Mujamilah Mujamilah
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN)-BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong 15314, Tangerang Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODIFIKASI SINTESIS DAN PENINGKATAN KARAKTERISTIK MAGNETIK NANOPARTIKELCORE/SHELLFe/Oksida Fe HASIL REAKSI REDUKSI BOROHIDRIDA. Mujamilah Mujamilah; Grace Tj Sulungbudi; Wildan Zakiyah Lubis; Agus Salim A
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.414 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4539

Abstract

MODIFIKASI SINTESIS DAN PENINGKATAN KARAKTERISTIK MAGNETIKNANOPARTIKELCORE/SHELLFe/Oksida Fe HASIL REAKSI REDUKSI BOROHIDRIDA.Telah dibuat nanopartikel berstruktur core/shell Fe/oksida Fe dengan nilai magnetisasi tinggi melalui tahapan reaksi reduksi FeCl 3 oleh reduktor Natrium Borohidrida (NaBH4), pencucian endapan dalam etanol, pemanasan 75oC dalam suasana vakum, dilanjutkan dengan proses oksidasi terkendali dengan pereaksi Trimethylamine N-Oxide (TMNO). Morfologi struktur nanopartikel core/shell dipelajari dari foto hasil pengamatan dengan Transmission Electron Microscope (TEM), sifat magnetik ditentukan dari kurva histeresis hasil pengukuran dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) dan fasa dianalisis dari pola difraksi sinar-X. Diperoleh bahwa karakteristik magnetik yang terbentuk dipengaruhi oleh kondisi proses pencucian untuk menghilangkan fasa sisa reaktan dan kondisi pemanasan untuk penyempurnaan reaksi pembentukan core. Pemanasan yang terlalu lama cenderung menurunkan sifat magnetik karena meningkatkan fasa-fasa minor FeB dan Fe2B. Pada tahapan oksidasi, selain pembentukan lapisan shell oksida Fe pada permukaan core Fe, juga terjadi proses reduksi fasa minor tersebut dan memberikan peningkatan sifat magnetik. Karakteristik optimal nanopartikel dengan ukuran kristalin ~ 8 nmdalampartikel core Fe berukuran < 30 nm dan shell oksida Fe setebal ~ 3 nmdenganmagnetisasi saturasi Ms ~ 130 emu/gram diperoleh pada proses sintesis dengan pencucian 15x diikuti pemanasan 4 jam.
MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL CORE/SHELL Fe/OKSIDAFe HASIL PROSES MILLING ENERGI TINGGI PADA BERBAGAI MEDIUM Ari Handayani; Muhammad Rifai; Eko Yudho Pramono; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 2: JANUARI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.067 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.2.4438

Abstract

MORFOLOGI DAN SIFAT MAGNETIK NANOPARTIKEL CORE/SHELL Fe/OKSIDAFe HASIL PROSES MILLING ENERGI TINGGI PADA BERBAGAI MEDIUM. Makalah ini membahas tentang hasil proses milling serbuk Fe menggunakan fasilitas milling energi tinggi SPEX 8000M dalam medium air (aquabidest), isopropil alkohol dan Cethyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTAB). Proses milling dilakukan selama 40 jam dalam vial dan menggunakan bola Stainless Steel dengan perbandingan berat serbuk dan bola sebesar 1 : 5. Struktur dan fasa nanopartikel masing-masing dianalisis dari foto dan pola Selective Area Electron Diffraction (SAED) hasil pengamatan dengan Transmission Electron Microscope (TEM). Sedangkan sifatmagnetik dianalisis dari kurva histeresis hasil pengukuran dengan Vibrating Sample Magnetometer(VSM). Foto TEM dan pola SAED menunjukkan terbentuknya struktur core/shell Fe/oksida Fe terutama pada serbuk hasil milling dalam medium isopropil alkohol. Partikel sferis berukuran ~ 40 nm dengan core Fe berdiameter 30 nm dan shell oksida Fe memiliki ketebalan 5 nm diperoleh untuk sistem isopropil alkohol. Untuk sistem medium lain, nanopartikel cenderung tidak sferis dengan struktur core/shell yang tidak homogen. Struktur inimemberikan nilaimagnetisasi optimal pada sistem isopropil alkohol dengan nilai magnetisasi saturasi, Ms = 175 emu/gram dan lebih rendah untuk sistem yang lain. Magnetisasi pada sistem isopropil alkohol juga cenderung stabil dengan waktu menunjukkan permukaan nanopartikel magnetik yang lebih tahan terhadap proses oksidasi lanjut.