This Author published in this journals
All Journal Mechanova
Philip Kristanto
Petra Christian University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REDUKSI EMISI GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN MENGGUNAKAN SERBUK TEMBAGA DAN BATU APUNG Stephen Sanjaya; Philip Kristanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester genap 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.666 KB)

Abstract

Penambahan Catalytic Converter pada mesin bensin Toyota Kijang 5K standard yang bertujuan untuk mereduksi emisi gas buang kendaraan bermotor. Catalytic Converter merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk mereduksi polutan emisi gas buang pada kendaraan bermotor yaitu Carbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC). Penelitian ini dilakukan dengan menguji 3 model yang telah dibuat yaitu Catalytic Converter I (Pellet), Catalytic Converter II (Sekat Tembaga), Catalytic Converter III (Batu Apung). Dapat disimpulkan bahwa Catalytic Converter III (Batu Apung) adalah model yang terbaik untuk digunakan dalam mereduksi emisi gas buang. Dalam pengujian ini juga dilakukan pengukuran tekanan vakum dan terjadi kenaikan tekanan vakum, yaitu sebesar -17 in/Hg. Kenaikan tekanan vakum di intake manifold pada Catalytic Converter III lebih tinggi bila dibandingkan dengan Catalytic Converter II, dapat diakibatkan karena pada Catalytic Converter III menggunakan granular batu apung yang dapat menghambat laju tekanan pada saluran pipa gas buang. Selain itu pengujian ini membuktikan konsentrasi CO menurun cukup signifikan dengan penambahan batu apung pada saluran gas buang, namun untuk konsentrasi HC tidak jauh berbeda dengan hasil pengujian Catalytic Converter II. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan konsentrasi CO sebesar 19,75% dan HC sebesar 15,37% dari keadaan standard yaitu tanpa menggunakan Catalytic Converter.
PERANCANGAN SISTEM PENGAPIAN DUA BUSI PADA KENDARAAN HONDA GL PRO Robby Arianto Salim; Philip Kristanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester genap 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.409 KB)

Abstract

Di zaman yang berkembang seperti sekarang , teknologi dibidang otomotif juga ikut berkembang secara cepat. Oleh karena itu penggunaan bahan bakar fosil untuk transportasi juga ikut meningkat secara pesat dibandingkan dengan zaman sebelum adanya alat transportasi yang menggunakan mesin pembakaran dalam. Diakibatkannya penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan, maka sekarang ini persediaan minyak bumi juga ikut menipis. Karena dari itu para produsen otomotif juga berlomba untuk berinovasi dalam membuat mesin yang hemat bahan bakar. Salah satu cara penghematan bahan bakar adalah membuat mesin yang menggunakan busi lebih dari satu persilindernya agar pembakaran lebih efisien . Dari sistem dua busi ini diharapkan jumlah penggunaan bahan bakar lebih hemat. Selain itu penelitian ini juga dapat mengetahui seberapa besar jumlah peningkatan performa setelah melakukan modifikasi pada mesin sepeda motor. Penelitian ini menggunakan alat chassis dynamometer untuk mengetahui perubahan performa sebelum dan sesudah modifikasi.
STUDI PERBEDAAN KARAKTERISTIK MESIN DIESEL PANTHER 4JA-1 MENGGUNAKAN METASOL, BIOSOLAR DAN SOLAR MURNI Kelvin Kusuma; Philip Kristanto
Mechanova Vol 3 (2014): Semester genap 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.893 KB)

Abstract

Metanol merupakan alkohol yang paling sederhana, Metanol memiliki energi pembakaran dan stokiometri terendah dibandingkan dengan jenis alkohol lainnya. Karena itu, mesin pembakaran berbahan bakar metanol akan menghasilkan daya maksimum. Penelitian bahan bakar campuran metanol dan solar menggunakan mesin diesel empat langkah empat silinder untuk mempelajari daya mesin, torsi, konsumsi bahan bakar spesifik, dan efisiensi. Dalam penelitian ini, mesin diesel diuji dengan menggunakan metanol yang dicampur dengan solar pada rasio pencampuran 5:95, 10:90 dan 15:85. Kinerja mesin  yang menggunakan bahan bakar metasol akan dibandingkan dengan kinerja mesin dari bahan bakar solar dan biosolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa output daya dan torsi untuk bahan bakar metasol dengan campuran 5:95 dan 10:90 lebih tinggi dibandingkan dengan solar dan biosolar  namun campuran 15:85 lebih rendah dibandingkan dengan solar dan biosolar. Konsumsi bahan bakar spesifik untuk campuran 5% dan 10 % lebih  baik dibandingkan solar dan biosolar namun campuran 15 % lebih rendah. Efisiensi termal meningkat pada campuran 5% dan 10 % sementara 15 % mengalami penurunan.Dari penelitian diketahui bahwa campuran terbaik adalah 5% dan yang terendah adalah campuran 15 %