Claim Missing Document
Check
Articles

Karakter Dan Pola Tata Ruang Kawasan Sekitar Kampus Universitas Brawijya Ramdlani, Subhan; Soekirno, Ali; Sri Giriwati, Novi Sunu
Jurnal Ruas Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ruas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.916 KB)

Abstract

The Surrounding of UB campus are an area affected directly or indirectly by the development of UB. The developments of the campus will be more or less influence to the spatial development of this area. Conversely, the dynamics that occur in this area will be an important input in the development of the upcoming campus. From this point, the purpose of this study was to identify the characteristics and spatial surrounding area of UB campus as patterns of land use that fit by the character. By studying and understanding the existing conditions, the results are expected to be used as one of the "database" or even "input" in determining the direction of development of the UB campus. That will create a harmonious environment and mutual support between the UB campus and the surrounding. To achieve these objectives, this study used a qualitative descriptive method. Observations and studies carried out on spot-spot patterns of land use in the area surrounding the campus, a block of residential, open space, other infrastructure spread over several areas around campus UB (UB). Thus, gain characteristics (structure, shape and space) and the spatial pattern of the area of study materials to explain the link with the development of the UB campus layout.Keywords: character, layout, campus.
Peran Landscape Dalam Kinerja Infrastruktur Perkotaan Studi kasus: Surabaya dan Malang, Indonesia Ramdlani, Subhan; W, Lisa Dwi; Adhitama, M. Satya; Turningtyas, Turningtyas
Jurnal Ruas Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Ruas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.916 KB)

Abstract

Transportation has been recognized as one of the indicators of this sector was instrumental in the development of the city . However , the development of transport seems to have the impact on the environment in the spatial and temporal large of coverage ( Rini , 2005) . The impact of high transport movements will contribute to the use of vehicle air pollution , thermal energy ( temperature ) and noise ( Soedomo , 1999). In Indonesia , stations , airports , public transport infrastructure and other terminals , has a noise level of up to 70 dB ( SK.MLH 24/11 , 1996) . The new urban design by Landscape Infrastructure is one of the strategies that extend the performance parameters of a landscape that is designed for high-performance multi - system function , including those originally thought to be derived from the traditional system infrastructure. Thinking in terms of Landscape Infrastructure adds several advantages to traditional infrastructure : the beauty of the city and re-vegetation/forestation , water and energy conservation ; restoration of natural systems , storm water management , agriculture, energy , expansion of wildlife habitat ; favored the use of pedestrians , and expanded parks and open space areas built ignored by the existing urban infrastructure ( Aquino , 2011) . This paper will discuss and how to optimize the design of the infrastructure landscape for urban transport infrastructure to minimize air pollution , noise and energy conservation, in terms of transport infrastructure in Malang and Surabaya , IndonesiaKeywords: Transportation, Landscapes, Infrastructure
KEDUDUKAN DAN FUNGSI MASJID AGUNG TERHADAP ALUN-ALUN KOTA MALANG Ramdlani, Subhan
Journal of Islamic Architecture Vol 1, No 1 (2010): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.888 KB) | DOI: 10.18860/jia.v1i1.1711

Abstract

Identical to any inland cities in Java, Kota Malang also possesses an alun-alun in its downtown, completed with a Jami’ Mosque on the west side. This composition clearly shows some features of capital city’s typology in Java. Beside the similarity, some differences from the typology are also found in Alun-Alun Malang. The composition of Alun-Alun Kota Malang doesn’t put the square as the main orientation of pendopo as the center of the government. Furthermore, the position and function of Jami’ Mosque are dynamically follows the existence of Alun-alun Kota Malang which grows simultaneously with the city development. Thus research about the positional and functional relationships between the Jami’ Mosque and the Alun-Alun needs to be held. A phenomenological approach is used for this research. Primary data is collected through interview with the users, analysts and observers of Alun-Alun in order to grasp an idea of their assumptions about the mosque’s function. Meanwhile, the secondary data is attempted to obtain historical data of Alun-alun Kota Malang, including the establishment and the expansions of Jami’ Mosque, especially when it became Grand Mosque of Kota Malang. The data were compared with the phenomenon which occurs at the moment, the desires and the needs of the user community, as well as the sustainability of function and position the mosque as the identity of alun-alun. The findings of this research are the functions of the Grand Mosque are closely related to the phenomenon of the Alun-Alun’s development.
Memetakan Potensi Sumber Air Dalam di Lahan Kering Desa Pelem Ponorogo Menggunakan Metode Uji Geolistrik Sugiarto; Runi Asmaranto; Subhan Ramdlani; Mangku Purnomo; Ibnu Widodo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pelem Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo merupakan kawasan yang berada di kaki perbukitan dengan potensi pertanian lahan kering. Memiliki Luas wilayah Desa Pelem adalah 692 ha yang terdiri dari lahan pertanian berupa sawah tadah hujan 118 ha, tanah tegalan 75 ha, tanah perhutani 412 ha. Masyarakat Desa Pelem memiliki permasalahan klasik terkait kebutuhan air bersih dan air irigasi. Kehidupan masyarakat sebagian besar bertumpu pada hasil pertanian lahan kering yang selama ini mengandalkan air tadah hujan, dan ironisnya di musim kemarau selalu kesulitan mengolah lahan karena ketiadaan air irigasi. Ketersediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan ternak juga terbatas. Pengeboran air dalam yang dilakukan masyarakat sering gagal karena dalam menentukan sumber air hanya berdasarkan perkiraan, sementara biaya pengeboran sumur dalam sangat mahal. LPPM Universitas Brawijaya melalui Program Doktor Mengabdi tahun 2021 telah mengirimkan tim dosen UB untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Desa Pelem dalam mengatasi permasalahan air bersih dan air irigasi tersebut. Salah satu program kegiatan yang dilakukan adalah memetakan potensi sumber air dalam di wilayah Desa Pelem. Proses pemetaan menggunakan alat uji geolistrik ADTM dengan metode VES (vertical electrical sounding) konfigurasi Schlumberger yang dilengkapi program visualisasi yang terkoneksi ke android, sehingga kondisi lapisan tanah bisa ditampilkan secara visual melalui layar HP Android. Hasilnya adalah Desa Pelem secara umum memiliki potensi air tanah yang baik dari hasil identifikasi beberapa lapisan akuifer sampai kedalaman 150 - 200 meter. Dukuh Batur RT 4 RW 2 dengan line 1 dan TGL 01 sebagai titik pengukuran geolistrik memiliki potensi air tanah teridentifikasi di kedalaman 70,42 – 81,52 meter dan 97,82 – 114,52 meter. Untuk line 2 memiliki potensi air tanah di kedalaman 40 – 85 meter. Line 3 dan TGL 02 memiliki potensi air tanah teridentifikasi di kedalaman 66,55 – 102,60 meter. Line 4 memiliki potensi air tanah teridentifikasi di kedalaman 56,09 – 76,81 meter; dan di kedalaman 95,08 – 127,25 meter. Line 5 teridentifikasi di kedalaman 60 – 62 meter; 80 – 97 meter dan di kedalaman 105 – 125 meter. Line 6 memiliki potensi air tanah di kedalaman 80 – 115 meter. Line 7 teridentifikasi di kedalaman 65 – 76 meter dan 123 – 135 meter. Line 8 teridentifikasi di kedalaman 64 – 70 meter, 75 – 86 meter dan 124 – 135 meter. Line 9 memiliki potensi air tanah di kedalaman 55 – 60 meter, 75 – 85 meter, 98 – 105 meter, dan 116 – 125 meter. Line 10 memiliki potensi air tanah di kedalaman 65 – 78 meter, 98 – 105 meter, 110 – 124 meter, dan 130 – 142 meter. Line 11 memiliki potensi air tanah di kedalaman 65 – 70 meter, 76 – 80 meter, dan 110 – 116 meter. Line 12 memiliki potensi air tanah di kedalaman 65 – 70 meter, 95 – 108 meter, dan 120 – 125 meter.
Pola Aktivitas pada Ruang Publik Taman Trunojoyo Malang Adisty Yoeliandri Putri; Jenny Ernawati; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.098 KB)

Abstract

Ruang publik kota merupakan salah satu fenomena unik pada suatu kawasan kota.Sebagi ruang publik di Kota Malang, Taman Trunojoyo dituntut mampu mewadahiberbagai macam aktivitas bermain dan belajar. Dengan metode deskriptif kualitatif,penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola aktifitas pada pemanfaatan ruangpublik Taman Trunojoyo Malang. Pola aktivitas tersebut dipengaruhi oleh systemsetting yang ada. Metode observasi yang digunakan adalah teknik placed-centeredmapping untuk mengetahui pola aktivitas yang terjadi. Observasi dilakukan padasiang dan sore hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa tata lingkungan fisik pada Taman Trunojoyo mempengaruhi terjadinya polaaktivitas pada pemanfaatan ruang Taman Trunojoyo.Kata kunci: pola aktivitas, pemanfaatan ruang, placed-centered mapping sistemsetting
Integrasi Fungsi Wisata pada Fasilitas Agroindustri (Studi Kasus : Kusuma Agrowisata, Batu dan Taman Buah Mekarsari, Kab. Bogor) Knasatra Saraswati; Herry Santosa; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1456.744 KB)

Abstract

Perkembangan sektor pertanian di Indonesia saat ini menjadi pertanian yang multifungsi sehingga dapat disinergikan atau bergabung dengan sektor lainnya, salah satunya adalah sektor wisata atau disebut sebagai agrowisata, Namun keadaan agrowisata belum berkembang secara optimal dengan berjalannya dua fungsi yang berbeda, berdasarkan aspek aktivitas, zonasi, dan sirkulasi dengan studi kasus di Kusuma Agrowisata, Batu, dan Taman Buah Mekarsari, Kab. Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif melalui studi kasus. Integrasi fungsi wisata dan agroindustri pada Kusuma Agrowisata dan Taman Buah Mekarsari berdasarkan aspek aktivitas, zonasi, dan sirkulasi berjalan dengan baik dan saling bersinergi antara kedua fungsinya karena terdapatnya pemisah yang baik, yaitu perbedaan waktu pada aktivitas wisata dan agroindustri. Integrasi dibatasi oleh pembatas fisik berupa sirkulasi di dalam perkebunan yang berbeda dan batas – batas pepohonan yang membatasi ruang aktivitas keduanya, aktivitas wisata, dan agroindustri tidak saling mengganggu karena aktivitas agroindustri lebih banyak di perkebunan atau pabrik, di dalam perkebunan pun dibedakan antara zona wisata dan agroindustri.Kata kunci : Integrasi, wisata, agroindustri, aktivitas, zonasi dan sirkulasi.
POTENSI WISATA KAMPUNG EKS-LOKALISASI DOLLY SURABAYA UNTUK MEMPERKUAT CITRA KAMPUNG WISATA Muhammad Rizal Fahim; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki permasalahan terkait kawasan yang melanggar regulasiKota Surabaya, kawasan tersebut dikenal sebagai kawasan lokalisasi Dolly.Pemerintah Kota Surabaya akhirnya menutup lokalisasi Dolly, yang telah berdirisejak 1966, karena melanggar regulasi tata ruang pada tahun 2014. Untukmempertahankan kemampuan ekonomi masyarakat akibat penutupan kegiatantersebut, PEMKOT Surabaya merencanakan kawasan tersebut menjadi kawasan wisata.Setelah kegiatan lokalisasi pada kawasan tersebut ditutuptimbul pertanyaan bagaimanapotensi wisata kampung eks-lokalisasi dolly di kota surabaya dalam memperkuat citrakampung wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatf dan kuantitatifmenggunakan penalaran deduktif melalui observasi, wawancara, pemberian kuisioner,dan fotografi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, potensi yang paling kuatuntuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yaitu perkembangan UMKM masyarakatpenghuni kawasan tersebut dan citra yang dapat ditangkap oleh pengamat yang palingkuat terdapat pada elemen district.
Optimalisasi Pelayanan Pasca Kelahiran/ Neonatal Pada Desain Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kelas A di Kabupaten Lumajang Anita Galuh Yuniar Kusumastuti; Subhan Ramdlani; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.82 KB)

Abstract

Upaya kesehatan bagi ibu dan anak perlu mendapatkan perhatian utama. Beberapa indikator digunakan untuk mengukur status kesehatan ibu dan anak. Indonesia masih tertinggal dalam hal kesehatan ibu anak, terlihat dari capaian angka yang masih tinggi jika dibandingkan dengan negara di ASEAN. Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka kematian pada masa neonatal. Banyaknya jumlah penduduk yang menjalani Umur Perkawinan Pertama (UKP) di bawah 20 tahun sangat mempengaruhi tingginya Angka Kematian Neonatal. Di Jawa Timur, Kabupaten Lumajang termasuk dalam prosentase tinggi UKP di bawah 20 tahun. Upaya pencegahan UKP yang tinggi dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan jangka panjang dan tindakan penanganan bagi usia muda yang telah menikah. Hal ini dilakukan dengan cara pelatihan (perawatan ibu dan bayi pasca melahirkan) dalam fasilitas ibu dan anak yang saling terintegrasi yaitu RSIA. Kabupaten Lumajang belum memiliki RSIA dan jumlah kebutuhan tempat tidur yang masih kurang. Pendirian RSIA perlu direncanakan karena pengembangan sarana kesehatan telah diatur dalam Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang yaitu Rencana Teknis Ruang Kawasan (RTRK) tahun 2014-2015 dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Lumajang tahun 2012-2032 dalam hal penentuan lokasi pengembangan rumah sakit. RSIA yang dirancang tentunya harus dapat mengoptimalkan pelayanan pasca kelahiran (neonatal).Kata kunci: Rumah Sakit Ibu dan Anak, Optimalisasi, Neonatal
Konsep Green Building pada Desain Sport Center Kampus II Universitas Islam Negeri Malang di Kota Batu Adrian Thesza Permana; Subhan - Ramdlani; Ary Dedy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.482 KB)

Abstract

Universitas Islam Negeri Malang merupakan salah satu universitas besar di kota Malang. Perencanaan pengembangan kampus II Universitas Islam Negeri Malang ini sendiri dimulai dari hasil lelang pada September 2014 lalu yang kemudian menghasilkan sebuah masterplan kampus II  yang berlokasi di kota Batu. Salah satu bangunan yang menjadi konsep pengembangan kampus II ini adalah sebuah Sport Center.  Tujuan dari sebuah Sport Center sendiri adalah sebuah bangunan yang difungsikan sebagai sarana olahraga untuk menjaga kesehatan pengguna bangunannya, oleh karena itu konsep Green Building merupakan konsep yang tepat karena konsep ini bertujuan agar desain bangunan dapat melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga menciptakan lingkungan yang sehat bagi pengguna bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari konsep Green Building yang tepat dan dapat diterapkan pada bangunan Sport Center. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif yang menjelaskan aplikasi konsep Green Building pada desain Sport Center. Hasil yang dicapai adalah sebuah bangunan olahraga yang mampu memenuhi kriteria Green Building dari GBCI dan mampu memperoleh poin yang cukup sebagai penilaian atas konsep yang diterapkan. Diharapkan Sport Center ini dapat menjadi parameter pembangunan gedung olahraga yang tanggap lingkungan.   Kata Kunci: Green Building, Sport Center, GBCI
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan) Arini Anggreini; Lisa Dwi Wulandari; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.369 KB)

Abstract

Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Co-Authors Adisty Yoeliandri Putri Adrian Thesza Permana Agung Murti Nugroho Ahmad Alan Cesar Ainy Muyassaroh Alam Labda Pratangga Alfa Septy Kristyarini Ali Soekirno Ali Soekirno Ali Soekirno Anggi Delizvi Anggraeni Anindya Rizki Rahmania Anita Galuh Yuniar Kusumastuti Arini Anggreini Ariza Rufaidah Ary Dedy Putranto Ayu Dyah Permatasari Bagyo Yanuwiadi Balqis, Devina Bambang Supriyono Bambang Yatnawijaya Bambang Yatnawijaya S. Brian Basundara Tjokrowijanto Chairil Budiarto Amiuza Christian Egeune Hargianto Damayanti Asikin Damayanti Asikin Debri Haryndia Putri Dessy Anggraini Devi Ariani Putri Dimas Perdana Hadi Wijaya Dimas Septian Permana Dwi Murtining Etty Edi Hari Purwono Fatichatul Izzah Dwi Lestari Fatma Zahrotun Nisa' Faudina Faradilla Nanda Firman Akbar Fitri Miftahus Syafaah Fitriana, Dhanar Dwi Gesvi Rizkitachika Praramadhanti Gualdi, Reynaldo Harsuko Riniwati Herry Santosa Heru Sufianto Ibnu Widodo Indah Ciptaning Widi Indyah Martiningrum Jenny Ernawati Kadek Bagas Setia Pratama Knasatra Saraswati Lisa Dwi W Lisa Dwi Wulandari Lisa Dwi Wulandari M. Satya Adhitama M. Satya Adhitama Mangku Purnomo Mey Puspita Sari Moch. Solichudin Mochammad Najib Mochammad Najib Muhammad Rizal Fahim Muhammad Satya Adhitama Nehemia Yosefin Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur'izzah, Nadhilah Nurachmad Sujudwijono Praramadhanti, Gesvi Rizkitachika Priska Annastasya A.K. Wardhani Rendy Utama Reza Prasetyo Tinumbia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Robbani, Ananda Yusron Runi Asmaranto Salma Safira Putri Salma Yusra Nandia Salman Al Farisi Shabrina Ghaisani Sigmawan Tri Pamungkas Sofyan Surya Atmaja Sonia Pristika Widodo Sugiarto Syuaibah, Aulia Rachmah Thahta Firmanila Tito Haripradianto Triandriani Mustikawati Turningtyas Turningtyas Turningtyas Turningtyas Valent Poetra Arroyan Winda Ratnasari Wisnu Hanggara Yuzril Ihzha Mahendra Zaqiyul Fuad Zati Ulwa Lina Fadia Zhafira, Hana Anisah