Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERANCANGAN PILOT PLANT PENGOLAHAN AIR MINUM UNTUK ZONA PENDIDIKAN DAN RISET KAWASAN TECHNO PARK, KABUPATEN PELALAWAN Hernaningsih, Taty
Jurnal Air Indonesia Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.267 KB) | DOI: 10.29122/jai.v8i2.2375

Abstract

Techno Park regional development in order to increase regional competitiveness based on innovation and knowledge (konwledge based economy) requires infrastructure that can meet basic human needs, such as drinking water supply for the community. Techno Park region Pelalawan, Riau province located in the peat so that most of the water source is brownish and contains peat. While surface water sources such as rivers Kampar located far from the region. Therefore, to overcome the problems of water supply for the people who will live in the region need to be prepared water supply planning. Early stages of development is focused on the areas of education and research zone so that planning for water supply will also be prioritized in both these zones. Has calculated the drinking water needs based on projected population and  water demand standard in these locations. Planning of water treatment plant will conduct  in  5 stages yearly so that development is more economic with design capacity of 5 l / sec in 2033. Alternative sources of raw water are from Kampar river or groundwater that is used if transmission pipeline from the Kapuas river has not ben constructed. Technology of drinking water treatment with ultrafiltration processes that are environmentally friendly will be applied to meet the water needs of society. Transmission pipelines is planned of 15 inches diameter laying in parallel with lane highway from Kampar River ( location intake BPAB ) to the water treatment plant in the education zone . Keywords : Techno park region, water supply planning, ultrafiltrasi, peat area.
REVIEWS OF ELECTROCOAGULATION PROCESS ON WASTE WATER TREATMENT TECHNOLOGY Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.063 KB)

Abstract

Waste water treatment by industry usually uses chemicals that may lead to additional environmental pollution load. On the other hand, water demand increases and environmental regulations regarding waste water disposal requirements that apply more stringent. It is necessary for waste treatment technique that accommodate this requirement. Electrocoagulation process is a technique of wastewater treatment that has been chosen because the technique is environmentally friendly. This paper will review some of the research or application electrocoagulation process which is conducted on industrial waste water. Types of industrial waste water that is to be reviewed include: industries batik, sarongs, textiles, palm oil, slaughterhouses, food, leather tanning, laundry, pulp and paper. Overview reviewed in this research include the waste water treatment process in several processing variations such as: change in time, electricity and kind of electrodes. The results of the research with electrocoagulation process in the industry are the removal efficiency of TSS, COD, BOD5, Chrome, phosphate, surfactants, color turbidity influenced by several factors including time, strong current, voltage, distance and type of electrode and pH. The results of the study with electrocoagulation process in the industry is the removal efficiency of TSS, COD, BOD5, chromium, phosphate, surfactant, turbidity color that are influenced by several factors including time, strong current, voltage, distance and type of electrode and pH. It is hoped the information presented in this article can be a reference for similar research for the improvement of research on the process ektrokoagulasi.Key words: elektrocoagulation, removal eficiency, environmental friendly
KONDISI SOSIAL-EKONOMI DAN PERSEPSI MASYARAKAT DI SEKITAR LUBANG BEKAS TAMBANG BATUBARA Yudo, Satmoko; Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 2 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.566 KB)

Abstract

 Sejak tahun 2000 an industri pertambangan batubara khususnya di Kalimantan semakin marak, hal ini membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan. Kini ribuan lubang bekas tambang dibiarkan tanpa pengelolaan dan tidak dimanfaatkan oleh penduduk sekitarnya. Lubang bekas penambangan yang ditinggalkan pada akhir kegiatan tambang tanpa adanya perencanaan pemanfaatan berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Dua lubang tambang bekas tambang sejak tahun 2010 sampai saat ini belum dimanfaatkan baik oleh perusahaan maupun masyarakat di sekitarnya. Untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keberadaan lubang bekas tambang maka telah dilakukan survei ke beberapa penduduk di sekitar lubang bekas tambang tersebut. Hasil survey menunjukkan bahwa masyarakat sebagian besar setuju dengan rencana pemanfaatan lubang bekas tambang sebagai reservoir sumber air khususnya sebagai air bersih. Sebagian kecil masyarakat mempunyai pemikiran selain sebagai sumber air yaitu sebagai obyek wisata, tambak ikan nila, tempat pemancingan ikan dan untuk pengairan  sawah dan ladang.  Hasil survey ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam merencanakan bentuk pemanfaatan dari void tersebut.  Kata kunci :lubang bekas tambang, persepsi masyarakat, reservoir sumber air. 
MITIGASI BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN PELALAWAN, RIAU Hernaningsih, Taty
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.66 KB) | DOI: 10.29122/jstmb.v11i1.3681

Abstract

Musim kemarau yang berkepanjangan di tahun 2015 ini berimplikasi pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia. Kekeringan itu juga melanda  propinsi Riau  dan kondisi daerahnya dari tahun ke tahun  semakin parah karena  kemarau panjang. Musim kemarau di bulan Juli 2015, sebanyak 17 kecamatan yang tersebar di enam kabupaten dan kota di tengah Pulau Sumatera itu tidak mengalami hujan selama lebih dari 30 hari. Keadaan ini menyebabkan bencana kekeringan danberdampak terhadap krisis air  di lokasi tersebut serta daerah sekitarnya  seperti di kabupaten Pelalawan. Penelitian dilakukan terhadap bencana kekeringan yang terjadi dan mitigasi yang dilakukan untuk mengatasi bencana tersebut yang dapat diterapkan di kabupaten Pelalawan, Riau. Bencana kekeringan yang termasuk klasifikasi kekeringan sosio-ekonomi telah terjadi di kabupaten Pelalawan berupa kekurangan sumber air, kekeringan sumber air sungai dan kekeringan di lahan gambut. Mitigasi untuk mengatasi bencana kekeringan dapat dilakukan dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Mitigasi jangka pendek di kawasan Teknopolitan Pelalawan yaitu dengan pembuatan sumur air tanah dalam dengan kedalaman sampai 110 meter. Sedangkan mitigasi jangka panjang di kabupaten  tersebut dengan pembangunan sekat kanal. Rekayasa teknologi yang lebih tinggi hingga saat ini belum ada yang bisa diterapkan untuk skala nasional.
IMPLEMENTASI ANALISIS SWOT DALAM PENENTUAN SUMBER AIR UNTUK PERTAMBANGAN NIKEL DI PULAU OBI, PROVINSI MALUKU UTARA Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i1.4289

Abstract

Pertambangan nikel di Pulau Obi, Provinsi  Maluku Utara  telah menggunakan sumber air dari Danau Karo yang berlokasi  di dalam  kawasan area pertambangan.  Air diperlukan untuk kegiatan perusahaan  pertambangan mencakup kebutuhan air bagi untuk tenaga kerja, proses pertambangan dan domestik. Jumlah pengambilan air terbesar berasal dari Danau Karo yang  telah dilakukan secara terus menerus sehingga   muka air danau tersebut mengalami penurunan.  Kebutuhan air  pertambangan nikel diwaktu yang akan datang makin bertambah sesuai dengan pengembangan pertambangan nikel.  Potensi danau Karo  sudah makin berkurang oleh karena itu perlu dilakukan pemanfaatan air   dari  sumber air lainnya di pulau Obi. Sumber air yang sudah dimanfaatkan di pulau Obi adalah  mata air Kawasi, danau Loji, mata air Uluwatu, mata air Cermin dan yang belum dimanfaatkan adalah sungai Akelamo. Untuk mendukung kegiatan pertambangan nikel, maka perlu penambahan air dari sumber air tersebut. Metode untuk penentuan sumber air yang digunakan adalah SWOT (strength, weakness, opportunity, threats). Dalam melaksanakan metoda ini perlu dilakukan kesepakatan dari ahli dalam menentukan faktor internal dan eksternal serta skala nilainya. Hasil analisis SWOT akan memberikan solusi sumber air yang  tepat,  baik dari segi  kuantitas maupun kualitasnya. kata kunci: SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) 
ANALISIS KUALITAS AIR DI RUAS SUNGAI BATANG TORU DENGAN METODE STORET DAN INDEKS PENCEMARAN Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jrl.v13i2.4678

Abstract

Kegiatan yang berkembang di sepanjang Sungai Batang Toru akan berpengaruh terhadap kualitas air sungai, karena limbah buangan dari kegiatan tersebut sebagian besar langsung dibuang disungai dan hanya sedikit yang mengolah air limbah sebelum dibuang di sungai seperti air limbah dari Perusahaan tambang emas Martabe. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kualitas air di ruas Sungai. Batang Toru dengan metoda STORET dan Indeks Pencemaran (IP) seperti yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 tahun 2003. Data parameter kualitas air berasal PT Agincourt Resources (PTAR) yang  merupakan hasil pemantauan terhadap 6 lokasi dengan pengambilan data pada periode tahun 2017-2019. Parameter yang dipantau dalam penelitian ini sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 202 Tahun 2004 yaitu pH, TSS, CN free, As, Cd, Cr, Cu, Fe, Pb, Hg, Ni dan Zn. Data hasil analisis kualitas air di laboratorium akan dibandingkan dengan baku mutu di PP Nomor 82 Tahun 2001 untuk peruntukan air kelas II dan hasilnya menunjukkan bahwa 11 parameter memenuhi baku mutu dan hanya konsentrasi TSS yang sebagian besar tidak memenuhi baku mutu tersebut. Berdasarkankan perhitungan dengan metodeSTORET didapat skor bernilai – 8 di semua lokasi sampling maka disimpulkan di ruas sungai Batang Toru lokasi BT1, BT2, BT3, BT4, BT5 dan BT6 tercemar ringan. Perhitungan dengan metode IP terhadap kualitas air di ruas sungai Batang Toru lokasi BT1, BT2, BT3, BT4, BT5 dan BT6 adalah cemar ringan. Kedua metode ini mempunyai kesamaan hasil yaitu kualitas air di ruas sungai Batang Toru telah tercemar ringan.
KONDISI KUALITAS DAN KEBUTUHAN AIR DESA KAWASI DI KAWASAN PERTAMBANGAN NIKEL PULAU OBI Yudo, Satmoko; Hernaningsih, Taty
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Obi memiliki potensi sumberdaya alam sektor pertambangan yang cukup banyak. Aktivitas penambangan nikel di Pulau Obi dilakukan dengan cara pengupasan tanah menimbulkan berbagai dampak terhadap kualitas lingkungan. Salah satu dampaknya yang dikhawatirkan adalah perubahan kualitas airtanah yang berada di sekitar lokasi pertambangan. Air mengalir yang berasal dari lokasi pertambangan nikel membawa mineral-mineral berat yang akan masuk ke aliran sungai dan terinfiltrasi ke dalam tanah, sehingga akan mempengaruhi kualitas airtanah di sekitar lokasi penambangan. Desa Kawasi adalah salah satu pemukiman penduduk yang terletak di sekitar lokasi penambangan. Kebutuhan air untuk minum dan lainnya diambil dari mata air Kawasi yang juga berada di sekitar pertambangan. Dalam kegiatan ini akan diulas kondisi kualitas air dan jumlah kebutuhan air serta kondisi sanitasi penduduk di Desa Kawasi. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan survei pengambilan sampel air, pengukuran debit air dan menghitung kebutuhan air bersih di mata air Kawasi serta wawancara kepada penduduk setempat. Secara umum hasil survei menunjukkan bahwa kualitas air masih di bawah baku mutu yang dipersyaratkan sebagai air bersih serta debit air yang banyak di mata air Kawasi. Kata kunci : Kualitas air, kebutuhan air bersih, pertambangan nikel
KEBUTUHAN AIR BERSIH MASYARAKAT DI DAERAH PERDESAAN NELAYAN Di Wilayah Pesisir Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur Yudo, Satmoko; Hernaningsih, Taty
Jurnal Air Indonesia Vol. 2 No. 2 (2006): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v2i2.2302

Abstract

Coastal region is very potential area for developing in  sectors of fish, low and middle business from domestic industrial such as: food and husbandary food, fish net and shipping, services, trasnportation and travel. Concerning to high conomical potency in this coastal area is expected to be supporting area for central activities.  For this supporting in public facility  require elictricity, road and sea transportation, telecommunication, housing, health and the important is water supply.  In providing water supply infrastructure is needed good planning so that the result outcomes in right purpose and  beneficial for certain community. One of the supporting  in planning is to know social-economical condition of this community. This paper will show in general the result of coastal community social economy in Local Government, Pasir, East Kalimantan.  Kata kunci : Masyarakat nelayan, perencanaan penyediaan air bersih, kondisi sosial-ekonomi penduduk pesisir.
ALTERNATIF TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI DAERAH PEMUKIMAN NELAYAN Studi Kasus Perencanaan Penyediaan Air Bersih di Daerah Pedesaaan Nelayan Kab. Pasir, Kalimantan Timur Hernaningsih, Taty; Yudo, Satmoko
Jurnal Air Indonesia Vol. 3 No. 1 (2007): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v3i1.2316

Abstract

Primary water source of people in  fisherman area in Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur for daily water need generally is from  surface water  or deep well. Surface water is affected by water tide of sea water, so that almost all the time  in a year the water quality is salty or brakish. Beside high salt concentration, deep well quality  is also worst.  This is caused by poor environmental sanitation of fisherman community.  Rainy water use as water source alternative in problem solving for limited water drinking only provide in rainy season. Other alternative, people must find from other area where is far from their house or buy water with expensive price. To solve this critical problem is required the application of suitable  water treatment technology. This water treatment  technology must produce drinking water that meet technical standard and  the technology is applicable, easy and cheap in operation and maintenance because it is hoped that community in that area can manage, operate  and maintenance. Kata Kunci : Penduduk nelayan, penyediaan air bersih, teknologi pengolahan air bersih.
PERANCANGAN PILOT PLANT PENGOLAHAN AIR MINUM UNTUK ZONA PENDIDIKAN DAN RISET KAWASAN TECHNO PARK, KABUPATEN PELALAWAN Hernaningsih, Taty
Jurnal Air Indonesia Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jai.v8i2.2375

Abstract

Techno Park regional development in order to increase regional competitiveness based on innovation and knowledge (konwledge based economy) requires infrastructure that can meet basic human needs, such as drinking water supply for the community. Techno Park region Pelalawan, Riau province located in the peat so that most of the water source is brownish and contains peat. While surface water sources such as rivers Kampar located far from the region. Therefore, to overcome the problems of water supply for the people who will live in the region need to be prepared water supply planning. Early stages of development is focused on the areas of education and research zone so that planning for water supply will also be prioritized in both these zones. Has calculated the drinking water needs based on projected population and  water demand standard in these locations. Planning of water treatment plant will conduct  in  5 stages yearly so that development is more economic with design capacity of 5 l / sec in 2033. Alternative sources of raw water are from Kampar river or groundwater that is used if transmission pipeline from the Kapuas river has not ben constructed. Technology of drinking water treatment with ultrafiltration processes that are environmentally friendly will be applied to meet the water needs of society. Transmission pipelines is planned of 15 inches diameter laying in parallel with lane highway from Kampar River ( location intake BPAB ) to the water treatment plant in the education zone . Keywords : Techno park region, water supply planning, ultrafiltrasi, peat area.