Ary Dedy Putranto
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Green Building pada Desain Sport Center Kampus II Universitas Islam Negeri Malang di Kota Batu Adrian Thesza Permana; Subhan - Ramdlani; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.482 KB)

Abstract

Universitas Islam Negeri Malang merupakan salah satu universitas besar di kota Malang. Perencanaan pengembangan kampus II Universitas Islam Negeri Malang ini sendiri dimulai dari hasil lelang pada September 2014 lalu yang kemudian menghasilkan sebuah masterplan kampus II  yang berlokasi di kota Batu. Salah satu bangunan yang menjadi konsep pengembangan kampus II ini adalah sebuah Sport Center.  Tujuan dari sebuah Sport Center sendiri adalah sebuah bangunan yang difungsikan sebagai sarana olahraga untuk menjaga kesehatan pengguna bangunannya, oleh karena itu konsep Green Building merupakan konsep yang tepat karena konsep ini bertujuan agar desain bangunan dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga menciptakan lingkungan yang sehat bagi pengguna bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konsep Green Building yang tepat dan dapat diterapkan pada bangunan Sport Center. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang menjelaskan aplikasi konsep Green Building pada desain Sport Center. Hasil yang dicapai adalah sebuah bangunan olahraga yang mampu memenuhi kriteria Green Building dari GBCI dan mampu memperoleh poin yang cukup sebagai penilaian atas konsep yang diterapkan. Diharapkan Sport Center ini dapat menjadi parameter pembangunan gedung olahraga yang tanggap lingkungan.   Kata Kunci: Green Building, Sport Center, GBCI
Tata Cahaya Buatan pada Ruang Pamer Museum Brawijaya Malang Rivaldi Ardiansyah; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.149 KB)

Abstract

Sistem tata cahaya pada museum tentu merupakan salah satu hal penting, terutama pada museum yang bangunannya menggunakan bangunan tua peninggalan sejarah, dimana sistem tata cahaya harus dibuat agar museum tidak terlihat seram dan menakutkan, sistem tata cahaya juga harus dibuat agar museum dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi. Museum Brawijaya Malang yang terletak di jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan bangunan museum yang diresmikan tahun 1968. Museum ini belum pernah mengalami revitalisasi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan alat Luxmeter dan simulasi data menggunakan software Dialux 4.12. Penelitian ini untuk meninjau sistem tata cahaya buatan dengan aspek kenyamanan visual pada ruang pamer Museum Brawijaya Malang sesuai dengan standart pencahayaan museum yakni 500 lux yang direkomendasikan oleh Standart Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ruang pamer belum memenuhi standar pencahayaan dengan penyebaran intensitas penerangan yang belum merata ke seluruh ruangan. Variabel yang diteliti pada tata cahaya ruang pamer Museum Brawijaya Malang adalah, intensitas penerangan, desain bukaan, tata letak titik lampu dan suasana, kemudian keawetan barang koleksi.   Kata kunci: Museum, Ruang Pamer, Tata Cahaya Buatan
Konsep Bangunan Hijau Pada Gedung E Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Hayuning Permata Sari; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.434 KB)

Abstract

Saat ini Indonesia mengahdapi permasalahan tingginya rata-rata emisi karbon harian. Salah satu penyebab terbesar adalah pemakaian energi dalam gedung. Dibutuhkannya solusi yaitu penerapan konsep bangunan hijau di kota-kota Indonesia. Kota Malang terpilih menjadi green city dan dengan adanya program green campus akan memacu berbagai perguruan tinggi untuk mewujudkannya termasuk di Universitas Brawijaya. Meskipun pada pembangunan gedung di kampus UB tidak didesain dengan konsep bangunan hijau, namun sekilas konsep ini telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kuantitatif untuk mengetahui hasil pengukuran kriteria bangunan hijau berdasarkan GREENSHIP NB 1.2. Objek gedung E dipilih karena kondisi gedung baru dan aktif digunakan, gedung tinggi sehingga penggunaan energi listrik dan air yang cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan gedung E telah memenuhi kriteria penerapkan konsep bangunan hijau dengan peringkat perunggu (Bronze) dengan nilai 38/101. Selain itu terdapat rekomendasi untuk meningkatkan penilaian dengan penambahan aplikasi pada beberapa tolak ukur GREENSHIP NB 1.2 sehingga terjadi peningkatan poin penilaian menjadi 74/101 bersertifikat platinum. Kata kunci: Greenship NB 1.2 GBCI, Gedung E FIA, Rekomendasi
Tata Cahaya Buatan pada Ruang Pamer Museum Brawijaya Malang Rivaldi Ardiansyah; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.386 KB)

Abstract

Sistem tata cahaya pada museum tentu merupakan salah satu hal penting, terutama pada museum yang bangunannya menggunakan bangunan tua peninggalan sejarah, dimana sistem tata cahaya harus dibuat agar museum tidak terlihat seram dan menakutkan, sistem tata cahaya juga harus dibuat agar museum dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi. Museum Brawijaya Malang yang terletak di jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan bangunan museum yang diresmikan tahun 1968. Museum ini belum pernah mengalami revitalisasi sebelumnya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan alat Luxmeter dan simulasi data menggunakan software Dialux 4.12. Penelitian ini untuk meninjau sistem tata cahaya buatan dengan aspek kenyamanan visual pada ruang pamer Museum Brawijaya Malang sesuai dengan standart pencahayaan museum yakni 500 lux yang direkomendasikan oleh Standart Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ruang pamer belum memenuhi standar pencahayaan dengan penyebaran intensitas penerangan yang belum merata ke seluruh ruangan. Variabel yang diteliti pada tata cahaya ruang pamer Museum Brawijaya Malang adalah, intensitas penerangan, desain bukaan, tata letak titik lampu dan suasana, kemudian keawetan barang koleksi.   Kata kunci: Museum, Ruang Pamer, Tata Cahaya Buatan