Andika Citraningrum
Brawijaya University

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN TATA AKUSTIK RUANG IBADAH GEREJA PROTESTAN DI INDONESIA BAGIAN BARAT (GPIB) JEMAAT IMMANUEL MALANG Grace Friscilia Thane; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gereja memiliki arti sebagai tempat bagi umat Kristiani untuk beribadah maupun melakukan kegiatan kerohanian lain. Ruang ibadah dalam kegiatan ibadah gereja merupakan tempat untuk berkomunikasi baik secara verbal, musik, dan emosional antara pendeta, pemimpin liturgi/MC, pemain musik, pengisi pujian, jemaat dan lainnya. Jika akustik dalam ruang ibadah baik, maka suara verbal dan musik dapat terdengar jelas. Bangunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Malang adalah salah satu bangunan Cagar Budaya Malang dan berada di daerah dengan intensitas kebisingan tinggi karena berada di pinggir perempatan jalan raya Alun-alun Kota Malang. Metode yang digunakan untuk meninjau permasalahan yaitu melakukan pengukuran dan penelitian aspek-aspek akustik secara objektif dengan menggunakan alat dan dengan menyebarkan kuisioner online mengenai tingkat kenyamanan audial jemaat. Observasi awal pada bangunan eksisting menunjukkan bahwa terdapat masalah pada suara bising latar belakang dan waktu dengung (RT) dalam ruang ibadah utama masih melebihi standar, posisi loudspeaker di daerah pinggir kursi (kanan-kiri) dan juga pada ruang tambahan samping Gereja yang tidak terdapat speaker sehingga suara yang dihasilkan menjadi kurang terdengar. Untuk itu, diperlukan adanya evaluasi kenyamanan audial GPIB Immanuel, serta memberikan saran untuk perbaikan kualitas akustik di dalam ruang ibadah utama Gereja tersebut.
Pengaruh Material Pelapis Ruang Terhadap Tingkat Kebisingan dan Waktu Dengung Quinn Trixie Rizky Adrian; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Aula merupakan salah satu fasilitas sekolah Al-Azhar Syifa Budi Jakarta yang memiliki peran penting dalam kelancaran program sekolah. Letak sekolah yang sejajar jalan raya serta dikelilingi area komersil memberikan sumber bising yang dapat mengganggu berlangsungnya kegiatan dalam ruangan, serta penggunaan material ruang yang dapat memantulkan suara menjadi dengung. Dengan mempertimbangkan kebutuhan aktivitas yang terjadi dalam ruang aula yaitu berbicara dan mendengar, sehingga dibutuhkan kenyamanan audial yang baik untuk mendukung kelancaran aktivitas didalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kenyamanan audial ruang aula. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif evaluatif dengan alat ukur kebisingan merk Lutron diletakkan pada 27 titik dalam dan 12 titik luar ruang aula, serta simulasi akustik Ecotect Analysis untuk evaluasi. Didapatkan nilai rata-rata kebisingan masih dalam standar 35-45dB. Sedangkan, hasil pengukuran waktu dengung dalam ruang berada pada 4.30, 3.75, dan 2.99 dimana angka ini tidak sesuai standar Newman 1.3-1.9 detik pada ketiga frekuensi tersebut. Digunakan percobaan penggantian material stuktur ekspos menjadi gabungan dari panel akustik, plafon akustik, dan papan kayu tatal sehingga mencapai standar tersebut dengan angka akhir yaitu 1.80, 1.19, dan 1.16.  ABSTRACT   The hall is one of Al-Azhar Syifa Budi Jakarta school’s facilities that has a big impact to the success of school programs. The school location aligned with the street and surrounded by commercial buildings in which become the source of noises that potentially disrupt the activities inside, along with the interior material that would produce reverberation in the room. Considering the needs of the room which is speaking and listening, therefore need an excellent audial comfort to support the activity inside. The purpose of this research is to find out the hall’s audial comfort. This research uses descriptive evaluative method with Lutron sound-level meter placed in 27 spots inside and 12 outside the hall, and Ecotect Analysis simulation software for evaluation. The result of this research indicates that average ambient noise still according to standard of 35-45dB. While, the results of reverberation time are 4.30, 3.75, and 2.99 in which is higher than it supposed to, according to the Newman standards. The material exchange from exposed structure to the mixed of acoustic panel, acoustic tile ceiling, and cork sheet panel was used in order to achieve the comfort that it needs with the final result of 1.80, 1.19, and 1.16.
Kenyamanan Lingkungan Termal Ruang Luar Pada Taman Bungkul Surabaya Haryo Seno Wibowo; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau memiliki peran penting dalam kawasan perkotaan yang padat, selain memiliki fungsi ekonomi, sosial dan budaya, ruang terbuka hijau juga memiliki fungsi sebagai kontrol iklim mikro yang dapat meningkatkan kualitas iklim perkotaan. Kota Surabaya dijuluki sebagai kota taman memiliki 1649,10 Ha ruang terbuka hijau berupa taman kota yang mana Taman Bungkul adalah salah satu taman yang menjadi ikon Kota Surabaya. Taman Bungkul seharusnya dapat menjadi preseden taman kota yang baik untuk pengembangan taman kota Surabaya di masa mendatang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-evaluatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan termal yang ada pada Taman Bungkul melalui  metode Temperature Humidity Index (THI). Sejatinya beraktivitas pada ruang luar termasuk taman kota membutuhkan kondisi tertentu agar masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas di ruang luar. Dilakukan pengukuran data iklim mikro berupa Temperature Udara, Kelembaban Udara dan Kecepatan Angin selama tiga hari berturut-turut, dan hasil penelitian pada Taman Bungkul menunjukkan nilai tidak nyaman (>26). Nilai iklim mikro berbeda pada masing-masing titik pengukuran bergantung pada elemen pembentuk lansekap, dan elemen vegetasi merupakan elemen lansekap yang berperan penting dalam kontrol iklim mikro disekitarnya
Rekayasa Selubung Bangunan untuk Mengoptimalkan Pencahayaan Alami pada Ruang Rawat Inap Gedung Jantung dan Paru di RSUD Bangil Pasuruan Mohammad Hardian Afrizal; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRumah sakit merupakan salah satu prasarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Keberadaan ruang rawat inap pada rumah sakit adalah bentuk fasilitas fisik dalam memberikan pelayanan kesehatan. Namun kenyamanan pengguna didalamnya harus diperhatikan. Untuk mencapai kenyamanan visual, pencahayaan alami pada ruang rawat inap harus sesuai dengan standar kenyamanan visual. Standar kenyamanan visual untuk bangunan rumah sakit adalah 250 lux. Namun pada kondisi eksisting sisi utara dan timur, intensitas dan distribusi pencahayaan alami didalam ruang sangat kecil. Sedangkan di sisi selatan intensitas dan distribusi pencahayaannya alami sangat tinggi. Penelitian ini menggunakan Dialux Evo sebagai perangkat simulasi untuk mengetahui intensitas dan distribusi pencahayaan alami pada waktu yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tambahan bukaan jenis clear glass dan shading device jenis overhang horizontal mampu menaikkan dan menurunkan intensitas pencahayaan alami didalam ruang rawat inap Gedung Jantung dan Paru di RSUD Bangil Pasuruan.
Pengaruh Pola Pelapis Dinding dari Kulit Jagung Terhadap Penurunan Kebisingan Ruang Kelas (Studi Kasus: SD Negeri Polowijen 1 Malang) Ade Purnama Hendrayani; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SD Negeri Polowijen 1 Malang merupakan sekolah dasar yang terletak di dekat perlintasan kereta api dan jalan raya, Hal ini mengakibatkan kebisingan menyebar sehingga kurangnya kenyamanan audial di dalam ruang kelas. Untuk menurunkan kebisingan tersebut dapat menggunakan pelapis dinding akustik ramah lingkungan yang terbuat dari kulit jagung dimana kulit jagung memiliki serat yang beralur sehinga dapat menyerap kebisingan dengan baik, Di Indonesia kulit jagung mudah ditemukan karena merupakan salah satu tanaman yang banyak diproduksi petani dan dengan kemampuan menyerap yang baik kulit jagung dapat digunakan sebagai material akustik. Pemilihan pola yang tepat pada pelapis dinding akustik ramah lingkungan ini dapat berpengaruh terhadap nilai serap kebisingan oleh dari itu pelapis dinding dibentuk berdasarkan bentuk geometri dasar 3 dimensi yaitu pola gelombang (setengah silinder), pola gerigi (prisma segitiga), dan pola silinder (silinder) dengan lebar rongga udara yang berbeda pada masing-masing polanya yaitu 0,5 cm, 1,0 cm, dan 1,5 cm. Pengujian sampel pelapis dinding menggunakan maket skala 1:20 dan sound level meter. Pengujian dilakukan pada frekuensi tinggi yaitu 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, dan 4000 Hz dimana nilai serap terbaik diperoleh dari pola silinder dengan lebar rongga udara 1,0 cm mampu menurunkan 49 dB.Kata kunci: kenyamanan audial, kulit jagung, pola pelapis dinding akustik
KINERJA TERMAL PELAPIS DINDING BAMBU SEBAGAI MATERIAL SELUBUNG BANGUNAN PADA KAMPUNG LAYUNG Glenn Calvin; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pemanasan global menuntut adanya sikap kritis dalam memilih bahan bangunan yang ramah liongkungan. Bahan bambu dipilih dalam penelitian ini sebagain bahan alternatif ramah lingkungan karena kelebihannya yang murah, kuat, mudah dikembangiakkan, dan kecepatan tumbuh yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja bahan bambu dalam menjaga suhu dalam bangunan pada batas nyamanan termal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang didapat berupa pengukuran suhu, kelembaban udara, dan kecepatan angin pada lingkungan luar dan bagian dalam bangunan. Pemilihan objek berdasarkan beberapa kriteria seperti jumlah bangunnan dalam satu kawasan yang memiliki kesamaan fungsi dan bahan pelapis bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya lapisan bambu pada dinding dapat menjaga suhu udara dalam ruangan stabil pada suhu nyaman apabila bangunan tidak dipengaruhi oleh pergerakan angin dari luar. Suhu ruang dalam menghangat saat suhu luar ruangan berada dibawah batas nyaman dan sebaliknya. Karena itu bahan ini terbukti baik digunakan sebagai bahan pengganti pada dinding.
Penerapan Prinsip Tanggap Iklim Tropis Pegunungan pada Arsitektur Vernakular Rumah Tinggal (Studi Kasus di Dusun Sumbersari, Kec. Karangploso, Kab. Malang) Faizzah Karimah; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Indonesia memiliki berbagai kondisi alam karena keberadaannya di daerah beriklim tropis. Oleh karena itu, banyak strategi dalam mendesain rumah tinggal yang disesuaikan dengan kondisi alam setiap daerah, termasuk di kawasan pegunungan yang memiliki suhu dingin. Studi kasus yang diangkat adalah pada rumah tinggal vernakular di Dusun Sumbersari, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prinsip tanggap iklim tropis pegunungan yang diterapkan serta bagaimana pengaruhnya terhadap kenyamanan termal pada bangunan. Penelitian menggunakan metode rasionalis kualitatif dan didukung dengan data yang bersifat kuantitatif berdasarkan pada indikator dan tolak ukur yang digunakan untuk meneliti kenyamanan termal dari kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan kecepatan angin sebagai akibat dari penerapan prinsip arsitektur tanggap iklim tropis di pegunungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan saat mendesain rumah tinggal di daerah pegunungan melalui penerapan prinsip tanggap iklim tropis.   Kata kunci: Arsitektur Tanggap Iklim, Iklim Tropis, Pegunungan, Rumah Tinggal Vernakular.   ABSTRACT   Indonesia has various natural conditions due to its existence in tropical climates. Therefore, there are many strategies in designing houses that are adapted to the natural conditions of each area, including mountainous areas that have cold temperatures. The case of study is in a vernacular house in Sumbersari Hamlet, Tawangargo Village, Karangploso District, Malang Regency. This research was conducted to determine how the principles of response to the tropical mountain climate are applied and how it affects thermal comfort in buildings. This research uses qualitative rationalist methods and is supported by quantitative data based on indicators and benchmarks used to examine thermal comfort from environmental conditions such as temperature, humidity, and wind speed as a result of applying the principles of responsive tropical climate responsiveness in mountains. This research is expected to be an idea when designing houses in mountainous areas through the application of tropical climate responsiveness principles.   Keywords: Climate Response Architecture, Tropical Mountain Climate, Vernacular Residence.
Kualitas Akustik Ruang pada Masjid dengan Dinding Roster (Studi Kasus: Masjid Al-Ikhlas) Intan Yuntia Ismah Zain; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam yang membutuhkan kualitas akustik yang nyaman. Masjid Al-Ikhlas, Sidoarjo, merupakan masjid berdinding roster. Lubang-lubang pada roster menyebabkan kebisingan dari luar ruangan masuk ke dalam ruang sholat.  Penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu deskriptif, kuantitatif dengan menghitung waktu dengung menggunakan rumus Sabine, dan eksperimental dengan simulasi digital menggunakan software EASE 4.4. Variabel bebasnya adalah material pelingkup interior dan presentase jumlah lubang roster. Variabel terikatnya adalah tingkat kebisingan latar belakang, tingkat tekanan bunyi, dan waktu dengung. Hasil pengukuran menunjukkan nilai kebisingan latar belakang di dalam dan luar ruangan yang masih melebihi standar. Tingkat tekanan bunyi sudah meratan, tapi cacat akustik masih terjadi di beberapa tempat. Waktu dengung masih jauh di bawah standar, baik dengan perhitungan manual maupun simulasi. Oleh karena itu diperlukan modifikasi untuk menangani permasalahan tersebut dengan menambahkan noise barrier pada lubang roster, menambah dan merubah posisi speaker, mengganti material pelingkup interior, dan menutup 50% lubang roster.
Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Suhu Udara pada Bangunan dengan Pengkondisian Udara Buatan (Studi Kasus: Toko Kopi Bersaudara, Mojokerto Imelda Millenia Tanuwijaya; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko Kopi Bersaudara merupakan salah satu coffee shop yang berada di Kota Mojokerto yang berdiri sejak 2019 berfungsi sebagai tempat berkumpul dan banyak kegiatan lainnya, maka bangunan ini harus mampu memenuhi kenyamanan suhu udara agar pengguna dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. Kajian ini bertujuan untuk menemukan faktor yang mempengaruhi kenyamanan suhu udara pada bangunan, mengetahui kondisi kenyamanan suhu udara dibandingkan dengan standar serta mengetahui upaya dalam meningkatkan kenyamanan suhu udara pada bangunan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengukuran, deskriptif untuk menganalisis data danmevaluatif digunakan untuk memberikan rekomendasi desain berdasarkan teori. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi kenyamanan suhu udara pada bangunan ini tergolong nyaman pada pukul 09.00 - 12.00 dan tidak nyaman pada pukul 13.00 - 15.00. Hasil pengukuran tersebut dikaitkan dengan beberapa faktor yaitu penggunaan material yang kurang tepat, kurangnya ventilasi dan vegetasi. Kata kunci: kenyamanan suhu udara, pengkondisian udara, material selubung bangunan, ventilasi