Setyo Purwanto
Puslitbang Iptek Bahan (P3IB) — BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Mujamilah Mujamilah; Bambang Sugeng; Evi Yulianti; M. Refai Muslih; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.681 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5130

Abstract

PEMBENTUKAN FASA DAN PENGARUHNYA PADA SIFAT MAGNETIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS SERBUK MAGNET Nd2Fe14B HASIL MELTSPINNING. Telah dilakukan studi pembentukan fasa dan sifat magnetik pada komposit magnet berbasis serbuk magnet Nd2Fe14B dengan poliester. Studi dilakukan dengan menganalisis fasa dan kurva histeresis komposit magnet dengan komposisi 75% v/v MQP-0/25% v/v poliester sebagai fungsi berbagai kondisi serbuk. Hasil studi menunjukkan bahwa serbuk MQP-0 mempunyai komposisi dengan tingkat Fe berlebih yang mengakibatkan terbentuknya fasa magnet lunak α-Fe disamping fasa magnet keras Nd2Fe14B pada serbuk. Proses penghalusan awal akan memisahkan fasa—fasa ini dan memberikan fraksi α-Fe dominan pada serbuk dengan ukuran halus dan fraksi magnet keras dominan pada serbuk kasar. Proses penghalusan lanjut akan menurunkan fasa α-Fe dan menumbuhkan fasa kristalin Nd2Fe14B. Kehadiran fasa magnet lunak α-Fe pada matriks fasa magnet keras Nd2Fe14B menyebabkan peningkatan pada harga magnetisasi saturasi dan remanensi bahan namun menurunkan tingkat medan koersivitas bahan. Secara umum kondisi ini mempengaruhi harga produk energi magnetik bahan.
APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET Aloma Karo Karo; Suharpiyu Suharpiyu; Maya Febri; Mujamilah Mujamilah; Evi Yulianti; Setyo Purwanto; Ridwan Ridwan; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.154 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5135

Abstract

APLIKASI RESIN POLIESTER DAN EPOKSI DALAM PENGEMBANGAN RIGID BONDED MAGNET. Kebutuhan akan bahan magnet berupa Rigid Bonded Magnet (RBM) terus meningkat sesuai dengan tuntutan aplikasinya. Pengembangan Rigid Bonded Magnet tersebut meliputi teknologi proses pembuatan serbuk magnet dan metoda perekatan bahan magnet dalam bentuk komposit. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk magnet MQP-0 (NdFeB) kedalam matriks yang terdiri dari campuran poliester dengan bahan pengeras (hardener) atau epoksi dengan bahan pengeras, diaduk sampai homogen dan kental, kemudian dimasukkan dalam dies berbentuk silinder dan diberi tekanan. Pada penelitian ini, dilakukan optimalisasi matrik poliester dan epoksi, yang meliputi pengaruh pelarut terhadap matrik, komposisi komposit, dan pengaruh pemanasan(curing) terhadap komposit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa komposisi matrik yang terbaik adalah 2g resin poliester : 100 μl mekpo untuk matrik poliester dan perbandingan antara epoksi dengan versamid adalah l:l untuk matrik epoksi. Pengenceran matrik dengan pelarut toluen sangat mendukung dalam meningkatkan fraksi volume magnet, namun volume pelarut harus dikontrol sehingga tidak merusak matrik. Uji kekerasan menunjukkan komposit Rigid Bonded Magnet bermatrik epoksi lebih keras dibanding matrik poliester, dan proses pemanasan(curing) memperkuat gaya adhesi antara muatan serbuk magnet dengan matrik dalam komposit yang ditunjukkan dengan naiknya nilai kekerasan. Fraksi volume serbuk magnet tertinggi diperoleh sebesar 80% dalam matrik poliester dan epoksi, dengan nilai kuat medan magnet sebesar 1753 Gauss untuk komposit MQP-0 (Nd-Fe-B).