Ridwan Ridwan
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) — BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm Ridwan Ridwan; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.285 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5248

Abstract

ANALISIS TEORI MEDAN MOLEKULAR PADA PADUAN UNSUR TANAH JARANG-LOGAM TRANSISI REnTMm. Mekanisme interaksi internal antara momen magnetik spin sehingga spin-spin cenderung untuk berorientasi teratur pada arah tertentu seperti ditemui dalam bahan yang bersifat feromagnet ataupun ferimagnet secara teoritis dibahas melalui konsep medan yang disebut sebagai medan pertukaran (echange field), medan molekular (molecular field) ataupun Weiss-field. Berdasarkan teori ini, telah disusun suatu algoritma untuk menentukan koefisien medan molekular dengan pendekatan metoda sub-kisi. Verifikasi dari algoritma yang telah disusun dilakukan dengan menggunakan data pengukuran magnetisasi versus temperatur untuk paduan unsur tanah jarang-logam transisi REnTMm yang telah dipublikasikan. Hasil perhitungan dari algoritma yang disusun kemudian dibandingkan dengan hasil pengukuran dari perhitungan referensi dan diperoleh kesesuaian yang sangat baik satu sama lain. Perhitungan dilakukan pada komputer Macintosh dengan algoritma disusun berdasarkan paket program MATHEMATICA, A system for doing mathematics by computer.
SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK Evi Yulianti; Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Devi Listiana P
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.053 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5139

Abstract

SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK. Telah dilakukan pembuatan dan uji sifat mekanik dari bahan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan bahan polimer EVA (Etil Vinil Asetat), dan membandingkannya dengan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan polimer LLDPE (Linier Low Density Poly Ethylen). Sifat-sifat mekanik yang diuji adalah kekuatan regang (Tensile Strength), tegangan luluh (Yield Strength), persen peregangan putus (Percent Elongation Break) serta uji kekerasan. Sifat-sifat tersebut diukur pada berbagai komposisi komposit dan ukuran serbuk magnet. Hasil analisis sifat mekanik menunjukkan bahwa tegangan luluh magnet komposit MQPO-EVA (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 39,6-62,8kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 57,9-134,9kg/cm2 dan kekerasan 78—91 SHA, sedangkan tegangan luluh magnet komposit MQPO-LLDPE (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 63,2-89,1kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 69,0-194,5kg/cm2 dan kekerasannya 81-92SHA. Dari hasil uji sifat mekanik terhadap keduajenis bahan magnet komposit telihat bahwa bahan magnet komposit MQP0-LLDPE mempunyai sifat mekanik yang lebih baik
PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Mujamilah Mujamilah; Bambang Sugeng; Evi Yulianti; M. Refai Muslih; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.681 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5130

Abstract

PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Telah dilakukan studi pembentukan fasa dan sifat magnetik pada komposit magnet berbasis serbuk magnet Nd2Fe14B dengan poliester. Studi dilakukan dengan menganalisis fasa dan kurva histeresis komposit magnet dengan komposisi 75% v/v MQP-0/25% v/v poliester sebagai fungsi berbagai kondisi serbuk. Hasil studi menunjukkan bahwa serbuk MQP-0 mempunyai komposisi dengan tingkat Fe berlebih yang mengakibatkan terbentuknya fasa magnet lunak α-Fe disamping fasa magnet keras Nd2Fe14B pada serbuk. Proses penghalusan awal akan memisahkan fasa—fasa ini dan memberikan fraksi α-Fe dominan pada serbuk dengan ukuran halus dan fraksi magnet keras dominan pada serbuk kasar. Proses penghalusan lanjut akan menurunkan fasa α-Fe dan menumbuhkan fasa kristalin Nd2Fe14B. Kehadiran fasa magnet lunak α-Fe pada matriks fasa magnet keras Nd2Fe14B menyebabkan peningkatan pada harga magnetisasi saturasi dan remanensi bahan namun menurunkan tingkat medan koersivitas bahan. Secara umum kondisi ini mempengaruhi harga produk energi magnetik bahan.
APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET Aloma Karo Karo; Suharpiyu Suharpiyu; Maya Febri; Mujamilah Mujamilah; Evi Yulianti; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.154 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5135

Abstract

APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET. Kebutuhan akan bahan magnet berupa Rigid Bonded Magnet (RBM) terus meningkat sesuai dengan tuntutan aplikasinya. Pengembangan Rigid Bonded Magnet tersebut meliputi teknologi proses pembuatan serbuk magnet dan metoda perekatan bahan magnet dalam bentuk komposit. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk magnet MQP-0 (NdFeB) kedalam matriks yang terdiri dari campuran poliester dengan bahan pengeras (hardener) atau epoksi dengan bahan pengeras, diaduk sampai homogen dan kental, kemudian dimasukkan dalam dies berbentuk silinder dan diberi tekanan. Pada penelitian ini, dilakukan optimalisasi matrik poliester dan epoksi, yang meliputi pengaruh pelarut terhadap matrik, komposisi komposit, dan pengaruh pemanasan(curing) terhadap komposit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi matrik yang terbaik adalah 2g resin poliester : 100 μl mekpo untuk matrik poliester dan perbandingan antara epoksi dengan versamid adalah l:l untuk matrik epoksi. Pengenceran matrik dengan pelarut toluen sangat mendukung dalam meningkatkan fraksi volume magnet, namun volume pelarut harus dikontrol sehingga tidak merusak matrik. Uji kekerasan menunjukkan komposit Rigid Bonded Magnet bermatrik epoksi lebih keras dibanding matrik poliester, dan proses pemanasan(curing) memperkuat gaya adhesi antara muatan serbuk magnet dengan matrik dalam komposit yang ditunjukkan dengan naiknya nilai kekerasan. Fraksi volume serbuk magnet tertinggi diperoleh sebesar 80% dalam matrik poliester dan epoksi, dengan nilai kuat medan magnet sebesar 1753 Gauss untuk komposit MQP-0 (Nd-Fe-B).