Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fasilitas Terapi Stres di Surabaya Jessica Nathania
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat 5.546 orang di Surabayayang berusia lebih dari lima belas tahun,yang mengalami gangguan mental emosi.Gangguan mental emosi/ stres terbagimenjadi dua, yaitu stres positif (eustress)dan stres negative (distress). Stres yangdiolah dalam fasilitas ini adalah distress.Mereka yang mengalami distress cenderungmerasa tertekan, cemas, dan bahkan hinggamengganggu Kesehatan fisiknya. Alhasil,seseorang tersebut tidak dapat beraktivitasdengan normal dan tidak dapat bekerjasecara produktif. Jika seseorang terbebasdari stress, maka seseorang tersebut akandapat membawa dampak positif bagi sekitardan dapat berdampak bagi orang lain.Pendekatan yang digunakan adalahpendekatan perilaku pada orang-orang yangmerasakan stres. Konsep yang digunakanadalah biophilic design, dengan memilih 2poin utama, yaitu hubungan visual denganalam dan kehadiran air, untuk ditekankanlebih pada bangunan. Pendalaman karakterruang pada area yoga didesain denganadanya kolam air dan tanaman di sekelilinguntuk memaksimalkan suasana tenang danrileks.
PERBEDAAN KINERJA ENTREPRENEUR ANTARA PENGUSAHA LAKILAKI DAN PENGUSAHA PEREMPUAN Jessica Nathania; Christina Whidya Utami; Timotius Febry
Jurnal Performa : Jurnal Manajemen dan Start-up Bisnis Vol. 5 No. 2 (2020): Performa
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/jp.v5i1.1537

Abstract

Entrepreneurship merupakan konsep di mana seseorang menciptakan dan mengatur sebuahbisnis untuk mendapatkan keuntungan dengan mengambil risiko di dunia korporasi. Istilahentrepreneurship pertama kali dikenalkan oleh Richard Cantillon pada 1775, diambil dari bahasaPerancis "entreprende" yang berarti "perantara". Berbicara mengenai entrepreneurship, tentu tidaklepas dari profesi entrepreneur atau pengusaha. Selama ini stereotype bekerja, dalam konteks iniberwirausaha, selalu hanya dikaitkan dengan laki-laki. Sementara perempuan lekat dengan citra iburumah tangga yang hanya mengurusi urusan rumah dan anak. Padahal, perempuan juga memiliki minatdalam berwirausaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja entrepreneurship antarapengusaha laki-laki dan perempuan dengan variabel bebas gender dan variabel terikat kinerjaentrepreneurship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalahseluruh entrepreneur UMKM di Surabaya Barat dengan syarat berskala mikro dan kecil, serta telahmenjalankan bisnis minimal selama satu tahun. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang, terdiri dari 50orang laki-laki dan 50 orang perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan metode tabulasi silangdengan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kinerjaentrepreneurship antara pengusaha laki-laki dan perempuan.Kata kunci : Kinerja, Pengusaha, Entrepreneurship, Gender
The Impact of Medication Adherence on Total Treatment Costs in Patients with Non-Small Cell Lung Carcinoma Jessica Nathania; Santi Purna Sari; Yovita Diane Titiesari
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 46 No 1 (2026)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v46i1.1024

Abstract

Background: Lung cancer is the leading cause of cancer-related death globally and ranks second in cancer incidence in Indonesia. Targeted therapies such as Epidermal Growth Factor Receptor-Tyrosine Kinase Inhibitors (EGFR-TKIs) and Anaplastic Lymphoma Kinase (ALK) inhibitors are recommended for advanced-stage non-small cell lung cancer (NSCLC) but may be limited by high cost. This study aimed to assess the relationship between medication adherence—measured by the mean proportion ratio (MPR)—and total treatment costs, and to examine its association with patient-specific factors. Methods: This observational, cross-sectional study used secondary data from NSCLC patients treated with EGFR-TKIs or ALK inhibitors at a Cancer Center in Jakarta, Indonesia (January 2023-March 2025). Eighty-six eligible patients (aged ≥18 years) were diagnosed with NSCLC, confirmed by immunohistochemistry (EGFR or ALK-positive). MPR measured medication adherence and analysed using Mann-Whitney and chi-square tests using SPSS Version 23, with a value of P<0.05 being significant. Results: Among NSCLC patients, about 89.53% exhibited a high level of treatment adherence, with an MPR score ≥0.8. Most patients were female (62.8%), under 60 years old (51.2%), stage IV (74.4%), and had an EGFR exon 19 mutation (52.3%). Osimertinib (30.2%) and Afatinib (24.4%) were the most used therapies. Most patients reported no serious side effects (57.0%) and received caregiver support (57.0%). There was no significant association between medication adherence and treatment cost (P=0.955), nor patient-related factors. Conclusion: Approximately 9 out of 10 NSCLC patients adhere to treatment with EGFR-TKIs or ALK inhibitors. High levels of adherence did not significantly increase additional medical expenses that would raise the total cost of treatment. Further qualitative research is needed to explore adherence determinants.