Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembuatan dan Penyediaan Alat Pengiris Bawang Merah untuk Pengusaha Skala Mikro di Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat Anna Niska Fauza; Wanda Afnison; Randi Purnama Putra; Purwantono Purwantono; Andre Kurniawan; Hendri Nurdin
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3773

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan di Indonesia. Salah satu daerah dengan hasil panen bawang merah yang cukup tinggi adalah Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Saat ini, sudah mulai berkembang pengusaha-pengusaha berskala mikro dalam memproduksi makanan olahan bawang merah, yaitu bawang merah goreng. Hal ini telah menjadi salah satu sumber mata pencarian masyarakat di daerah tersebut. Bawang merah goreng menunjukkan potensi yang besar sebagai produk olahan pertanian dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu, bawang merah goreng sangat populer di kalangan masyarakat karena keefektifan dan kekhasan cita rasanya. Namun, proses pembuatan bawang merah goreng di Kenagarian Talang Babungo masih dilakukan secara manual dan menggunakan alat sederhana. Sehingga, hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja dan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, Teknik Mesin Universitas Negeri Padang memberikan solusi kepada pengusaha bawang merah dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim Pengabdian merancang dan menyediakan mesin pengiris bawang merah melalui penggunaan teknologi tepat guna. Mesin pengiris bawang merah dirancang dengan menggunakan teknologi sederhana dan sistem operasional yang mudah digunakan. Mesin pengiris bawang dirancang menggunakan penggerak motor listrik dengan kapasitas produksi yang cukup besar, yaitu 20–30 kg/jam. Selain itu, mesin pengiris bawang merah memiliki keunggulan dalam pengaturan ketebalan pemotongan bawang merah yang dikehendaki. Diharapkan, melalui penyediaan mesin pengiris bawang merah yang inovatif tersebut akan mampu meningkatkan produktivitas kerja pengusaha bawang merah di Kenagarian Talang Babungo dengan estimasi ± 400% peningkatan hasil produksi dibandingkan dengan metode pengirisan secara manual. Hal ini juga akan mendorong peningkatan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penentuan Kurva Kalibrasi untuk Estimasi Viskositas Polydimethyl Siloxane (PDMS) Anna Niska Fauza; Atikah Ardi; Ressa Muhripah Novianti; Arif Kartasasmita; Wasaludin, Norman Syakir,; Risdiana, Fitrilawati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.21 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i1.16519

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) (CH3)3SiO-[Si(CH3)2O]n-Si(CH3) yang dikenal juga sebagai silicone oil merupakan salah satu cairan pengganti vitreous humour pada bedah vitreoretinal yang banyak dipakai. Dalam aplikasinya dibutuhkan PDMS dengan berbagai tingkat viskositas agar tidak terjadi emulsifikasi pada vitreous humour. Viskositas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tegangan permukaan yang berperan untuk menjaga bentuk PDMS ketika diinjeksikan pada mata. Semakin besar nilai viskositas maka akan semakin besar pula tegangan permukaan yang dihasilkan. Pada PDMS dengan viskositas tinggi lebih sulit terjadi emulsifikasi dibandingkan dengan PDMS dengan viskositas rendah. Ketika terdapat substansi lain yang tercampur kedalam PDMS setelah diinjeksikan kemata, maka dapat terjadi penurunan tegangan permukaan PDMS dan terjadi emulsifikasi. Oleh karena itu diperlukan teknik pengukuran viskositas dalam rentang yang cukup lebar agar PDMS dapat disintesis dengan berbagai tingkat kekentalan. Salah satu cara penentuan viskositas adalah melalui kurva kalibrasi yang didapat melalui metode ekstrapolasi. Dalam penelitian ini akan dilaporkan hasil eksperimen pembuatan kurva kalibrasi untuk penentuan nilai viskositas Polydimethylsiloxane (PDMS) dengan teknik pengenceran. Gel PDMS masing-masing dilarutkan dengan pelarut kloroform dan pelarut toluene dengan berbagai konsentrasi. Pengenceran tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan  beberapa titik ekstrapolasi guna menghasilkan kurva kalibrasi. Hasil kurva kalibrasi yang didapat dipakai untuk menentukan nilai viskositas dari beberapa PDMS hasil sintesis.
Pembuatan dan Karakterisasi Separator Baterai Berbahan Selulosa Alga Cladophora Anna Niska Fauza; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Bahan dan Barang Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.673 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v9i2.135

Abstract

Separator membrane is one of the important components that serves as a separator between two electrodes for ionic transfer in the electrolyte, as well as to ensure the safety and capacitance performance of the battery. Recently, research on environmentally friendly materials for separator has been developed in order to substitute polyolefin-based separator, one of them is cellulose. Cellulose has excellent properties, such as good wettability, low cost of processing, good mechanical properties, and renewable. In this research, the separator was prepared by using cellulose extracted from Cladophora algae. Cellulose was extracted by performed alkalization, acid treatment and bleaching with 17.5% of NaOH, H2SO4 1M and 5% of H2O2 respectively. The separator membrane was prepared by using solution casting with concentration of cellulose varied in 0,011; 0,008; 0,006; 0,004 dan 0,003 gr/cm2. The porosity and thermal stability were determined by using scanning electron microscopy (SEM) and thermogravimetric analysis (TGA). Chemical stability and contact angle characterization were conducted to determine chemical retention of the separator membrane toward electrolyte and wettability of the membrane. Based on the result, the extracted cellulose from Cladophora algae has the potential to be utilized as a material for the separator membrane of battery.Membran separator merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai pemisah antara dua elektroda untuk transfer ion didalam elektrolit, serta memastikan keselamatan dan performa kapasitansi pada baterai. Pengembangan material separator baterai yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan dengan tujuan untuk mencari material alternatif selain poliolefin. Salah satu material yang cukup menjanjikan adalah selulosa. Selulosa memiliki sifat wettability yang baik, biaya pemrosesan yang rendah, sifat mekanik yang baik dan merupakan material yang dapat diperbaharui.  Pada penelitian ini dilakukan pembuatan separator baterai dari bahan selulosa yang diekstrak dari alga Cladophora. Selulosa diperoleh melalui tiga perlakuan yaitu alkalisasi dengan menggunakan NaOH 17,5%, perlakuan asam dengan menggunakan H2SO4 1M dan bleaching dengan menggunakan H2O2 5%. Membran separator dibuat dengan menggunakan metode solution casting dengan konsentrasi selulosa sebesar 0,011; 0,008; 0,006; 0,004 dan 0,003 gr/cm2. Pengukuran porositas dan stabilitas termal dilakukan dengan menggunakan scannning electron microscopy (SEM) dan  thermogravimetric analysis (TGA). Pengujian stabilitas kimia dan sudut kontak dilakukan untuk menentukan ketahanan kimia membran separator terhadap elektrolit dan sifat wettability. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa selulosa yang diekstrak dari alga Cladophora memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan membran separator baterai.
Analisis Karakteristik Reflektivitas Bioplastik Berbahan PVA/CNF/UG Sebagai Kemasan Produk Anti UV Prayoga, Ongki; Lapisa, Remon; Arafat, Andril; Niska Fauza, Anna
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v2i4.230

Abstract

Penambahan Uncaria Gambir meningkatkan kemampuan bioplastik dalam menghalangi sinar ultraviolet, dengan transmitansi pada panjang gelombang 200, 250, 300, 350, dan 400 nm berkurang dari 23.02%, 21.27%, 24.49%, 20.63%, dan 23.92% menjadi 17.77%, 14.26%, 15.29%, 10.96%, dan 7.75%.  Sampel PVA menunjukkan nilai reflectance UV-A 23.01%, UV-B 24.79%, dan UV-C 28.00%. Penambahan Cellulose nanofiber menurunkan nilai UV-C menjadi 24.00%. Dengan penambahan Uncaria Gambir, reflectance UV-A menurun signifikan 7.83% (1 Wt %), 6.79% (0.75 Wt %), 0.58% (0.5 Wt %), 0.60% (0.25 Wt %), dan 1.47% tanpa Uncaria Gambir. Absorbansi UV-C adalah 0.6195 A (PVA) dan 0.6355 A (PVA/CNF). Tanin dan katekin dalam Uncaria Gambir menurunkan transmitansi dengan menyerap cahaya. Warna coklat kehitaman disebabkan oleh pigmen antosianin dan flavonoid, sesuai dengan penelitian sebelumnya, dengan hasil diatas bioplastik ini cukup memiliki kekuatan dan ketahanan sebagai bioplastik pengalang UV yang mumpuni.  The addition of Uncaria Gambir enhances the ability of bioplastics to block ultraviolet rays, with transmittance at wavelengths of 200, 250, 300, 350, and 400 nm decreasing from 23.02%, 21.27%, 24.49%, 20.63%, and 23.92% to 17.77%, 14.26%, 15.29%, 10.96%, and 7.75%, respectively. The PVA sample showed UV-A reflectance values of 23.01%, UV-B 24.79%, and UV-C 28.00%. The addition of cellulose nanofiber reduced the UV-C reflectance to 24.00%. With the addition of Uncaria Gambir, UV-A reflectance significantly decreased: 7.83% (1 Wt %), 6.79% (0.75 Wt %), 0.58% (0.5 Wt %), 0.60% (0.25 Wt %), and 1.47% without Uncaria Gambir. The tannins and catechins in Uncaria Gambir reduce transmittance by absorbing light. The dark brown color is caused by anthocyanin and flavonoid pigments, consistent with previous studies, With the above results, it is hoped that it can produce bioplastics that have strength and durability as qualified UV pengalang bioplastics.
Design and Crash Test on a Two-Passenger City Car Frame using Finite Element Method Putra, Randi Purnama; Yuvenda, Dori; Afnison, Wanda; Lapisa, Remon; Milana, Milana; Fauza, Anna Niska; Harmanto, Dani
Automotive Experiences Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.11306

Abstract

The chassis is an important part of a car which must have a strong construction to withstand the weight of the vehicle. The purpose of this research is to create a city car's chassis that can hold two passengers and then crash-test the finished product. In this research, a development method was used using SolidWorks software and the student version of ANSYS R2 2023 as software for creating chassis designs and crash test simulations. The study's findings indicate that the car frame's measurements are 2.46 meters in length, 1.33 meters in height, and 1.39 meters in width. The steel of the ASTM A36 type was utilized as the material in the computational study of the frame. The results show that increasing speed causes an increase in deformation, with the peak deformation at a speed of 100 km/h. The maximum deformation occurs at 0.007 seconds with a value of 203.51 mm at the top pillar of the car. The deformation increases from 97.196 mm at 0.0035 s to 161.22 mm at 0.0056 s. However, deformation occurs mainly in the front zone of the car frame and is not significant in the passenger zone.
Pembuatan dan Penyediaan Alat Pengiris Bawang Merah untuk Pengusaha Skala Mikro di Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat Fauza, Anna Niska; Afnison, Wanda; Putra, Randi Purnama; Purwantono, Purwantono; Kurniawan, Andre; Nurdin, Hendri
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2023.v7i1.3773

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dihasilkan di Indonesia. Salah satu daerah dengan hasil panen bawang merah yang cukup tinggi adalah Kenagarian Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Saat ini, sudah mulai berkembang pengusaha-pengusaha berskala mikro dalam memproduksi makanan olahan bawang merah, yaitu bawang merah goreng. Hal ini telah menjadi salah satu sumber mata pencarian masyarakat di daerah tersebut. Bawang merah goreng menunjukkan potensi yang besar sebagai produk olahan pertanian dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu, bawang merah goreng sangat populer di kalangan masyarakat karena keefektifan dan kekhasan cita rasanya. Namun, proses pembuatan bawang merah goreng di Kenagarian Talang Babungo masih dilakukan secara manual dan menggunakan alat sederhana. Sehingga, hal ini mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja dan produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, Teknik Mesin Universitas Negeri Padang memberikan solusi kepada pengusaha bawang merah dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tim Pengabdian merancang dan menyediakan mesin pengiris bawang merah melalui penggunaan teknologi tepat guna. Mesin pengiris bawang merah dirancang dengan menggunakan teknologi sederhana dan sistem operasional yang mudah digunakan. Mesin pengiris bawang dirancang menggunakan penggerak motor listrik dengan kapasitas produksi yang cukup besar, yaitu 20–30 kg/jam. Selain itu, mesin pengiris bawang merah memiliki keunggulan dalam pengaturan ketebalan pemotongan bawang merah yang dikehendaki. Diharapkan, melalui penyediaan mesin pengiris bawang merah yang inovatif tersebut akan mampu meningkatkan produktivitas kerja pengusaha bawang merah di Kenagarian Talang Babungo dengan estimasi ± 400% peningkatan hasil produksi dibandingkan dengan metode pengirisan secara manual. Hal ini juga akan mendorong peningkatan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Study of the effective fraction of areca nut husk fibre composites based on mechanical properties Akbar, Irfan Muhammad; Fauza, Anna Niska; Abadi, Zainal; Rahmadiawan, Dieter
Journal of Engineering Researcher and Lecturer Vol. 3 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : Researcher and Lecturer Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58712/jerel.v3i1.126

Abstract

Areca nut husk fibers have the potential to be used as reinforcement in polymer composites as a substitute for synthetic fibres. In the manufacture of fibre composites, one of the important factors in determining the strength is the matrix to fibre ratio. This study aims to determine the effective ratio or fraction between areca nut husk fibre and orthophthalic polyester resin. Before using areca nut husk fibre, it was chemically treated so that only cellulose remained in the fibre. The areca nut husk fibre was processed into sheets. The composite was manufactured using the hand lay-up technique. Tensile and flexural tests were carried out to determine the mechanical properties. Based on the results of the tests conducted, there are differences in the mechanical properties of the composites. The tensile test results show that the 40% fibre fraction has the highest tensile strength and modulus values. On the other hand, in the flexure tests, the highest tensile strength and modulus values are found in the 30% fibre fraction.
The investigation of physical dan mechanical properties of Nipah-based particle board Nurdin, Hendri; Waskito, Waskito; Fauza, Anna Niska; Siregar, Batu Mahadi; Kenzhaliyev, Bagdaulet Kenzhaliyevich
Teknomekanik Vol. 6 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/teknomekanik.v6i2.25972

Abstract

The excessive use of wood as a raw material in furniture industries has raised environmental concerns that have attracted the attention of many individuals. Consequently, various innovations have been explored in developing alternative materials for the furniture industry. One promising resource that has the potential to be developed as a raw material for furniture applications is Nipah palm husk. Nipah palm husk is classified as an agricultural waste that is barely used within society and industries. Hence, in this study, Nipah palm husk will be utilized as the primary material to fabricate particle board by involving tapioca as an adhesive. This research aimed to investigate the effect of tapioca concentrations on water absorption, modulus elasticity, modulus of rupture, and screw-holding strength of the produced Nipah palm husk particleboard. The results of this study showed that the particle board produced with a 40% tapioca adhesive concentration exhibited the most favorable physical and mechanical properties with a water absorption rate of 25%, an elastic modulus of 21188.93 kg/cm2, a modulus of rupture of 55.53 kg/cm2, and a screw holding power of 7.53 kg. The findings indicated that Nipah-based particle board has the potential to be developed as an alternative for the furniture industry.
KEMANDIRIAN DAN KEDISIPLINAN KERJA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 5 PADANG DALAM PRAKTIK PEMESINAN” Permana, Kaesarion Rahman; Purwantono, Purwantono; Nabawi, Rahmat Azis; Fauza, Anna Niska
Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek) Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Vokasi Mekanika
Publisher : Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Unversitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/vomek.v6i4.777

Abstract

The Fourth Industrial Revolution presents difficulties that all countries must face head-on by using technology extensively in all aspects of daily life. Education is meant to provide students withithe knowledge they need toisucceed in various aspects of life. Answering the problems faced now, especially in the industrial field, SMK Negeri 5 padang plays a good role in shaping the characteriof students, in accordance with the vision of SMK Negeri 5 padang is to become an educational produce reliable human resources in the industrial era. Based on observations in machining practice research, it was found that space facilities, machining tools, and practice hours still need more attention to improve student skills. One example is the low level of student independence and discipline. This study aimsito examine the relationship between independence and discipline of grade XI students with machining practice at SMK Negeri 5 Padang. Based on the study, it was found significant relationship between independence and discipline in machining practice, as seen from the test results conducted during the study. A total of 33 xi gradeistudents of the Department ofpMechanical Engineering participated in the study in the January-June 2023/2024 academic year. The results showed a significant relationship between independence and discipline of class XI students at SMK N 5 . This is shownifrom the results of the correlation test with the value of r count> r table (0.567> 0.334) therefore the hypothesis in the study can be accepted.
Studi Eksperimental Kekerasan Dan Tarik Pada Produk Handle Rem Berbahan Limbah Aluminium Hasil Sand Casting Ramadhan, Qadri; Abadi, Zainal; Niska Fauza, Anna; Irzal, Irzal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi limbah aluminium sebagai bahan baku pembuatan produk handle rem sepeda motor melalui metode sand casting. Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental, menganalisis sifat mekanik, termasuk kekerasan dan kekuatan tarik produk. Limbah aluminium dari kampas rem dan kaleng minuman didaur ulang, diuji menggunakan alat uji Rockwell untuk kekerasan dan Universal Tensile Machine untuk kekuatan tarik. Hasil menunjukkan bahwa produk handle rem dari limbah aluminium memiliki nilai rata-rata kekerasan 34,6 HRA, lebih tinggi dibandingkan standar variasi sebesar 21,65 HRA. Nilai kekuatan tarik produk hasil casting mencapai rata-rata 7,66 MPa, mengungguli produk standar dengan rata-rata 6,44 MPa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah aluminium dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Implikasi penelitian mencakup potensi inovasi bahan daur ulang dalam industri otomotif.