M. Lathoif Ghozali
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metodologi Hukum Islam Abd al-Ḥalīm Maḥmūd M. Lathoif Ghozali
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2014): September
Publisher : Postgraduate Studies of Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.4 KB) | DOI: 10.15642/islamica.2014.9.1.136-160

Abstract

This article discusses the concept of ijtihād (legal reasoning) and the typology of legal thought of Abd al-Ḥalīm Maḥmūd. According to Maḥmūd, ijtihad is devoting all abilities of a mujtahid to arrive at the essence and substance of a problem intended by the Prophet Muhammad. This definition is supported by the division of ijtihād into two: ijtihād istinbāṭī, the object of which is the texts of the Qur'ān or the Sunnah, and ijtihād taṭbīqī, the object of which is legal problems of the time. Mahmud maintains that a mujtahid should meet certain qualifications such as the abilities of understanding Arabic language, memorizing the Qur'ān, understanding asbāb al-nuzūl (causes of revelation), memorizing the Traditions of the Prophet related to legal matters, and the brilliance in making legal reasoning and conclusions. Maḥmūd belongs to moderate group that agrees with the formalization of private laws, while public laws in his view serve only as materials for national laws. Maḥmūd also gives an emphasis on the integration between naṣṣ (text) and maqāṣid al-sharī'ah (the objectives of law).
IMPLEMENTASI KONSEP MASLAHAH MURSALAH DALAM MEKANISME PASAR Ziyadatus Shofiyah; M. Lathoif Ghozali
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v6i2.8031

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menemukan tentang keterkaitan antara maslahah mursalah dengan mekanisme pasar pada masa Rasulullah dan masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research dengan pendekatan deskriptif. Rasulullah pada zamannya menolak melakukan intervensi harga dikarenakan harga yang berlaku pada pasar berdasarkan mekanisme pasar alami. Harga yang berlaku pada saat itu berdasarkan suplay dan demand. Namun, Ibnu Tamiyah memperbolehkan pemerintah melakukan intervensi harga pada saat ini seperti ketika terjadinya kolusi antar penjual, monopoli, dan terancamnya kebutuhan masyarakat. Pemerintah mempunyai andil dalam penentuan harga di saat-saat tertentu. Diperbolekannya intervensi harga oleh ibnu taimiyah adalah merupakan bentuk kemaslahatan umat manusia dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal negatif yang akan dirasakan oleh penjual maupun pembeli.   Kata Kunci: Maslahah Mursalah, Mekanisme Pasar, dan Intervensi Harga.