Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Chemurgy

Pengaruh Laju Alir Terhadap COD, BOD dan VFA pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dalam Bioreaktor Anaerobik Elvania Br. Pandia; Hernawati Hernawati; Theresia Jari; Abdul Kahar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4591

Abstract

Limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan bahan yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas menggunakan reaktor anaerobik. Dalam limbah cair kelapa sawit terdapat beberapa komponen penyusun yaitu Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Volatile Fatty Acid (VFA). Perubahan terhadap kandungan dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) dipengaruhi oleh laju alir yang terjadi dalam bioreaktor anaerobik. Pada penelitian ini dilakukan variasi laju alir yaitu Q1 ambient 0 L/hari, Q2 6 L/hari, Q3 24 L/hari untuk mengetahui laju alir optimal dalam pengolahan LCPKS pada bioreaktor anaerobik. Pengamatan dilakukan secara rutin dan resirkulasi sampel POME dilakukan selama ± 6 jam/hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh laju alir terhadap perubahan kadar COD, BOD, dan VFA yang terkandung dalam LCPKS dengan menggunakan bioreaktor anaerobik. Hasil dari penelitian ini adalah laju alir optimal dalam penurunan kadar COD, BOD, dan VFA dalam LCPKS yaitu sebesar 24 L/menit, dimana semakin besar laju alir yang diberikan maka kadar penurunan COD dan BOD yang terkandung dalam limbah cair kelapa sawit akan semakin besar, hal tersebut juga berlaku pada pembentukan VFA pada limbah cair, hal ini disebabkan karena penambahan variasi laju alir dapat mempengaruhi proses degradasi bahan-bahan organik dalam limbah cair kelapa sawit. Kata Kunci : POME, laju alir, bioreaktor anaerobik, biogas, LCPKS.
Pengaruh Kuat Arus dan Tegangan Terhadap Perubahan Kandungan Logam pada Lindi TPA Sampah dengan Metode Elektrolisis Muhammad Adam Rizky Syawalian; Yohana Yohana; Abdul Kahar
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Chemurgy-Juni 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.104 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i1.2596

Abstract

Pada umumnya setiap kota memiliki tempat pembuangan umum atau TPU sebagai tempat pengolahan akhir dari limbah domestik dari warga kota tersebut. Setiap hari bahkan jam, sampah dari berbagai macam tempat dan jenis dikumpulkan di TPU. Sampah-sampah yang tertumpuk tersebut menghasilkan limbah cair lain akibat rembesan air hujan yang akan menjadi air lindi (leachate). Pengolahan limbah untuk air lindi perlu dilakukan karena air lindi termasuk dalam golongan limbah. Salah satu cara pengolahan limbah lindi ialah elektrolisis yang dilakukan pada penelitian ini dimana diharapkan mampu menurunkan kadar Fe dan Zn pada limbah air lindi TPA Bukit Pinang Samarinda, mengetahui variasi tegangan, waktu optimum dan mengetahui pengaruh dari variasi tegangan dan waktu kontak. Pengolahan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah elektrolisis dengan menggunakan batang karbon sebagai katoda dan anoda dengan variasi tegangan (3.6 volt, 6.6 volt dan 9.6 volt) dan waktu kontak (30 menit, 45 menit dan 60 menit). Hasil yang diperoleh setelah dilakukan elektrolisis dengan tegangan (V) yang digunakan yaitu masing-masing 3.6V, 6.6V dan 9.6V. Dimana kadar Fe pada 30 menit ialah 0.1064 mg/L, 0.1046 mg/L dan 0.1209 mg/L, pada 45 menit ialah 0.1157 mg/L, 0.1283 mg/L dan 0.1066 mg/L dan 60 menit ialah 0.1084 mg/L, 0.1247 mg/L dan 0.1139 mg/L. Sedangkan variasi waktu dan tegangan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kandungan logam dalam air lindi. Kadar Zn setelah dielektrolisis masing-masing pada 30 menit 0.0009 mg/L, 0.0007 mg/L dan 0.0006 mg/L, 45 menit ialah 0.0005 mg/L, 0.0006 mg/L dan 0.0006 mg/L dan 60 menit ialah .0004 mg/L, 0.0015 mg/L dan 0.0007 mg/L.Kata Kunci: penurunan, air lindi, kandungan logam, elektrolisis
Pengaruh Temperatur Terhadap COD, BOD dan VFA pada Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dalam Bioreaktor Anaerobik Yulius Sitama Lewar; Herawati Herawati; Abdul Kahar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Chemurgy-Desember 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i2.4588

Abstract

Limbah cair industri kelapa sawit yang paling utama adalah palm oil mill effluent (POME). POME dapatmerusak ekosistem perairan dan mengkontaminasi rantai makanan jika dibuang langsung ke saluranpembuangan tanpa diolah terlebih dahulu. Dalam limbah cair kelapa sawit terdapat beberapa komponenpenyusun diantaranya adalah Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), danVolatile Fatty Acid (VFA) yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas dalam suatu reaktor anaerobik.Perubahan terhadap kandungan yang terkandung dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) tersebutakan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah temperatur. Pada penelitian ini Temperatur yangdigunakan adalah temperatur ambient yaitu mengikuti temperatur lingkungan, temperatur 35˚C dantemperatur 45˚C, peningkatan temperatur bertujuan untuk mempercepat laju perombakan, sehinggamenghasilkan gas lebih optimal dan proses perombakan yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pengaruh Temperatur terhadap perubahan kadar COD, BOD, dan VFA yang terkandung dalamlimbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS). Adapun persentase removal BOD, COD yaitu sebesar 83,96 %,84,02% dan untuk VFA tertinggi terdapat pada temperatur 35˚C yaitu sebesar 9.912,45.Kata Kunci : POME, temperatur, bioreaktor anaerobik, biogas