Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KADAR MDA SPERMATOZOA SETELAH PROSES PEMBEKUAN Khairatul Insani Febrianti; Sri Rahayu; Agung Pramana W.M; Aris Soewondo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lama pembekuan semen terhadap kadar MDA spermatozoa dan persentase viabilitas spermatozoa. Sampel yang digunakan berupa  semen beku sapi Limousin dengan lama pembekuan 2 bulan dan 3 bulan yang dikoleksi dari BBIB Singosari. Semen beku yang telah dithawing diencerkan dengan Phosphate Buffer Saline (PBS) kemudian disentrifugasi untuk memisahkan spermatozoa dan seminal plasma. Kadar MDA spermatozoa diukur dengan menggunakan uji TBA dan spektrofotometer. Pengamatan viabilitas spermatozoa dilakukan dengan menggunakan pewarnaan eosin-negrosin. Data berupa kadar MDA spermatozoa dan persentase viabilitas dianalisis dengan uji-t berpasangan dan korelasi pearson menggunakan spss 16.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar MDA spermatozoa pada lama pembekuan 2 bulan (0,0777±0,008 nM) dan 3 bulan (0,0919±0,016 nM) tidak berbeda nyata (p<0,05). Terdapat korelasi negatif antara persentase viabilitas dan kadar MDA pada spermatozoa. Kata kunci: MDA, semen beku, spermatozoa 
Identification of GDF-9 and BMP-15 Gene Polymorphisms on Goat Beans Sri Rahayu
Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Natural B, Journal of Health and Environmental Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.358 KB) | DOI: 10.21776/ub.natural-b.2011.001.02.4

Abstract

The aim of this research was to determine the polymorphisms of BMP-15  and GDF-9 gene of  Kacang goat. DNA was isolated from blood samples of five female goats with salting out method. Quantitative and qualitative  analysis of DNA was measured using spectrophotometer and agarose gel electrophoresis. To get DNA fragment GDF-9 gene was amplified using Forward 5'-AGTTTGTACTGAGCAGGTCT -3 ', Reverse 5'-ACTCCGCTTCGTATGTCAG-3', while to get  DNA fragmen BMP-15 gene was amplified using Forward primer 5’-CAAGGAGGGGACCCCTAAAT-3’, reverse primer 5’- ACCAGAGGCTCAAGAGGAGC-3 for GDF-9. The results of amplification was a specific DNA band with the length of 1400 bp for GDF-9 gene  and 400 bp for BMP-15 gene. Restriction with HaeIII enzyme of GDF-9 PCR product was resulted a haplotype with fragment size 1100 bp, 300 bp, and 100 bp. While, restriction with AluI enzymes of BMP-15 PCR product was resulted a haplotype which consist of two fragments with sizes 180 bp and 120 bp. It was concluded that there are no polymorphism of GDF-9 and BMP-15 gene of Goat Beans.
Profil Protein Spermatozoa Setelah Pembekuan Mochammad Dwi Susan; Sri Rahayu
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan. Protein spermatozoa diisolasi dari 10 sampel sapi Friesian holstein dengan pemisahan fraksi atas dan bawah hasil sentrifugasi. Profil protein kemudian dianalisis menggunakan SDS PAGE dengan konsentrasi separating gel 12,5%. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada fraksi atas semen segar ditemukan 12 pita protein spermatozoa dengan berat molekul 144, 128, 99, 90, 83, 59, 31, 20, 14, 12, 10 dan 9 kDa, dan pada semen beku ditemukan 8 pita protein spermatozoa dengan berat molekul 144, 128, 99, 90, 83, 59, 31, 14 dan 12 kDa. Sementara itu pada fraksi bawah semen segar ditemukan 16 pita protein dengan berat molekul 128, 116, 103, 90, 75, 69, 48, 40, 31, 26, 20, 14, 10, 9, 7 dan 6 kDa, dan 11 pita protein dengan berat molekul 128, 116, 103, 90, 75, 69, 48, 40, 31, 20 dan 14 kDa pada semen beku. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulka bahwa terdapat perbedaan profil protein spermatozoa sebelum dan setelah pembekuan yang dilihat dari variasi berat molekul protein pada masing – masing perlakuan. kata kunci        : pembekuan, protein, SDS PAGE, spermatozoa.