Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOUR (OCB) PADA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA ( PERSERO ) CABANG BANDUNG SETIABUDI Atian Ardiansyah; Lenni Lukitasari
Holistic Journal of Management Research Vol 6 No 2 (2021): Volume 6 No 2 (2021 ) Holistic Journal of Management Research
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.688 KB) | DOI: 10.33019/hjmr.v6i2.2765

Abstract

Fokus utama dalam penelitian ini adalah perilaku kewargaorganisasian karyawan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Bandung Setiabudi. Perilaku kewargaorganisasian sangat penting dimiliki oleh setiap individu dalam organisasi karena hal tersebut menjadi nilai tambah bagi suatu organisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari fungsi-fungsi dalam organisasi. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku kewargaorganisasian, dalam hal ini yang menarik peneliti adalah kepuasan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai kepuasan kerja dan perilaku kewargaorganisasian di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Bandung Setiabudi dan juga mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap perilaku kewargaorganisasian di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Bandung Setiabudi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan 68 populasi dan sampel berjumlah 10 yaitu karyawan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Bandung Setiabudi serta menggunakan prosedur pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik Triangulasi. Triangulasi teknik merupakan teknik pengecekan data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Peneliti memperoleh data dari kegiatan wawancara, dan dicek dengan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa deskripsi kepuasan kerja dan organisasi perilaku kewargaorganisasian di PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Bandung Setiabudi berada dalam kategori tinggi, dan hasil dari Pengolahan data menunjukkan bahwa kepuasan kerja memberikan hal yang positif dan signifikan berdampak pada perilaku kewarganegaraan organisasi.
PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR IMIGRASI KELAS II TPI ATAMBUA Lenni Lukitasari; Livia Vemi
LAND JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47491/landjournal.v3i2.2331

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini terdiri dari satu variabel independen yaitu partisipasi penyusunan anggaran dan satu variabel dependen yaitu kinerja karyawan. Sampel berjumlah 31 orang responden dengan metode pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh yaitu. Alat analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji t, analisis regresi sederhana, analisis korelasi spearman rank, koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi Penyusunan Anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
DEVELOPING RABBIT FARMING AS AN ALTERNATIVE INCOME SOURCE: EDUCATING THE COMMUNITY ON ECONOMIC VALUE AND HEALTH BENEFITS Prihantini, Prihantini; Ai Rukmini; Ni Made Rianita; Lenni Lukitasari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 8 (2025): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facing economic challenges resulting from dependence on the agricultural sector and informal employment with fluctuating incomes, this situation demands the presence of alternative, easily implemented productive businesses, one of which is rabbit farming, which has high economic and health value. This Community Service Program (PKM) activity aims to increase public understanding regarding the economic potential and health benefits of rabbit meat, provide technical cultivation skills, and encourage the establishment of household-scale rabbit farming businesses. The problem formulation includes low economic literacy, minimal technical skills, and a lack of public understanding of rabbit market opportunities. The methods used include initial observation, counseling, technical training, business mentoring, and evaluation through pre-tests, post-tests, practical observations, and participatory interviews. The results of the activity showed a significant increase in economic and health literacy, where public understanding of the economic potential of rabbits increased from 23% to 87%, and knowledge of health benefits increased from 31% to 82%. The technical training also increased participant competency by 62%. Seventy-two percent of participants expressed their readiness to start a rabbit farming business, with the potential for additional income of Rp 350,000–1,650,000 per month. In conclusion, this Community Service Program (PKM) effectively increased the community's knowledge, skills, and entrepreneurial motivation. The program's sustainability requires continued mentoring and village institutional support to strengthen livestock groups and expand market access.