Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMETAAN POTENSI LOKAL BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DESA: PENDEKATAN PARTICIPACTORY RURAL APPRAISAL (PRA) Khairun nisa; Rizza Armelvia Sari; Hoiril Sabariman
Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam dan Pengembangan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jmm.v11i1.39778

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi lokal yang ada  Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, dengan melibatkan masyarakat melalui PRA. Penelitian ini menggunakan metode PRA melalui teknik Pemetaan Desa, Persiapan Kalender Musim dan Penelusuran Desa (Transect Walk). Hasil penelitian dengan teknik pemetaan desa menemukan bahwa Desa Sawah memiliki sarana prasarana yang memadai untuk diakses oleh masyarakat dan sumber daya alam yang merupakan peluang untuk dioptimalkan dalam memajukan kemandirian masyarakat. Kalender musim menjelaskan tantangan dalam mengoptimalkan peluang yang dimiliki desa sehingga masyarakat dan perangkat desa sebagai pengambil kebijakan harus mencari alternatif yang tepat sasaran. Penelusuran desa menekankan tata letak dan titik-titik koordinat tertentu yang menjadi perhatian para pembuat kebijakan untuk memperkuat potensi sumber daya yang dimiliki desa. Penggunaan metode PRA menghasilkan informasi yang menjadi acuan bagi masyarakat dan pengambil kebijakan untuk melahirkan program pembangunan berkelanjutan.  Kata Kunci: Potensi Lokal, Keterlibatan Masyarakat, PRA AbstractThis research aims to identify the local potential in Sawah Village, North Kampar District, by involving the community through PRA. This study uses the PRA approach with Village Mapping, Season Calendar Preparation and Village Tracking (Transect Walk). The results of the research with village mapping techniques found that Sawah Village has adequate infrastructure facilities to be accessed by the community and natural resources which are opportunities to be optimized in advancing community independence. The seasonal calendar explains the challenges of optimizing the opportunities that the village has so that the community and village officials as policy makers must find alternatives that are right on target. Village tracing emphasizes the layout and certain coordinate points that are of concern to policy makers to strengthen the potential of resources owned by villages. The use of the PRA method produces information that becomes a reference for the community and policy makers to give birth to sustainable development programs.  Keywords : Local Potential, Community Participation, PRA
Gerakan Sosial Organisasi Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial: Studi Komparatif GMNI, PMKRI, dan LMND Kupang Esmeralda Dasi; Melyani Radja; Jansen E. Lado Djo; Dina Madi Mogu; Lasarus Jehamat; Helga M. Evarista Gero; Hoiril Sabariman
Jurnal Interaksi Sosiologi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Interaksi Sosiologi Volume 5 Nomor 1 2025
Publisher : Laborataorium Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/jis.v5i1.18781

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran organisasi mahasiswa dalam mendorong perubahan sosial di Kota Kupang melalui studi komparatif terhadap tiga organisasi, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Dalam kerangka tersebut, mahasiswa diposisikan sebagai agent of change, yaitu subjek sosial yang memiliki kesadaran kritis dan tanggung jawab moral untuk menginisiasi serta menggerakkan transformasi menuju tatanan masyarakat yang lebih adil, demokratis, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-komparatif melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi terhadap berbagai aktivitas organisasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa GMNI berlandaskan pada ideologi Marhaenisme dengan fokus pada perjuangan politik kerakyatan; PMKRI menekankan nilai-nilai humanisme dan ajaran sosial Gereja Katolik; sedangkan LMND mengusung prinsip demokrasi radikal dan keadilan sosial. Meskipun terdapat perbedaan ideologi dan strategi gerakan, ketiga organisasi tersebut memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil serta berperan sebagai agen perubahan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur.