Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Pati-Kitosan Dengan Menggunakan Metode Dialisis-Solution Casting Steven, Steven; Mardiyati, Mardiyati; Widyanto, Bambang
Mesin Vol 27, No 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.911 KB)

Abstract

Bioplastik pati merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh material plastik konvensional. Namun dikarenakan ketahanan airnya yang buruk, bioplastik pati umumnya digabungkan dengan material yang memiliki ketahanan air yang lebih baik, seperti kitosan. Didalam pembuatan bioplastik pati-kitosan umumnya melibatkan asam asetat yang dapat membuat bioplastik yang dihasilkan menjadi asam dan kurang baik untuk dimanfaatkan pada beberapa aplikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik pati-kitosan dengan metode dialisis-solution casting. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan kitosan didalam bioplastik pati-kitosan. Didalam penelitian ini pembuatan bioplastik pati-kitosan dilakukan dengan menggunakan metode dialisis-solution casting. Untuk mengukur peforma dari bioplastik pati-kitosan dilakukan pengujian tarik, pengujian ketahanan air serta pengujian degradasi tanah. Pengujian tarik dilakukan dengan mengacu pada ASTM D882. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa seiring peningkatan konsentrasi kitosan didalam bioplastik pati-kitosan akan meningkatkan kekuatan tarik, kekakuan tarik, dan ketahanan air namun menurunkan perpanjangan dan kemampuan degradasi dari bioplastik pati-kitosan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidrolisis Asam Sulfat Terhadap Sifat Me-kanik Plastik Selulosa Teregenerasi dari Kapas Limbah Tekstil dengan Pelarut NaOH/Urea Raden Reza Rizkiansyah; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4264

Abstract

Selulosa merupakan polimer alami dengan ketersediaan yang paling melimpah yang berpotensi untuk direkayasa menjadi suatu plastik biodegradable. Selulosa teregenerasi merupakan suatu material yang dibentuk dengan cara melarutkan selulosa dalam suatu palarut tertentu dan dicetak. Dalam penelitian ini, kapas limbah dari industri tekstil digunakan sebagai sumber selulosa. Kapas pada dasarnya memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi, yakni sekitar 86-98%. Selulosa diekstrak dari kapas limbah dengan hidrolisis asam sulfat dengan konsentrasi divariasikan pada 0,5; 1; 1,5; dan 0,5 M dengan temperatur 100°C selama 2 jam. Selulosa teregenerasi dibuat dengan melarutkan selulosa pada larutan NaOH 7%/Urea 12% dan dibentuk dengan metode solution casting. Berat molekul selulosa diukur dengan metode berat molekul rerata viskositas dengan viskometer Ubbelohde. Karakterisasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan konsentrasi asam sulfat yang digunakan menyebabkan penurunan berat molekul selulosa yang terekstraksi. Berat molekul selulosa yang digunakan akan turut berpengaruh terhadap sifat mekanik dari plastik yang dihasilkan. Sifat optimum selulosa teregenerasi yang dihasilkan diperoleh dari selulosa dengan berat molekul 2.73 x 104 g/mol dari hasil hidrolisis 0,5 M, yang dimana memiliki kekuatan tarik, persen elongasi dan modulus masing-masing sebesar 49,24 MPa; 0.92 %; dan 11.39 GPa dengan densitas sebesar 1.53 g/cm3.
Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Pati-Kitosan Dengan Menggunakan Metode Dialisis-Solution Casting Steven Steven; Mardiyati Mardiyati; Bambang Widyanto
Mesin Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik pati merupakan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan oleh material plastik konvensional. Namun dikarenakan ketahanan airnya yang buruk, bioplastik pati umumnya digabungkan dengan material yang memiliki ketahanan air yang lebih baik, seperti kitosan. Didalam pembuatan bioplastik pati-kitosan umumnya melibatkan asam asetat yang dapat membuat bioplastik yang dihasilkan menjadi asam dan kurang baik untuk dimanfaatkan pada beberapa aplikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik pati-kitosan dengan metode dialisis-solution casting. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penambahan kitosan didalam bioplastik pati-kitosan. Didalam penelitian ini pembuatan bioplastik pati-kitosan dilakukan dengan menggunakan metode dialisis-solution casting. Untuk mengukur peforma dari bioplastik pati-kitosan dilakukan pengujian tarik, pengujian ketahanan air serta pengujian degradasi tanah. Pengujian tarik dilakukan dengan mengacu pada ASTM D882. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa seiring peningkatan konsentrasi kitosan didalam bioplastik pati-kitosan akan meningkatkan kekuatan tarik, kekakuan tarik, dan ketahanan air namun menurunkan perpanjangan dan kemampuan degradasi dari bioplastik pati-kitosan.
Pembuatan Prekursor Serat Karbon dari Lignin Limbah Black Liquor Silvia Mar’atus Shoimah; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven; Arif Basuki
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.863 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v9i2.133

Abstract

Carbon fiber precursor is a raw material required to produce carbon fiber and it spends around 51% of the manufacturing total cost of carbon fiber. Lignin is the second most abundant natural polymer in the world and has the potential to be utilized as a precursor of carbon fiber due to its high amount of carbon content, which reaches 68%. In this research, lignin which was extracted from black liquor waste was then utilized for the preparation of carbon fiber precursor. Extracted lignin was blended with polyvinyl alcohol (PVA) with varied concentration of 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% (wt%) and prepared as fiber using wet spinning method. Tensile strength of lignin fiber was determined based on ASTM D-3882 standard. SEM characterization was conducted to evaluate the morphology of lignin fiber. Moreover, TGA characterization was conducted to evaluate the thermal properties and carbon yield of lignin/PVA fiber, respectively. The result showed that the highest tensile strength of 633.29 MPa was achieved at 50% of lignin/PVA concentration. The thermal resistance of lignin fiber tended to improve with the increase of lignin concentration. This result showed that the lignin/PVA fiber has a great potential to be used as a carbon fiber precursor.Prekursor serat karbon merupakan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan serat karbon dan menghabiskan sekitar 51% dari total biaya produksi serat karbon. Lignin merupakan polimer hayati paling melimpah kedua di bumi dan sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi prekursor serat karbon karena memiliki kandungan karbon yang tinggi mencapai 68%. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan prekursor serat karbon yang berbahan dasar lignin hasil pengolahan limbah black liquor. Lignin diekstraksi dari limbah black liquor dengan menggunakan metode asidifikasi. Lignin yang telah diekstraksi selanjutnya dicampur dengan polivinil alkohol (PVA) dengan variasi konsentrasi sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% (w/w) menggunakan metode wet spinning. Pengujian tarik serat lignin/PVA dilakukan dengan mengacu pada standar ASTM D-3882. Karakterisasi SEM dilakukan untuk mengetahui morfologi serat yang dihasilkan. Karakterisasi TGA dilakukan untuk mengetahui sifat termal dan carbon yield dari serat lignin/PVA. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, kekuatan serat lignin tertinggi yang dihasilkan adalah sebesar 633,29 MPa yang diperoleh oleh serat lignin/PVA dengan konsentrasi lignin sebesar 50%. Makin tinggi kandungan lignin akan menghasilkan serat lignin dengan kekuatan tarik dan ketahanan termal yang makin tinggi pula. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa serat lignin/PVA yang dihasilkan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai prekursor serat karbon.
Pembuatan dan Karakterisasi Separator Baterai Berbahan Selulosa Alga Cladophora Anna Niska Fauza; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.673 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v9i2.135

Abstract

Separator membrane is one of the important components that serves as a separator between two electrodes for ionic transfer in the electrolyte, as well as to ensure the safety and capacitance performance of the battery. Recently, research on environmentally friendly materials for separator has been developed in order to substitute polyolefin-based separator, one of them is cellulose. Cellulose has excellent properties, such as good wettability, low cost of processing, good mechanical properties, and renewable. In this research, the separator was prepared by using cellulose extracted from Cladophora algae. Cellulose was extracted by performed alkalization, acid treatment and bleaching with 17.5% of NaOH, H2SO4 1M and 5% of H2O2 respectively. The separator membrane was prepared by using solution casting with concentration of cellulose varied in 0,011; 0,008; 0,006; 0,004 dan 0,003 gr/cm2. The porosity and thermal stability were determined by using scanning electron microscopy (SEM) and thermogravimetric analysis (TGA). Chemical stability and contact angle characterization were conducted to determine chemical retention of the separator membrane toward electrolyte and wettability of the membrane. Based on the result, the extracted cellulose from Cladophora algae has the potential to be utilized as a material for the separator membrane of battery.Membran separator merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai pemisah antara dua elektroda untuk transfer ion didalam elektrolit, serta memastikan keselamatan dan performa kapasitansi pada baterai. Pengembangan material separator baterai yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan dengan tujuan untuk mencari material alternatif selain poliolefin. Salah satu material yang cukup menjanjikan adalah selulosa. Selulosa memiliki sifat wettability yang baik, biaya pemrosesan yang rendah, sifat mekanik yang baik dan merupakan material yang dapat diperbaharui.  Pada penelitian ini dilakukan pembuatan separator baterai dari bahan selulosa yang diekstrak dari alga Cladophora. Selulosa diperoleh melalui tiga perlakuan yaitu alkalisasi dengan menggunakan NaOH 17,5%, perlakuan asam dengan menggunakan H2SO4 1M dan bleaching dengan menggunakan H2O2 5%. Membran separator dibuat dengan menggunakan metode solution casting dengan konsentrasi selulosa sebesar 0,011; 0,008; 0,006; 0,004 dan 0,003 gr/cm2. Pengukuran porositas dan stabilitas termal dilakukan dengan menggunakan scannning electron microscopy (SEM) dan  thermogravimetric analysis (TGA). Pengujian stabilitas kimia dan sudut kontak dilakukan untuk menentukan ketahanan kimia membran separator terhadap elektrolit dan sifat wettability. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa selulosa yang diekstrak dari alga Cladophora memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan membran separator baterai.
Kajian Material Komposit Sandwich pada Floor Panel Pesawat Terbang Muhammad Labib Adyavit; Larasati Irischa Ramadhani; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Mesin Vol 29 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mechanical and Aerospace Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2023.29.1.4

Abstract

Sandwich composites have been used as lightweight materials in aircraft manufacturing for a long time, from balsa wood sandwich in the 1930s to honeycomb and fiber-reinforced polymers sandwich. Its characteristics are considered as a 'perfect' material for aircraft, which has high strength with low density. Sandwich composites are the common materials for aircraft floor panels. The core is usually made of Nomex or aluminum honeycomb, while the skin is made of 1 "“ 2 ply of carbon/glass fiber in epoxy resin composite. The core is usually constructed using the corrugating or expansion method, whilst the skins are usually constructed using the prepreg lay-up method. Both materials are combined together by a simple adhesive bonding. Being the most strictly regulated transportation method on the planet, floor panel manufacturers must abide by aircraft manufacturing companies and local aviation authority standards and specifications to ensure the product's safety. The purpose of this study is to determine the most used materials for aircraft floor panels and why is it widely used, to understand the manufacturing process, and to know the specifications and standards that need to be fulfilled.
Kajian Penggunaan Baja Tahan Karat 316L sebagai Implan Sendi Panggul Muhammad Aldy Hassan; Luhadi Satriawan; Jhonsen Taharuddin; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Mesin Vol 29 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Mechanical and Aerospace Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/MESIN.2023.29.1.6

Abstract

Implant is one of the most important innovations in medical devices to help people with disabilities or injuries, one of them is the hip-joint implant. The hip-joint implant must-have properties such as good corrosion resistance, good biocompatibility, and good wear resistance. These properties are important for maintaining safety during surgery and future use. Nickel-free 316L stainless steel is one of the materials that is commonly used as implants and meets all the requirements for a material to be used as an implant. 316L stainless steel also has an advantage, a lower price than titanium and cobalt. However, 316L stainless steel has low wear resistance and needs to be coated in order to improve its wear resistance. Recent research reported that the metallic glass FeCrMoCB was able to cover cronidur30 and improved its wear resistance. This study discussed the properties of 316L stainless steel implants, the testing process, the manufacturing process, and the sustainability aspects of the manufacturing process.