Sudirman Sudirman
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah; Hany Julaiha; Ela Hayati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5143

Abstract

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN MAGNETIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DENGAN MATRIKS POLIPROPILENA DAN POLIETILENA. Bahan magnet konvensional terbuat seluruhnya dari bahan logam melalui proses casting dan sintering sehingga terdapat kekurangan seperti berat, rapuh dan harganya cukup mahal. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Oleh sebab itu sekarang ini dikembangkan magnet komposit, mengingat akan diperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan binder berupa polimer yaitu polipropilena melt flow 2 (PP MF2) dan 10 (PP MFlO) serta polietilena jenis LDPE. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan metoda blending yaitu mencampurkan polimer (LDPE, PP MF2 dan PP MF10)dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrFe12O19) sebesar 29, 33, 38, 41, 50 dan 60% v/v ke dalam labo plastomill pada suhu 130 °C untuk LDPE dan 180 °C untuk PP MF2 dan PP MF10. Hasil yang diperoleh berupa bahan magnet komposit dibuat dalam bentuk lembaran dan dikarakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik, perpanjangan putus dan kekuatan luluh) dan sifat magnetnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ketiga jenis polimer PP MF2, PP MF10 dan LDPE dapat berfungsi sebagai binder didalam pembuatan magnet komposit, tetapi hanya polimer jenis PP MF2 yang dapat berfungsi sebagai binder untuk komposisi 60% fraksi volume (%v/v). Dari sifat mekanik magnet komposit dengan matriks polimer yang berbeda hanya kekuatan tarik yang diperoleh, sedangkan kekuatan luluh dan perpanjangan putus tidak diperoleh. Sedangkan kekuatan tarik magnet komposit berbasis SrM untuk matriks polimer PP MF10 paling tinggi dicapai pada komposisi 33% volume serbuk sebesar 205,8 Kg/cm2. Untuk LDPE diperoleh tegangan tarik maksimum sebesar 99,2 Kg/cm2 pada komposisi 50% fraksi volume, sedangkan pada polimer PP MF2 diperoleh tegangan tarik sebesar 220,5 Kg/cm2 untuk komposisi 50% fraksi volume. Sifat magnetik untuk ketiga jenis komposit ini mempunyai harga yang hampir sama dengan nilai produk energi terendah pada komposisi 29% fraksi volume SrM adalah 0,07 MGOe dan tertinggi pada komposisi 60% fraksi volume SrM adalah 0,276 MGOe.
PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BERPENGUAT SERAT SINTETIK UNTUK BAHAN GENTENG Nuning Aisah; Hanedi Darmasetiawan; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.19 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5056

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BERPENGUAT SERAT SINTETIK UNTUK BAHAN GENTENG. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi komposit dengan matriks polimer termoset yang diperkuat serat sintetik, yang pada akhirnya akan diupayakan suatu analisis kemungkinan bahan komposit tersebut dapat dijadikan bahan pembuatan genteng alternatif. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji mekanik-tarik, uji kekerasan, uji termal, dan pengamatan strukturmikro. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan nilai kekuatan tarik di setiap penambahan lapisan serat pada matriks polimer bahan komposit. Nilai kekuatan tarik tertinggi 165,62 MPa dan 107,47 MPa, dicaapai oleh masing-masing matriks poliester dan matriks epoksi dengan tiga lapisan serat. Matriks epoksi mempunyai nilai kekerasan yang lebih baik dibanding matriks poliester. Pengamatan strukturmikro dengan menggunakan mikroskop optik, memperlihatkan terjadinya distribusi serat yang cukup merata dalam matriks, sehingga ikat-silang yang terbentuk cukup banyak. Hal ini menyebabkan kuatnya ikatan bidang antarmuka yang berdampak pada nilai kekuatan tariknya. sedangkan dari uji termal yang terlihat pada termogram DTA diperoleh informasi bahwa semakin banyak jumlah lapisan serat pada matriks polimer, menghasilkan puncak endotermik yang semakin tajam.