Surya Hermawan
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Share : Journal of Service Learning

PEMBANGUNAN SMOKING AREA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI KAWASAN EKS-LOKALISASI DOLLY Surya Hermawan; Joko Purnomo; Handy Prayogo; Hans Handoyo; Jonathan Setiawan
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 4 No. 1 (2018): FEBRUARY 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.377 KB) | DOI: 10.9744/share.4.1.29-36

Abstract

Asap rokok mengandung banyak zat berbahaya bagi tubuh manusia, terutama bagi perokok aktif. Namun, berdasarkan penelitian beberapa tahun belakangan ini, dampak yang sama ditimbulkan oleh asap rokok kepada orang yang tidak merokok—perokok pasif (passive smoking). Lebih lanjut, tidak terkendalinya peredaran rokok menyebabkan tren merokok di tempat umum merajalela. Fenomena serupa seperti seseorang merokok di dalam rumah, kantor, tempat umum, bahkan di kendaran umum terlihat jelas di kawasan Eks-Lokalisasi Dolly, Kelurahan Putat Jaya, Kota Surabaya, Jawa Timur. Perilaku tersebut membawa dampak negatif bagi lingkungan, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak sebagai perokok pasif (passive smoker). Untuk mengurangi dampak negatif perilaku passive smoking diperlukan sebuah tindakan nyata untuk menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat dan bebas dari asap rokok. Paper ini membahas tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis service learning dengan hasil nyata berupa pembangunan smoking area. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 120 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra. Proses pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap, meliputi prapelaksanaan, pelaksanaan pembangunan smoking area, dan paska pelaksanaan. Berdasarkan hasil akhir yang dicapai, program ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan bebas dari asap rokok, serta menjadikan smoking area sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi untuk melakukan hal-hal positif.
MENANAMKAN RASA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN DIMULAI DARI KECIL Surya Hermawan; Sentosa Purnomo; Patricia Sally; Diky Riesky
SHARE: Journal of Service Learning Vol. 5 No. 2 (2019): AUGUST 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.469 KB) | DOI: 10.9744/share.5.2.33-37

Abstract

Seiring perkembangan waktu, banyak orang berlomba-lomba untuk menetap di kota besar. Hal ini dikarenakan banyak yang beranggapan bahwa kehidupan di kota lebih modern dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lebih lengkap. Selain itu, lapangan pekerjaan yang tersedia di kota besar juga diharapkan dapat mencukupi kebutuhan mereka. Namun, tanpa disadari akan muncul masalah baru. Tingginya aktivitas urbanisasi tidak dapat diimbangi dengan pertambahan lahan yang terbatas. Sehingga terbentuk permukiman baru di pinggiran kota dan mayoritas dengan memanfaatkan lahan yang sempit sehingga tidak memenuhi persyaratan kesehatan dan muncul masalah kebersihan. Contohnya, dalam hal sampah. Masyarakat seringkali membuang sampah di selokan ataupun kali kecil karena kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, disebabkan karena kurangnya pendidikan mengenai kepedulian dan memang kurang tersedianya fasilitas tempat sampah. Hal ini yang menjadi dasar dan tujuan dari diadakannya pengabdian masyarakat bermetode service learning, yaitu untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan mengajak mereka untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap orang lain dan lingkungan. Kegiatan ini berlokasi di daerah Kelurahan Putat Jaya, Surabaya yang sebelumnya merupakan daerah lokalisasi Dolly. Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk mengenalkan anak-anak mengenai lingkungan yang bersih dan sehat guna menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dimulai dari usia dini. Ada beberapa metode yang dilakukan, di antaranya adalah mengajak anak-anak kelas 1-3 SD untuk berpartisipasi dalam lomba mewarnai, anak-anak kelas 4-6 SD lomba menghias tempat sampah, dan 4 kolam lele yang diberikan untuk masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini sesuai dan menjawab tujuan awal dari kegiatan, yaitu menumbuhkan dan meningkatkan rasa peduli terhadap sesama dan lingkungan.