Hafni Lissa Nuri
Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir – BATAN

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGKAJIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN DETEKTOR PLASTIK SINTILASI Tanti Ardiyati; Hafni Lissa Nuri; Marliyadi Pancoko; Ausatha Rabbanny Yanto
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 17, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.555 KB)

Abstract

PENGKAJIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN DETEKTOR PLASTIK SINTILASI. Telah dilakukan kegiatan pengkajian tentang detektor plastik sintilasi dalam rangka untuk persiapan percobaan laboratorium. Detektor plastik sintilasi merupakan bagian komponen dari portal monitor radiasi (PMR) yang berfungsi untuk mendeteksi adanya sinar gamma. Bahan dasar untuk membuat detektor plastik adalah polimer yang memiliki cincin aromatik yang berfluoresensi dan transparan terhadap panjang gelombang. Polimer atau monomer yang banyak digunakan dalam industri adalah polystyrene (PS) dan polyvinyltoluene (PVT). PVT tidak banyak tersedia di pasaran sedangkan PS banyak tersedia dan harganya relatif murah. Selain bahan dasar, diperlukan juga bahan aditif yaitu aditif primer (PPO atau p-terphenyl) dan aditif sekunder (POPOP). Aditif primer dan sekunder berfungsi mengubah emisi foton energi tinggi menjadi kerlipan sintilasi pada panjang gelombang sinar tampak 400 ~ 500 nm. Pencampuran bahan dasar dan aditif dilakukan pada titik lelehnya. Metode pembuatan detektor plastik dipilih dengan metode ekstrusi dengan waktu proses yang singkat, sekitar 15 menit. Hasil analisis dilakukan dengan menggunakan photomultiplier tube (PMT). Kata kunci : detektor plastik sintilasi, portal monitor radiasi, aditif primer dan sekunder.
PERHITUNGAN KECEPATAN FLUIDA UNTUK PENDINGINAN Ti FOIL PADA WINDOW AKSELERATOR ELEKTRON Hafni Lissa Nuri; Ausatha Rabbanny Yanto
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 17, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.003 KB)

Abstract

PERHITUNGAN KECEPATAN FLUIDA UNTUK PENDINGINAN Ti FOIL PADA WINDOW AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI. Akselerator elektron energi tinggi (AEET) 10 MeV jika sedang dioperasikan maka Ti foil pada window akan menyerap panas dari berkas elektron. Ti foil tersebut akan mengalami kenaikan suhu yang cukup tinggi yang mendekati titik lelehnya. Untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk atau deformasi dan rusaknya bahan Ti foil maka suhu dipertahankan dibawah 600oK. Ti foil perlu didinginkan dengan udara yang dihembuskan oleh fan dengan sistem konveksi paksa. Dari hasil perhitungan diperoleh kecepatan udara sebesar 60 m/detik dan suhu pada permukaan Ti foil dipertahankan pada 275oC atau 548oK dan lebih kecil dari 600oK. Dengan demikian kondisi Ti foil terjaga dari deformasi dan kerusakan sehingga Ti foil akan cukup lama untuk digunakan. Fan dipilih jenis sentrifugal backward curved satu masukan (single suction) dengan range puncak efisiensi berada antara 79%-84%. Fan tersebut mempunyai margin keselamatan 50% dan ketahanan material yang tinggi. Fan juga mempunyai Specific Ratio atau perbandingan antara tekanan keluar dan masuk sebesar < 1,11 dan kenaikan tekanan tidak lebih dari 1136 mmWg berdasarkan standar American Society of Mechanical Engineers (ASME). Kata kunci : Fluida, Ti Foil, AEET, fan
PEMBENTUKAN OZON PADA DAERAH PEMAYAR AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI (AEET) 10 MeV Austha Rabbany Yanto; Hafni Lissa Nuri
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 17, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBENTUKAN OZON PADA DAERAH PEMAYAR AKSELERATOR ELEKTRON ENERGI TINGGI (AEET) 10 MeV. Telah dilakukan perhitungan laju pembangkitan ozon dan konsentrasi ozon di ruangan iradiasi akibat adanya tumbukan antara partikel elektron dan partikel-partikel penyusun udara. Perhitungan ini terbatas hanya pada jumlah ozon yang terbentuk pada daerah jendela pemayar akselerator akibat adanya udara yang dialirkan untuk mendinginkan Ti foil pada waktu akselerator beroperasi. Menurut SNI 19-0232-2005, batas paparan ozon pada pekerja dalam 1 hari (8 jam kerja) adalah sebesar 0,1 ppm. Jika konsentrasi ozon pada ruang iradiasi melebihi batas ketetapan tersebut, maka akan dibutuhkan suatu sistem pembuangan ozon atau exhaust untuk memompa ozon ke luar daerah kerja sehingga konsentrasi ozon pada daerah kerja berada pada batas sesuai ketetapan pemerintah. Dari hasil perhitungan diperoleh laju pembangkitan ozon adalah sebesar 6,872 x 10-5 kg/jam atau konsentrasi ozon pada ruang iradiasi akan mencapai 134,9 ppm saat AEET beroperasi selama 1 jam. Dari hasil perhitungan ini akan diperoleh spesifikasi sistem pembuangan atau exhaust yang digunakan pada AEET untuk memenuhi peraturan SNI. Perhitungan ini juga digunakan untuk melindungi pekerja fasilitas iradiasi dari paparan ozon berlebih yang dapat membahayakan kesehatan. Kata kunci : AEET, Jendela Pemayar, Laju Pembangkitan Ozon, Konsentrasi Ozon, SNI.
KAJIAN TEKNOLOGI INSTRUMEN UNTUK ANALISIS PLASTIK SINTILASI BERBASIS POLISTIRENA Abdul Jami; Hafni Lissa Nuri; Hana Subhiyah
PRIMA - Aplikasi dan Rekayasa dalam Bidang Iptek Nuklir Vol 18, No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN TEKNOLOGI INSTRUMEN UNTUK ANALISIS PLASTIK SINTILASI BERBASIS POLISTIRENA. Plastik Scintilasi dengan bahan dasar polistirena merupakan salah satu komponen dari portal monitor radiasi sebagai detektor. Prinsip dasar detektor plastik sintilasi ini mengubah energi radiasi menjadi cahaya ultraviolet dan menjadi cahaya tampak berupa kilau cahaya ungu pada rentang panjang gelombang 400 ~ 500 nm, yang kemudian diubah lagi menjadi sinyal listrik oleh photomultiplier tube. Kajian teknologi instrumen untuk analisis plastik sintilasi sebagai detektor telah dilakukan terhadap Spektrofotometer UV-Vis, Spektrofotometer Emisi Atom, dan Photomultiplier Tube (PMT). Spektrofotometer UV-Vis, dan Spektrofotometer Emisi Atom menggunakan sumber cahaya ultraviolet atau cahaya tampak, sehingga yang berfungsi hanyalah dopan sekunder, sedangkan dopan primer tidak berfungsi. Sementara itu photomultiplier tube berfungsi untuk menguji kemampuan plasik sintilasi mendeteksi sinar gamma berdasarkan sinyal listrik yang ditimbulkan. Sinyal listrik yang ditimbulkan menunjukkan bahwa dopan primer maupun dopan sekunder yang berada di dalam plastik sintilasi sebagai shifter gelombang berfungsi dengan baik karena mampu mengubah radiasi sinar gamma menjadi gelombang cahaya tampak dan dapat membedakan dua energi dari dua sumber radiasi sinar gamma yang berbeda. Jadi Photomultiplier Tube digunakan untuk menganalisis kemampuan plastik sintilasi mendeteksi radiasi sinar gamma, dan untuk mengukur panjang gelombang cahaya kilau plastik sintilasi digunakan Spektrofotometer UV-Vis atau Spektrofotometer emisi atom. Kata kunci: Photomultiplier Tube, Plastik Sintilasi, Spektrofotometer, Dopan, Shifter