Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Pengaruh Pembakaran Single Firing Dan Double Firing Terhadap Kualitas Pada Keramik Listello CV. Sumber Mandiri Mojokerto-Jawa Timur Saiful Anam; Dicki Nizar Zulfika; Achmad Rijanto
Majamecha Vol. 3 No. 1 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i1.1182

Abstract

Single firing adalah suatu proses pembakaran tunggal, untuk hasil tile yang sudah melalui proses pembakaran ini biasa disebut greentile. Double firing adalah suatu proses pembakaran ganda, untuk hasil tile yang sudah melalui proses pembakaran ini biasa disebut biscuit. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh pembakaran terhadap kualitas pada keramik listello dan dengan metode pembakaran single firing dan double firing dan mendeskripsikan cara menentukan kualitas keramik list pada pembakaran dengan metode single firing dan double firing. Hasil dalam penelitian ini dapat mengetahui tentang kekurangan dan kelebihan single firing dan double firing dalam perbandingan kualitas pembakaran dari mulai : kehalusan dan cacat. Dari alat ukur roughness tester bahwa tingkat kekasaran rata-rata pembakaran single firing / tunggal 2.299 pm, sedangkan pembakaran double firing / ganda jauh lebih rendah yaitu 1.197 pm. Bisa disimpulkan semakin kecil nilai kekasaran, semakin tinggi pula tingkat kehalusan.
Pengaruh Jenis Pendinginan Terhadap Tingkat Kerataan Baja ST 42 Pada Mesin Bubut Agus Nur Salim; Dicki Nizar Zulfika; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1308

Abstract

Kerataan merupakan hal yang mutlak untuk sebuah pemesinan atau alat dalam hal komponen, khususnya mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin dengan variabel kontrol kedalaman pemakanan (0,7 mm, 1,4 mm, dan 2,1 mm) terhadap tingkat kerataan permukaan pada benda kerja baja ST.42 pada mesin bubut konvensional. Proses manufaktur atau pemesinannya dilakukan di PT Daun Kencana Sakti sedangkan penelitian untuk pengujian kerataan dilakukan di Universitas Brawijaya Malang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pengujian kerataan adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini didapat dengan hasil pengujian tingkat kerataan bahwa coolant air radiator dengan kedalaman (0,7mm : 1.023µm, 1,4mm : 1.086µm, 2,1 mm : 1.158µm), coolant oli dengan kedalaman (0,7mm : 1.165µm, 1,4mm : 1.043µm, 2,1mm: 1.129µm), coolant solar dengan kedalaman (0,7mm : 1.050µm, 1,4mm : 1.252µm, 2,1mm : 1.829µm). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perbandingan coolant dan kedalaman pemakanan yang menghasilkan nilai kerataan terendah yaitu coolant air radiator dengan kedalaman 0,7mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.023µm, sedangkan nilai kerataan tertinggi yaitu coolant solar dengan kedalaman pemakanan 2,1 mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.829µm.
Analisis Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Menggunakan Dinamo ZYT-70-05 Arif Syahruddin; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tegangan dan arus listrik yang dihasilkan PLTMH, untuk mengetahui daya maksimal yang dihasilkan PLTMH pada saat diberi pembebanan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metodologi eksperimental. Uji eksperimental ini dilakukan dengan cara mengukur setiap komponen yang digunakan dalam PLTMH yang berupa tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Dengan menggunakan generator Zyt-70-05, buck-boost converter, dan inverter taffware 500 watt sebagai komponennya. Maka hasil dari pengujian menggunakan beban lampu 3 watt daya yang masuk hanya 2,25 watt, kipas kecil 25 watt daya yang diterima 20,25 watt, kipas besar 50 watt daya yang diterima 29,25 watt, bor 550 watt daya yang masuk 112,29 watt. Dilihat dari grafik hasil penelitian semakin besar beban yang diterima maka tegangan yang dihasilkan inverter semakin menurun sedangkan kuat arus listrik yang mengalir semakin tinggi. Dengan hasil pencapaian ini maka  dapat disimpulkan, PLTMH ini masih belum sempurna dikarenakan hanya mampu menyuplai beban yang berdaya kecil saja sehingga belum mampu untuk menggantikan listrik PLN untuk menyuplai listrik rumah.
Hubungan Kemiringan Sudut Pahat Terhadap Kerataan Baja ST 42 Pada Bubut Konvensional Masdhuki Zacharia; Dicki Nizar Zulfika; Achmad Rijanto
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1304

Abstract

Di dunia industri, kita mengenal proses machining, yaitu suatu proses manufaktur yang menggunakan gerakan relatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan sudut kemiringan suatu pahat rata muka (45 ) terhadap tingkat kerataan hasil benda kerja baja ST 42 pada mesin bubut konvensional. Metode analisis data ini menggunakan metode penelitihan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitihan ini didapat dengan hasil pengujian tinggkat kerataan dengan pemilihan sudut 45 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.809 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 2.434 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 1.871 ?m) sedangkan sudut 55 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 1.419 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasil 2.652 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasil 3.507 ?m) sedangkan sudut 60 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.725 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 3.746 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 3.853 ?m). Dari penelitihan diatas dapat kita buat perbandingan suatu pahat dengan pemilihan sudut kemiringan 55 mempengaruhi tingkat dan hasil kerataan yang bagus pada baja ST 42.
Pengaruh Kedalaman Pemakanan Dan Kecepatan Spindel Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja ST 42 Pada Proses Bubut Khoirul Arifin; Dicki Nizar Zulfika; Achmad Rijanto
Majamecha Vol. 4 No. 2 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i2.1312

Abstract

  Proses pengerjaan logam sangat penting dalam produksi suku cadang mesin, terutama proses pengerjaan logam menggunakan mesin bubut otomatis tradisional. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak inovasi dan penelitian untuk meningkatkan kualitas produksi, antara lain seperti memilih jenis pahat, kecepatan spindel, dan kedalaman pemotongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman pemotongan dan kecepatan spindel terhadap kekasaran permukaan baja ST 42 pada proses bubut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan sembilan bahan uji yang mengalami berbagai proses dalam prosesnya, seperti perubahan kecepatan spindel, pola pahat dan kedalaman potong. Hasil penelitian diperoleh bahwa 1) semakin besar permukaan spindel revolusioner dengan pemotongan, maka semakin baik kekasaran permukaannya. 2) putaran spindel yang optimum adalah 100 rpm dan kedalaman potong optimum 0,5 mm yang digunakan untuk menghasilkan nilai kekasaran 1,881 µm.
Analisa Efisiensi Turbin Uap Pembangkit Listrik Tenaga Uap Kapasitas 7,5 MW Fakrizal Novansyah; Luthfi Hakim; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 4 No. 2 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i2.1316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui daya dan efisiesi turbin uap di PT. Mega Surya Eratama. Penelitian ini menggunakan siklus rankine sebagai acuan alur yang mengubah panas menjadi energi listrik. Pada penelitian ini digunakan sebuah aplikasi yang menyediakan data yang akurat dari daftar lengkap sifat termodinamika dan fisik untuk air dan uap yaitu steamtab. Penelitian ini difokuskan pada  saat beban generator normal dan pada saat beban generator turun yaitu pada saat produksi tidak berjalan. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa besarnya daya pada saat beban generator normal adalah 12.323,2 kJ/s. Namun pada saat beban generator terputus atau pada saat kegiatan produksi berhenti daya turbin turun menjadi 6.184,31 kJ/s. Efisiensi kerja turbin juga mengalami penurunan, pada saat beban generator normal efisiensi turbin adalah 61,27% dan pada saat beban generator turun efisiensi juga turun menjadi 52,4%. 
Analisis Pengaruh Jenis Material Stainless Steel Dan Waktu Perendaman Larutan H2SO4 Terhadap Laju Korosi Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 5 No. 1 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i1.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan laju korosi material SS 304 dan SS316 dengan variasi waktu perendaman. Baja tahan karat atau stainless steel adalah bahan yang memiliki banyak keunggulan terutama tahan terhadap korosi. Baja tahan karat (Stainless Steel) SS 304 dan SS 316 merupakan salah satu material yang tahan terhadap korosi. Terdapat 5 variasi waktu perendaman material terhadap H2SO4, yaitu 12, 24, 36, 48, 60 jam. Setelah masa perendaman, maka material akan ditimbang untuk melihat berapa massa yang telah hilang selama perendaman tersebut. Pada SS 304 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,2 gram. Sedangkan tertinggi pada 48 dan 60 jam yang sama sama 0,5 gram. Sedangkan untuk SS 316 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,1 gram. Sedangkan tertinggi pada 60 jam yang sebesar 0,4 gram
Pengabdian kepada Masyarakat melalui Pemanfaatan Media Flashcard untuk Melatih Hafalan Perkalian Siswa Kelas 4 SDN Palrejo Rizka Dwi Kumala; Khadijah Sofia Safienta Nur Rahma; Suesthi Rahayuningsih; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.73

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Palrejo bertujuan membantu siswa kelas 4 dalam menguasai hafalan perkalian melalui pemanfaatan media flashcard. Media ini dirancang dengan ukuran proporsional, warna cerah, serta huruf jelas, sehingga mudah digunakan dan menarik perhatian siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui permainan estafet perkalian yang membuat suasana belajar lebih hidup dan menyenangkan. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 80% siswa mampu menjawab pertanyaan perkalian dengan cepat dan tepat. Guru juga menilai flashcard praktis, dapat digunakan berulang, serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran matematika.
Penerapan Media Pembelajaran Papan Perkalian dari Barang Bekas dalam Pembelajaran Matematika di SDN Palrejo Maulidinatul Ilmi; Miftahudin; Suesthi Rahayuningsih; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media pembelajaran papan perkalian yang dibuat dari barang bekas dalam pembelajaran matematika, khususnya materi perkalian, di kelas 3 SDN Palrejo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kesulitan siswa dalam materi perkalian serta kurang adanya media pembelajaran dalam proses belajar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan tatap muka dengan pendekatan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Siswa diperkenalkan pada fungsi dan cara penggunaan papan perkalian, kemudian dilibatkan dalam latihan penyelesaian soal secara berkelompok maupun mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan papan perkalian dari barang bekas efektif membantu siswa dalam melakukan perhitungan perkalian secara cepat, tepat, dan menyenangkan. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keterampilan kerjasama, serta memberikan pengalaman belajar yang konkret dan ramah lingkungan. Selain bermanfaat bagi siswa, media ini menambah variasi metode pembelajaran bagi guru dan mendukung pengurangan limbah melalui pemanfaatan barang bekas. Dengan demikian, papan perkalian dari barang bekas dapat dijadikan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Pendampingan Penggunaan Alat Pemipil Jagung Portable pada Pengusaha Rumahan di Desa Palrejo Unggul Dwi Putro Purnomo; Adi Setyo Riyanto; Suesthi Rahayuningsih; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.75

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat pedesaan, termasuk di Kabupaten Jombang. Meski produksinya relatif stabil, petani di Desa Palrejo masih terkendala proses pascapanen karena pemipilan manual yang memakan waktu lama, menurunkan kualitas biji, dan mengurangi nilai jual. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan program pendampingan dengan memperkenalkan alat pemipil jagung portabel melalui survei kebutuhan, pelatihan praktik, hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan: kapasitas kerja naik dari 20–25 kg/jam menjadi 250–300 kg/jam, waktu pemipilan 100 kg berkurang dari 4–5 jam menjadi hanya 30–40 menit, serta tingkat kerusakan biji turun hingga 2–3%. Keterampilan petani juga meningkat, dengan sebagian besar mampu mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri. Selain berdampak pada efisiensi tenaga kerja, teknologi ini juga membuka peluang usaha baru dan menambah pendapatan rumah tangga. Meski masih ada kendala terkait perawatan dan ketersediaan suku cadang, program ini terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta berpotensi diterapkan lebih luas di wilayah lain.