Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Keramik Kepada Masyarakat Umum untuk Meningkatkan Kereativitas dan Memperkenalkan Proses Pembuatan Keramik Sebagai Upaya Melestarikan Karya Seni Indonesia Aria Weny Anggraita; Nanik Rachmaniyah; Budiono; Firman Hawari
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6835.3 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.160

Abstract

Keramik sebagai salah satu seni terapan dengan kearifan lokal memiliki kekhasan dengan Teknik finishing yang beragam menghasilkan keramik estetik dan fungsional. Saat ini tren akan keramik semakin meningkat, semakin banyak usaha kecil menjual keramik dengan kekhasan masing-masing. Pelatihan keramik yang ditujukan kepada masyarakat umum maka masyarakat umum dapat memanfaatkan pengetahuan pembuatan keramik sebagai hobi atau untuk memulai usaha kecil yang dapat dikembangkan. Melalui pelatihan ini masyarakat dapat menuangkan kreativitasnya pada seni terapan dengan material lokal sekaligus untuk melestarikan budaya seni keramik Indonesia dengan bahan tanah liat lokal. Pelatihan keramik dilakukan secara online menyesuaikan kondisi pandemic saat ini dimana harus membatasi pertemuan secara langsung. Pelatihan akan diadakan sebanyak tiga kali dengan jeda satu minggu/pertemuan untuk memberi kesempatan kepada peserta mencoba berkreasi dengan tanah liat. Peralatan dalam membuat keramik pada workshop keramik ini sangat sederhana dan dapat ditemukan di sekitar lingkungan masing-masing peserta. Untuk lebih memudahkan para peserta, kami membuat paket khusus peralatan sederhana dan mengirimkan tanah liat earthenware untuk mendukung membuat keramik yang kami kirimkan langsung ke alamat rumah masing-masing peserta. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini, peserta menjadi lebih kreatif. Peserta dapat berkreasi membuat keramik sesuai keinginan dan kebutuhannya. Dampak lainnya diharapkan pengetahuan dalam membuata keramik ini dapat menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan lestarinya budaya seni keramik di Indonesia.
PENDOPO SEBAGAI TANDA: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI BUDAYA DI PURO MANGKUNEGARAN Sari, Nayua; Hawari, Firman; Astuti, Susy Budi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 24, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i1.14243

Abstract

Di tengah hiruk pikuk modernitas yang serba canggih dan cepat, warisan budaya sering kali terlupakan dan menjadi bangunan yang terdiam di sudut kota, terlihat tetapi tak lagi dimaknai. Contohnya Pendopo Puro Mangkunegaran, dimana pendopo ini memiliki sejarah dibalik tiang-tiang tinggi dan atap limasannya. Tersimpan bahasa simbolik yang merekam cara hidup, nilai, dan pandangan dunia masyarakat jawa. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk “mendengarkan” kembali bahasa arsitektur melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan melakukan pengamatan langsung dan telaah studi pustaka, kajian ini mencoba menafsirkan Pendopo sebagai tanda. Melalui semiotika Roland Barthes kita tidak hanya melihat apa yang tampak, tetapi juga apa yang dimaknai. Dengan analisis denotasi, konotasi dan mitos, kita dapat menemukan bahwasanya pendopo tidak hanya sekedar ruang fisik, melainkan juga ruang yang memiliki makna. Penelitian ini bukan sekedar tentang bangunan, melainkan tentang kesadaran budaya. Dimana makan budaya mulai tergerus oleh zaman, membaca ulang tentang sejarah pendopo adalah cara kecil untuk tetap m,erawat ingatan dan identuitas budaya tersebut.
Self-Simulation as a Dimension of Spatial Behaviour in Space Fabianty Edgar Aretha; Firman Hawari; Susy Budi Astuti; Anggri Indraprasti
Waca Cipta Ruang Vol. 12 No. 1 (2026): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v12i1.19561

Abstract

Kajian perilaku spasial dalam ruang interior umumnya menjelaskan hubungan antara konfigurasi ruang dan tindakan pengguna melalui pendekatan psikologi lingkungan maupun konfigurasi spasial seperti space syntax. Namun, proses proyektif berupa kemampuan individu mengantisipasi pengalaman sebelum berinteraksi dengan ruang belum banyak dirumuskan secara eksplisit dalam kerangka perilaku spasial interior. Penelitian ini mengusulkan self-simulation sebagai kerangka konseptual untuk memahami proses proyektif sebagai dimensi laten dalam perilaku spasial ruang interior. Self-simulation dipahami sebagai kerangka yang menjelaskan keterhubungan antara representasi mental, simulasi pengalaman, dan evaluasi prospektif dalam membentuk antisipasi pengguna terhadap kemungkinan pengalaman spasial di dalam ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber literatur dari Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2014-2025. Sebanyak 24 literatur dianalisis menggunakan pendekatan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa perilaku spasial tidak hanya terbentuk sebagai respons langsung terhadap kondisi fisik ruang, tetapi juga melibatkan proses proyektif sebelum interaksi aktual terjadi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model konseptual self-simulation untuk menjelaskan keterhubungan antara konfigurasi ruang, proses kognitif proyektif, dan pembentukan perilaku spasial pengguna di dalam ruang interior.   Kata Kunci : perilaku spasial; proses proyektif; ruang interior; self-simulation; spatial cognition
Rounded Corner sebagai Strategi Soft Geometry dalam Desain Interior: Kajian Literatur Berbasis Psikologi Lingkungan terhadap Estetika, Kenyamanan Visual, dan Persepsi Keamanan Ruang M Zaynul Ngabidin; Firman Hawari; Susy Budi Astuti; Thomas Ari Kristianto
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7827

Abstract

Perkembangan desain interior kontemporer menunjukkan pergeseran dari pendekatan yang berorientasi fungsi menuju desain yang berpusat pada pengalaman dan kesejahteraan pengguna. Bentuk geometris ruang, termasuk sudut melengkung, memengaruhi persepsi estetika, kenyamanan visual, dan persepsi keamanan. Manusia modern menghabiskan sekitar 80–90% aktivitas hariannya di dalam ruang, sehingga kualitas desain interior berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan sudut membulat sebagai strategi geometri lunak dalam desain interior dari perspektif Psikologi Lingkungan, dengan fokus pada estetika, kenyamanan visual, dan persepsi keamanan ruang. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan mengenai sudut membulat, bentuk kurvilinear, geometri lembut, estetika visual, kenyamanan visual, persepsi keamanan, dan Psikologi Lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk melengkung cenderung menghasilkan respons estetika yang lebih positif, meningkatkan kenyamanan visual melalui kemudahan pencahayaan visual, serta mengurangi dampak ancaman yang sering diasosiasikan dengan sudut tajam. Dengan demikian, sudut membulat tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai strategi desain yang mendukung terciptanya interior ruang yang lebih humanis, nyaman, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan pengguna.
Menjelajahi Perbedaan Persepsi Elemen Desain Interior Berdasarkan Jenis Kelamin terhadap Kesiapsiagaan dan Respon Mitigasi Bencana Della Puspita Budikurnia Putri; Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.4485

Abstract

Bencana adalah suatu peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menimbulkan kerugian besar serta membahayakan nyawa manusia. Kerusakan yang disebutkan antara lain kerusakan lingkungan, cedera, korban jiwa, kerusakan harta benda, tekanan psikologis dan dampak ekonomi. Namun kesiapsiagaan bencana pada desain interior fasilitas umum seperti stasiun kereta api, bandara dan stasiun kereta api di Indonesia masih belum cukup menjamin keselamatan dan keamanan penggunanya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya desain interior yang aman bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi kebakaran dan gempa bumi. Artikel ini akan membahas pentingnya desain interior pada bangunan publik dan dampaknya terhadap pengunjung, termasuk pertimbangan lebih lanjut berdasarkan jenis kelamin penggunanya, untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan terhadap kebakaran dan gempa bumi. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif berupa kuesioner. Hasil penelitian ini fokus pada aspek elemen desain interior yang secara visual dapat meningkatkan efisiensi pengguna ruangan, sehingga dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang aman.