Muslih Muslih
Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Blended Assesment Dalam Pembelajaran Fikih Untuk Menilai Aspek Kognitif Peserta Didik Tatag Satria Praja; Muslih; Siti Fauziyah
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i1.6

Abstract

Assessment has a very vital role in learning process. In Jurisprudence learning many teachers focus on written cognitive assessment, where results become a matter of pride, teachers often forget to assess student understanding, practice and creativity, even though 21st century assessment demands the latest knowledge and abilities. This article uses a blended assessment (tahriri, syafahi, and capstone project) as an alternative solution to cognitive assessment, the assessment of fiqh learning will be comprehensive and make the product of learning. This article includes a literature study with a qualitative-descriptive approach. The result is blended assessment is a combination of two or more types of assessments, to determine students' abilities and improve the quality of learning. Blended assessment in fiqh learning cognitive aspects, has a level, that tahriri test consisting of C1 and C2, functioning to assess memory skills and comprehension, syafahi test consists of C3 and C4, functioning to assess applicative and analytical abilities, and capstone projects consisting of C5 and C6, to assess the evaluation skills and creations of students. The method of evaluation by combining results of tahriri, syafahi, and capstone projects, the percentage is 30 percent tahriri, 30 percent syafahi, and 40 percent capstone project. Three tests are combined into one with the percentage and value of each test result.
Gaya Kepemimpinan Karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dalam Manajemen Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan Maratus Sholihah; Muslih Muslih
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2019): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i2.8

Abstract

Kepemimpinan dalam sebuah lembaga pendidikan Islam dalam hal ini Pondok Pesantren memegang peranan yang sangat penting terhadap kemajuan sebuah pesantren. Pondok Pesantren Al Islah Sendangagung Paciran Lamongan dalam kepengasuhan KH Muhammad Dawam Saleh berhasil mencapai kemajuan yang signifikan di bawah kepemimpinan karismatiknya yang unik. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menggali dan menjawab rumusan masalah bagaimana gaya kepemimpinan karismatik KH Muhammad Dawam Saleh dan faktor pendukung dan penghambat manajemen Pondok Pesantren Al-Islah Sendangagung Paciran Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data-data deskriptif tentang manajemen Pondok Pesantren yang dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH Muhammad Dawam Saleh memiliki gaya kepemimpinan dalam kategori karismatik, berdasarkan pengakuan responden yang menyebutkan ciri beliau sesuai dengan ciri kepemimpinan karismatik, yakni Berkharisma/Berwibawa, Memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta Manajer yang Visioner. Disamping hasil penelitian terkait kepemimpinan karismatik, peneliti menemukan ciri khas dalam gaya kepemimpinan karismatik KH. Muhammad Dawam Saleh. Adapun ciri khas tersebut yaitu: a. Menerapkan asas keikhlasan. b. Menerapkan pendekatan Humanistik. c. Disiplin dan rendah hati. d. Uswatun Hasanah. Ada beberapa faktor pendukung, diantaranya: a. Sistem manajemen baik. b. Mendidik dengan keikhlasan. c. Mengutamakan kualitas. d. SDM dan pengabdian alumni. e. Peran kepemimpinan KH. Muhammad Dawam Saleh. Sedangkan faktor penghambat, yaitu: a. Pembina yang berganti-ganti. b. Orientasi wali santri dan santri. c. Tujuan mondok. d. Sarana Prasarana. e. Tenaga pendidikan. f. Perbedaan pendapat antara senior dan junior. g. Kesalahpahaman antara SMP dengan Al Ishlah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tersebut disarankan agar ke depannya mensosialisasikan agar wali dan santri memilki tujuan mencari ilmu lillahi ta ala, pembelajaran bahasa arab adalah yang utama, pengadaan sarana prasarana dan saling menghargai pendapat antara senior dan junior.
Pendidikan Islam antara Dua Atap Studi pada Kebijakan Pendidikan Islam di Sekolah dan Madrasah Muslih; Miftachul Ulum
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2019): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v1i2.11

Abstract

Pengelolaan Pendidikan Agama di Indonesia hingga kini telah menunjukkan eksistensi betapa dualisme sistem pendidikan di Indonesia sangat mengakar atau membumi. Seakan akan hal tersebut sulit untuk adanya pengintegrasian pengelolaan lembaga pendidikan. Dibuktikan dengan adanya dua Kementerian yang andil dalam mengelola lembaga pendidikan dan tenaga kependidikannya, yakni Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tumpang tindih kebijakan di antara dua Kementerian tersebut terkait pengelolaan lembaga pendidikan di bawah naungannya menjadi menarik untuk dipahami dan dikaji secara mendalam demi mencari benang merah atau titik temu dari problem dualisme pendidikan di Indonesia. oleh karenanya fokus kajian pada artikel ini terletak pada bagaimana kebijakan-kebijakan pendidikan terkait Pendidikan Islam di sekolah dan madrasah yang pernah dikeluarkan oleh kedua Kementerian tersebut, baik pada sisi pengelolaan, wewenang dan problematikanya. Sehingga ditemukan pemahaman yang holistik khususnya tentang studi kebijakan pendidikan Islam di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan harapan akan ditemukan sebuah formulasi untuk mengikis dualisme diantara satu sama lain.
Manajemen Pengembangan Kurikulum Berbasis Pesantren untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Paciran Lamongan Muslih; Layliya Zahrotus Sa'ada
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v2i1.16

Abstract

Artikel ini memaparkan bagaimana proses manajemen pengembangan kurikulum 2013 untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diimplmentasikan SMP Negeri 2 Paciran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau kualitatif, analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Temuan dalam penelitian ini, pertama, manajrmrn pengembangan kurikulum 2013 melalui beberapa tahapan yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Ada beberapa program yang diadakan SMP Negeri 2 Paciran dalam mengembangkan kurikulum, antara lain apel pagi dengan membaca juz amma, hafalan juz amma, kegiatan literasi dan sholat dhuha. Kedua, faktor pendukung dalam pengembangan kurikulum yang ada di sekolah tersebut adalah sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya administrasi perencanaan dalam proses pembelajaran seperti RPP dan juga inovasi pendidik dalam membuat media pembelajaran serta kurangnya sumber belajar, seperti buku di perpustakaan dan juga penggunaan IT yang dibatasi. Solusi yang ditawarkan antara lain, Guna memperlancar proses pengembangan kurikulum sebaiknya sekolah mengadakan pelatihan, seminar ataupun workshop tentang kurikulum 2013. Selain menambah pemahaman tentang kurikulum 2013 juga dapat memberikan inovasi baru untuk pendidik dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum 2013. Guna memperlancar proses kegiatan belajar mengajar perlu perencanaan yang matang sebelum pembelajaran, meliputi: materi/bahan ajar, media dan metode pembelajaran yang cocok.
SUPERMAN” MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN ADMINISTRASI SEKOLAH DI GUGUS 04 KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN Muslih; Yetty Dwi Novia Anggraeni M
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): July : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan 
Publisher : Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v2i2.334

Abstract

Kepala sekolah sebagai manajer tertinggi di satuan pendidikan yang dipimpinnya dituntut untuk memiliki kemampuan (ability) manajerial yang apik, Serta berbagai kompetensi yang melekat pada profesinya. Memiliki kompetensi manajerial dalam penyusunan administrasi sekolah merupakan salah satu yang harus dimiliki kepala sekolah tersebut. berdasarkan pengamatan peneliti didapatkan masih rendahnya kemampuan manajerial kepala sekolah di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan dalam menyusun administrasi sekolah. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah yang dilakukan oleh pengawas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yakni kepala sekolah dari masing-masing satuan pendidikan di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Kegiatan penelitian meliputi (1) tahap perencanaan (2) pelaksanaan supervisi manajerial secara kelompok (Penataran tingkat lokal)) dalam siklus I dan supervisi manajerial secara individu (percakapan individu)) dalam siklus II (3) menganalisa data (4) pembahasan (5) membuat laporan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah dibuktikan dengan hasil observasi selama kegiatan berlangsung dan penilaian terhadap administrasi sekolah yang dibuat. Berdasarkan hasil analisis pada masing masing siklus menunjukkan peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah yakni: Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata terhadap administrasi sekolah yang disusun yaitu 66,25 dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 15,12 persen sehingga nilai-rata administrasi sekolah yang dihasilkan pada siklus II menjadi 81,37. Dengan demikian disimpulkan bahwa melalui kegiatan SUPERMAN dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun administrasi sekolah di Gugus 04 Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2016/2017.