Herry P. Chandra
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KRITERIA BANGUNAN HIJAU DAN TANTANGANNYA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Rezky Anggunmulia; Denny S. Widyanto; Herry P. Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.292 KB)

Abstract

Sektor bangunan memiliki dampak besar tidak hanya pada kehidupan ekonomi dan sosial, tetapi juga pada lingkungan alam yang dibangun. Meskipun penerapan bangunan hijau dapat mengurangi kerusakan lingkungan, namun tidak semua bangunan baru didisain dan dibangun dengan menerapkan konsep bangunan hijau. Hal ini disebabkan karena penerapan konsep bangunan hijau tidak mudah, dan disamping itu terdapat tantangan yang menghambat penerapan konsep bangunan hijau. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada kontraktor grade 6 & 7, konsultan grade 4, owner, dan pemerintah. Selanjutnya semua kuesioner yang berhasil dikumpulkan akan diolah dengan menggunakan analisis deskriptif dan one way Analysis of Variance (Anova) dengan program SPSS. Hasil dari analisis mean dibandingkan dengan studi lapangan berupa wawancara dengan narasumber kontraktor, konsultan, dan owner sebagai pembanding dari hasil kuesioner. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kriteria yang paling mudah yaitu pencahayaan alami dan ventilasi, pemandangan keluar gedung, dan introduksi udara luar. Sedangkan tantangan terbesar yaitu kurangnya pendanaan dalam membangun bangunan hijau, kurangnya perhatian publik terhadap bangunan hijau, dan kurangnya komitmen dari pimpinan administrasi untuk melindungi lingkungan.
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI HOTEL DI MALUKU TENGGARA YANG MENERAPKAN KONSEP ENERGY EFFICIENCY DAN INDOOR AIR HEALTH Jemmy Kristianto; Rosmitha Indah; Herry P. Chandra; Soehendro R.
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.557 KB)

Abstract

Investasi di bidang properti memerlukan dana yang besar dan mengandung risiko besar, sehingga diperlukan analisa investasi untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Di sisi lain, dengan meningkatnya pertumbuhan bisnis properti membutuhkan material dan energi dalam jumlah yang besar sehingga berpotensi merusak lingkungan. Oleh karena itu, dikembangkan bangunan hemat energi dan material ramah lingkungan melalui konsep green building untuk menciptakan lingkungan yang nyaman secara berkelanjutan. Selain itu, bangunan hijau justru menghemat biaya dalam jangka panjang, sehingga merupakan keuntungan bagi investor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi hotel di Maluku Tenggara yang menerapkan konsep energy efficiency dan indoor air health. Sebelum melakukan analisa investasi harus dilakukan desain hotel dengan konsep energy efficiency dan indoor air health. Setelah melakukan desain, arus kas masuk dan keluar harus diperkirakan untuk menghitung arus kas bersih. Penelitian diakhiri dengan analisis investasi yang menunjukkan nilai NPV positif Rp. 7.661.715.244 dan nilai IRR 21,67% yang menunjukkan investasi pada proyek ini menguntungkan dan baik untuk dilaksanakan.
PENGARUH FAKTOR MOTIVASI DALAM KEBERHASILAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN BERKELANJUTAN Fredy Johan; Nurul Kholisoh; Herry P. Chandra
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.254 KB)

Abstract

Motivasi pada proyek konstruksi merupakan aspek kunci untuk mencapai kesuksesan proyek. Motivasi dalam keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan sangat berperan penting dikarenakan apabila terjadi cedera atau kecelakaan dalam tahap konstruksinya maka tidak dapat dikatakan bangunan berkelanjutan. Studi terbaru menemukan bahwa proyek yang bersertifikasi Leadership in Energy and Evironmental Design (LEED) menghasilkan lebih tinggi tingkat cedera dan peningkatan resiko bahaya pada keselamatan dan kesehatan pekerja dalam proses konstruksi dibandingkan dengan proyek non-hijau lainnya. Pengolahan data menggunakan metode analisis PLS-SEM dengan membagikan kuesioner kepada perusahaan kontraktor di Surabaya. Hasilnya didapatkan kejelasan tanggung jawab, kemampuan interpersonal pemimpin proyek dan dukungan perusahaan berupa dukungan peralatan, waktu dan intensif merupakan faktor motivasi yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan. Sedangkan yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan adalah lokasi energi yang dapat diperbarui & pengoptimalan kinerja energi, efek penggunaan atap reflektif, dan pengendalian sistem pencahayaan & penerangan 75% sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan.
ANALISIS TANTANGAN DAN MANFAAT BANGUNAN HIJAU Gregorius Kevin; Iwan Anggalimanto; Herry P. Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.484 KB)

Abstract

Konsep Bangunan Hijau atau Green Building muncul sebagai cara untuk mengurangi kerusakan lingkungan. Selain dapat mengurangi kerusakan lingkungan, Bangunan Hijau juga dapat memberikan manfaat dari segi finansial, pasar, industri serta dampak positif bagi pengguna gedung tersebut. Namun, penerapan konsep Bangunan Hijau dapat dikatakan tidaklah mudah, terdapat tantangan-tantangan dalam mewujudkan konsep Bangunan Hijau. Penelitian ini bertujuan mengetahui apa yang menjadi tantangan dalam mewujudkan Bangunan Hijau serta manfaat yang didapat. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada kontraktor dan konsultan di Surabaya. Analisa data hasil kuesioner selanjutnya dianalisa menggunakan statistik deskirptif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil analisa data, 3 manfaat utama dari Bangunan Hijau menurut pendapat responden adalah Bangunan Hijau dapat meningkatakn nilai asset gedung, menurukan biaya operasional gedung, dan meningkatkan kenyamanan dan kesehatan pengguna gedung. Sedangkan menurut pendapat responden, yang menjadi tantangan dalam mewujudkan Bangunan Hijau adalah kurangnya perhatian publik terhadap Bangunan Hijau, keraguan informasi tentang metode Bangunan Hijau, dan Risiko dan ketidakpastian dalam membangun Bangunan Hijau.