in the enrichment of Sasak culture and beauty. The architectural objects taken are from traditional villages on Lombok Island inhabited by the Sasak Tribe by exploring the historical and socio-cultural significance to explain their unique characteristics and the influence of history and cultural beliefs on settlement patterns. This research focuses on physically grouping settlement patterns and relating them to culture and local regulations to find the typology and morphology of traditional Sasak settlements. These two classifications are influenced by history and the phenomenon of the 2018 earthquake in these settlements, highlighting the resilience and cultural significance of traditional Sasak structures. Key findings include the classification of two forms of Sasak architecture settlement patterns: hilly Sasak architecture and flat land Sasak architecture., each with distinct characteristics and orientations. The study provides valuable insights into the architectural, historical, and cultural aspects of traditional Sasak settlements, contributing to a deeper understanding of their significance and unique characteristics.