Ratna Setiawardani Alifen
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SIMULASI OPERASI KONSTRUKSI FLEXIBLE PAVEMENT DENGAN MODEL CYCLONE STUDI KASUS : PROYEK JALAN KOTA DI TARAKAN William Christian Tedjo; Charles - Kuanda; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi merupakan proyek yang unik karena akan selalu terdapat perbedaan di setiap proyek konstruksi, namun dalam proyek konstruksi banyak kegiatan repetitif yang dilakukan oleh sumber daya proyek (manusia, mesin, dan material), sehingga membentuk sebuah siklus, dimana semua kegiatan akan berhubungan satu sama lain. Seiring dengan berkembangnya teknologi, konsep CYCLONE (CYCLic Operation NEtwork) merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu efisiensi kegiatan repetitif, untuk mengetahui produktivitas operasional dan idle time sumber daya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui idle time pada operasi konstruksi flexible pavement dengan menggunakan model operasi yang sudah ada dan mengetahui kebutuhan truck yang digunakan agar dapat. Permodelan yang dibuat menggunakan elemen-elemen dasar dari CYCLONE. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dan data historical. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek jalan yang ditinjau memiliki produktivitas untuk 1 unit AMP, 1 unit spreader, dan 6 unit truck adalah 1.30 meter per menit. Penggunaan 6 truck untuk hauling memiliki idle time 0.00% pada AMP, 18.94% pada spreader, dan 49.94% pada truck. Hasil dari penelitian dibuat model yang mengurangi jumlah truk menjadi 2 agar dapat mengurangi idle time pada setiap sumber daya. Untuk proyek ke depan telah dibuatkan acuan untuk menentukan jumlah truck yang akan digunakan berdasarkan lokasi proyek dengan AMP.
IMPLEMENTASI DAN FAKTOR HAMBATAN DESIGN FOR CONSTRUCTION SAFETY (DfCS) Valentinus Alvin; Surya Nugroho; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.255 KB)

Abstract

Keselamatan kerja dalam proyek konstruksi masih menjadi sorotan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja. Selama ini banyak pihak yang masih menganggap bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab kontraktor. Padahal keputusan pihak lain seperti perencana, yaitu arsitek dan enjinir (A/E) secara langsung dapat mempengaruhi keselamatan kerja konstruksi. Di beberapa negara, banyak yang memberikan perhatian dengan menerapkan konsep Design for Construction Safety (DfCS). DfCS adalah konsep dimana keselamatan kerja konstruksi mulai dipertimbangkan oleh perencana pada fase perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi DfCS yang telah dilakukan, dan faktor hambatan yang sering ditemui oleh perencana. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada perencana struktur di Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden belum pernah mendengar istilah DfCS dan juga termasuk masih kadang - kadang menerapkannya. Faktor yang paling menghambat implementasi DfCS adalah kurangnya pengetahuan serta pelatihan, kurangnya komunikasi, kolaborasi, dengan pihak lain, kurangnya kesadaran perencana, dan biaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa responden dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun lebih sering mempertimbangkan keselamatan kerja saat perencanaan dibandingkan dengan responden dengan pengalaman kurang dari lima tahun.
ANALISA SISA MATERIAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR KONSTRUKSI BETON BERTULANG Erich Quincy Chaise; Kevin Stefanus Lians; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan struktur konstruksi beton bertulang tidak lepas dari sisa material yang akan terjadi di lapangan. Material beton bertulang terdiri dari: 1) semen, 2) pasir, 3) batu pecah/kerikil, 4) beton ready-mix, 5) besi beton, dan 6) bekisting. Banyaknya sisa material beton bertulang dapat mengakibatkan pencemaran pada kondisi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis direct waste, faktor penyebab, serta usaha manajemen material dan sisa material pada pekerjaan beton bertulang. Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada kontraktor proyek high-rise building dan low-rise building secara online dan offline. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jenis sisa material yang paling sering terjadi pada material beton bertulang adalah akibat “uneconomic used waste”. Faktor penyebab sisa material beton bertulang paling sering terjadi adalah pemesanan tidak dapat dilakukan dalam jumlah kecil, sisa dari pemakaian atau penggunaan material, dan perubahan desain, sedangkan usaha manajemen material dan sisa material yang paling sering adalah usaha reduce.
ANALISIS LABOR UTILIZATION RATE PADA JAM KERJA NORMAL DAN JAM KERJA LEMBUR Jeremy Kevin Pranoto; Gordon Thiery Kurniawan; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.105 KB)

Abstract

Efektivitas pemakaian tenaga kerja di lapangan dapat dinyatakan dengan nilai Labor Utilization Rate (LUR). Pengukuran efektivitas pekerja sulit dilakukan secara akurat karena sifat pekerja yang tidak stabil dalam pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, pengukuran dapat dilakukan dengan pendekatan, salah satunya yaitu dengan metode work sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar nilai LUR untuk pekerjaan bekisting dan pembesian di proyek Apartemen Darmo Hill pada jam kerja normal dan jam kerja lembur. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai LUR untuk pekerjaan bekisting pada jam kerja normal adalah 48.15%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai LUR pada jam kerja lembur yang besarnya 38.55%, sedangkan nilai LUR untuk pekerjaan pembesian pada jam kerja normal adalah 56.04%, tidak berbeda jauh jika dibandingkan dengan nilai LUR pada jam kerja lembur yang besarnya 55.85%.
ANALISIS OPERASIONAL PEMANCANGAN JACK-IN PILE DENGAN MODEL SIMULASI CYCLONE Yosua - -; Julian - -; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek konstruksi terdapat banyak kegiatan repetitif dimana semua kegiatan akan berhubungan satu sama lain. Seiring dengan berkembangnya teknologi, konsep CYCLONE (CYCLic Operation NEtwork) merupakan teknologi yang digunakan untuk membantu efisiensi kegiatan yang repetitif, dengan mengetahui produktivitas operasional dan idle time sumber daya proyek.Penelitian ini bertujuan untuk membuat model operasional pemancangan jack-in pile agar kontraktor pancang dapat mengetahui kegiatan yang dapat diefisiensikan untuk mendapatkan efisiensi yang lebih baik dalam operasional pemancangan jack-in pile. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi lapangan pada proyek pemancangan pondasi bangunan industri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pemancangan pondasi pabrik yang ditinjau akan memerlukan waktu setidaknya 18 hari yang telah di teliti dengan menggunakan CYCLONE, yang memiliki produktivitas untuk satu section 0,829 m/menit dan dua section rata-rata 0,746 m/menit. Pemancangan satu section memiliki idle time pada operator jack-in 20,50%, operator crane 26,77% dan worker 85,76%, sedangkan pemancangan dua section memiliki idle time rata-rata pada operator jack-in 11,90%, operator crane 29,02% dan worker 83,21%. Hasil dari penelitian dibuat model yang mengurangi satu worker agar dapat mengurangi idle time pada worker.
MODEL PENGUKURAN TINGKAT KESELAMATAN KERJA PENGGUNAAN TOWER CRANE Michelle Kwan; Irvan Anggrawan; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.978 KB)

Abstract

Tower crane sering digunakan sebagai alat pemindah material secara vertical maupun horizontal pada proyek bangunan bertingkat. Kecelakaan kerja tower crane sering terjadi akibat perilaku yang tidak aman (unsafe act) dan kondisi yang tidak aman (unsafe condition) sehingga diperlukan suatu penerapan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane dalam bentuk program komputer. Data untuk penelitian ini diperoleh dari pengisian kuisioner oleh para responden (kontraktor yang berpengalaman dalam penggunaan TC) sebagai standar penilaian dalam model pengukuran. Hasil penelitian ini berupa program komputer model pengukuran tingkat keselamatan kerja tower crane yang dapat digunakan oleh kontraktor untuk mengukur tingkat keselamatan kerja penggunaan tower crane pada proyek konstruksi sesuai dengan kondisi di lapangan. Informasi yang disajikan oleh model ini berupa nilai-nilai keselamatan kerja pada tiap tahap penggunaan tower crane yaitu tahap penempatan, pemasangan, pengoperasian, dan pembongkaran.
STUDI PENERAPAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI Steven Steven; Richard Ch Ali; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.076 KB)

Abstract

Pengadaan material dalam sebuah proyek konstruksi merupakan hal yang rumit. Bermacam-macam jenis material dari berbagai sumber yang harus dikelola dengan baik. Salah satu cara pengelolaannya adalah dengan menggunakan manajemen rantai pasok (supply chain management). Konsep manajemen rantai pasok awalnya diterapkan di dunia industri manufaktur untuk menjaga kelancaran aliran informasi, dana, dan barang yang terjadi diantara banyak pihak. Konsep ini pun mulai diterapkan di dunia konstruksi untuk alasan yang sama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen rantai pasok pada proyek konstruksi dari sisi kontraktor beserta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada kontraktor-kontraktor di Surabaya. Dari penelitian ini didapat bahwa kontraktor sudah menerapkan manajemen rantai pasok walaupun belum seluruhnya.
PERENCANAAN JADWAL PADA PROYEK PERUMAHAN DENGAN METODE LINE OF BALANCE Erik - Kamitono; Vinsensius William Patrick Chandra; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan metode penjadwalan proyek yang sesuai menjadi salah satu langkah untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan konstruksi. Proyek konstruksi perumahan massalmemiliki pekerjaan yang berulang atau repetitif dan membutuhkan asupan tenaga kerja yang terjadwalkan dengan baik, karena pekerjaan proyek yang berulang tersebut harus mampu terus melakukan progress tanpa tertunda.Li ne of Balance (LOB) merupakan salah satu metode penjadwalan proyek khusus untuk penjadwalan konstruksi repetitive. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode Line of Balance untuk Planning and Scheduling pada proyek Linear Construction pada proyek 60 unit perumahan Tipe 60. Pengambilan informasi dan data lapangan dilakukan dengan pengamatan dan wawancara dengan kontraktor dalam pembangunan perumahan Royal Indah Regency Candi. Hasil studi menunjukkan bahwa LOB cocok digunakan pada proyek konstruksi berulang seperti perumahan, karena LOB dapat menunjukan jadwal setiap aktivitas yang berulang untuk setiap unit rumah dalam bentuk diagram garis dan dengan menggunakan LOB, kontraktor dapat mendeteksi secara langsung aktivitas yang mengalami gangguan dalam tahap pelaksanaan.
ANTISIPASI KETERLAMBATAN PROYEK DENGAN METODE PENJADWALAN CPM Christian Wijaya; Lionel Goldie Song; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan aktivitas – aktivitas proyek merupakan prioritas utama dalam proses pelaksanaan proyek. Dalam proyek konstruksi pelaksanaan pembangunan sering kali tidak sesuai dengan rencana yang telah dijadwalkan pada saat perencanaan proyek. Keterlambatan proyek sering kali terjadi karena hal- hal yang tak terduga. Penjadwalan dengan metode CPM dapat menjadi salah satu cara perencanaan yang dapat mengantisipasi keterlambatan karena ada jalur kritis yang ditunjukkan pada penjadwalan CPM tersebut, sehingga seorang projek manajer dapat lebih fokus pada jalur kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk antisipasi keterlambatan yang akan terjadi. Data yang didapatkan diperoleh dari bar chart yang sudah ada milik proyek rumah tinggal 2 lantai tipe 70 yang akan diolah menjadi bentuk penjadwalan CPM. Dari diagram jaringan CPM yang telah dibuat menggunakan program primavera, jalur kritis bisa didapatkan dan dilakukan analisa “What If” pada aktivitas kritis. Dengan analisa “What If”, percepatan durasi menjadi salah satu cara antisipasi keterlambatan proyek. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dengan adanya keterlambatan pada aktivitas di jalur kritis, perlu dilakukan percepatan durasi pada aktivitas pengikut yaitu dengan menambah jumlah jumlah jam kerja beserta biaya penambahannya
PANDUAN PENGGUNAAN EKSKAVATOR BERDASARKAN PERATURAN K3 DAN PENGALAMAN KECELAKAAN KERJA DI PROYEK Andrian Adi Wibowo; Oktavianus Candra Christianto; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja pada penggunaan ekskavator di sektor jasa konstruksi mengakibatkan kerugian keterlambatan pekerjaan, finansial, dan moral. Dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja penggunaan ekskavator pada proyek konstruksi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab dan jenis kecelakaan kerja pada penggunaan ekskavator serta merangkum program K3 yang berlaku pada beberapa negara antara lain Indonesia, Hongkong, Inggris, dan Amerika yang digunakan dalam membuat panduan K3 pada penggunaan ekskavator. Data pendukung diperoleh dari survei berupa penyebaran kuesioner dan wawancara. Survei tersebut dilakukan kepada kontraktor yang memiliki pengalaman dalam penggunaan ekskavator dan penyedia jasa persewaan ekskavator di Semarang dan Surabaya. Hasil penelitian ini adalah panduan K3 penggunaan ekskavator untuk tiga personel di-lapangan, yaitu Teknisi, Safety Officer, dan Operator. Poin dalam panduan tersebut diklasifikasikan terhadap tahap pengoperasian dilapangan dan berdasarkan sumber kecelakaan yang terdiri dari manusia, alat, dan lingkungan. Hasil panduan K3 tersebut dapat digunakan untuk monitor dan evaluasi disisi keselamatan kerja guna untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dalam penggunaan ekskavator.