Mujamilah Mujamilah
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Setyo Purwanto; M. Ihsan; Mujamilah Mujamilah; Mashadi Mashadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.974 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5146

Abstract

DAYA TAHAN KOROSI BAHAN RIGID BONDED MAGNET MQP-0 (BERBASIS NdFeB) SEBELUM DAN SETELAH PELAPISAN PERMUKAAN. Rigid bonded magnet(RBM) MQP-0, bahan magnet berbasis NdFeB telah dibuat dan dilakukan beberapa perlakuan. Diketahui bahwa daya tahan korosi bahan RBM yang dibuat dengan bahan pengikat/binder epoksi resin lebih tahan terhadap serangan korosi dibandingkan dengan yang berperekat poliester (PE). Uji laju korosi pada berbagai medium seperti air, NaCl dan H2SO4 menunjukkan hal tersebut. Untuk kasus pengujian bahan RBM di dalam media NaCl pada konsentrasi 0,05M dan 0,10M memperlihatkan laju korosi 0,18 mili—inchi/tahun dan 2,93 mili-inchi/tahun untuk perekat epoksi, dibandingkan 4,10 mili—inchi/tahun dan 24,87 mili-inchi/tahun untuk perekat poliester. Untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi telah dilakukan pelapisan bahan RBM dengan polimer epoksi. Diketahui pengaruh pelapisan dengan polimer epoksi menurunkan laju korosi sampai separuhnya. Uji laju korosi pada bahan RBM setelah pelapisan polimer epoksi di dalam media NaCl 0,15M besarnya 9,38 mili—inchi/tahun, sedangkan yang tanpa pelapisan besarnya 15,11 mili-inchi/tahun.
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Hany Julaiha; Ela Hayati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5143

Abstract

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Bahan magnet konvensional terbuat seluruhnya dari bahan logam melalui proses casting dan sintering sehingga terdapat kekurangan seperti berat, rapuh dan harganya cukup mahal. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Oleh sebab itu sekarang ini dikembangkan magnet komposit, mengingat akan diperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan binder berupa polimer yaitu polipropilena melt flow 2 (PP MF2) dan 10 (PP MFlO) serta polietilena jenis LDPE. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan metoda blending yaitu mencampurkan polimer (LDPE, PP MF2 dan PP MF10)dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrFe12O19) sebesar 29, 33, 38, 41, 50 dan 60% v/v ke dalam labo plastomill pada suhu 130 °C untuk LDPE dan 180 °C untuk PP MF2 dan PP MF10. Hasil yang diperoleh berupa bahan magnet komposit dibuat dalam bentuk lembaran dan dikarakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik, perpanjangan putus dan kekuatan luluh) dan sifat magnetnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga jenis polimer PP MF2, PP MF10 dan LDPE dapat berfungsi sebagai binder didalam pembuatan magnet komposit, tetapi hanya polimer jenis PP MF2 yang dapat berfungsi sebagai binder untuk komposisi 60% fraksi volume (%v/v). Dari sifat mekanik magnet komposit dengan matriks polimer yang berbeda hanya kekuatan tarik yang diperoleh, sedangkan kekuatan luluh dan perpanjangan putus tidak diperoleh. Sedangkan kekuatan tarik magnet komposit berbasis SrM untuk matriks polimer PP MF10 paling tinggi dicapai pada komposisi 33% volume serbuk sebesar 205,8 Kg/cm2. Untuk LDPE diperoleh tegangan tarik maksimum sebesar 99,2 Kg/cm2 pada komposisi 50% fraksi volume, sedangkan pada polimer PP MF2 diperoleh tegangan tarik sebesar 220,5 Kg/cm2 untuk komposisi 50% fraksi volume. Sifat magnetik untuk ketiga jenis komposit ini mempunyai harga yang hampir sama dengan nilai produk energi terendah pada komposisi 29% fraksi volume SrM adalah 0,07 MGOe dan tertinggi pada komposisi 60% fraksi volume SrM adalah 0,276 MGOe.
STATUS PENELITIAN BAHAN GIANT MAGNETORESISTANCE PADUAN LOGAM TANAH JARANG DI P3IB BATAN Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Wisnu Ari Adi; Ahmad S.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.134 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5258

Abstract

STATUS PENELITIAN BAHAN GIANT MAGNETORESISTANCE PADUAN LOGAM TANAH JARANG DI P3IB BATAN. Penelitian bahan Giant Magnetoresistance (GMR) - suatu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai sensor magnetik maupun perekam data magnetik- berbasis Logam Tanah Jarang(LTJ) di P3IB-BATAN telah dimulai sejak tahun 1998 dengan objek studi paduan (Sm,La)Mn2Ge2. Dari studi tersebut telah berhasil disintesis suatu paduan yang memiliki rasio Magneto-Resistance (MR) meneapai 66% pada suhu ruang setelah perlakuan sintering. Diketahui bahwa ukuran butiran, densitas cuplikan mempengaruhi rasio Magnetoresistance (MR) bahan. Selanjutnya studi dilakukan melalui program Riset Unggulan Terpadu Vl yang berakhir tahun 2001 pada paduan (Sm,Y)Mn2Ge2 dan (Sm,Gd)Mn2Ge2 dalam bentuk pelet dan film tipis. Dari studi tersebut diketahui bahwa pengaruh ukuran butiran pada cuplikan pelet mampu meningkatkan harga rasio MR sebesar 45%. Pada cuplikan pelet harga rasio MR yang besar diduga berkaitan dengan roughness/kekasaran dari pennukaan sehingga kontribusi bulkscattering menjadi sangat dominan. Studi simulasi dengan model magnetic granular pada berbagai paduan ini. menunjukkan hal tersebut. Sedangkan pada cuplikan film tipis dimana faktor , roughness sangat berkurang diketahui peranan under layer Ag dan Cu serta proses sintering yang berkaitan dengan ukuran butiran pada tingkat mikro bahkan nanometer temyata dapat mengoptimalkan harga rasio Magnetoresistance (MR) sampai rasio MR sekitar 6%. Pengukuran sifat GMR dilakukan dengan peralatan four point probe sampai dengan medan magnet luar 2 Tesla.