Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR KONSEP BANGUNAN HIJAU YANG DIPERTIMBANGKAN CALON KONSUMEN RUMAH KELAS MENENGAH DAN MENENGAH ATAS DI SURABAYA Florentcia Hartono; Timoticin Kwanda; Jani Rahardjo
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.10.2.211-231

Abstract

Penerapan konsep bangunan gedung hijau berfokus untuk menekan emisi CO2, sehingga mengurangi efek bahaya pada lingkungan, dan pemakaian energi menjadi lebih efektif dan efisien. Sayangnya, penelitian mengenai konsep ini di Surabaya belum ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor konsep bangunan gedung hijau yang dipertimbangkan oleh calon konsumen dalam memilih rumah kelas menengah dan menengah-atas di Surabaya. Pemilihan didasari luas kavling yang besar dan tidak dibatasi harga jualnya, sehingga penerapan konsep bangunan gedung hijau lebih leluasa untuk diterapkan. Berdasarkan hasil analisis faktor dari total 108 responden yang akan membeli rumah di Surabaya dan dikumpulkan secara daring melalui kuesioner, hipotesis yang diajukan benar yaitu terdapat perbedaan faktor konsep bangunan gedung hijau yang dipertimbangkan oleh calon pembeli, dengan faktor paling dipertimbangkan yaitu desain pemanfaatan cahaya matahari dan sirkulasi udara alami. Selain itu, 88.0% responden mengharapkan bangunan rumah yang mereka pertimbangkan memenuhi faktor bangunan hijau peringkat platinum menurut standar Green Building Council Indonesia.
Optimal Incentive Mechanism for ISO 9001 Quality Audit: A Mechanism Design Approach Jani Rahardjo; I Nyoman Sutapa; Togar Wiliater Soloan Panjaitan
(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper develops a principal–agent model for ISO 9001:2015 quality audit in a manufacturing company, where the auditee is an informed agent and the auditor is a principal who designs an incentive-compatible audit mechanism. The proposed mechanism combines self-reported performance, risk-based audit probabilities, and quadratic penalties on deviations between reported and verified performance. We establish explicit mathematical conditions for incentive compatibility and individual rationality that guarantee truthful reporting and substantive compliance as the optimal strategy for the auditee. The mechanism is shown to be constrained Pareto optimal within a natural class of audit contracts: no alternative contract can increase the auditor’s expected utility without reducing the agent’s utility, given the informational constraints. We prove the uniqueness of this optimal solution given a maximum feasible penalty. A parametric sensitivity analysis and a case study from the Indonesian manufacturing sector illustrate how the choice of audit probability, certification benefit, and penalty parameter can transform a symbolic certification regime into an equilibrium with genuine quality improvement and credible ISO 9001 implementation