Muhammad Busyairi
Universitas Mulawarman

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL BERBASIS MASYARAKAT KELURAHAN MASJID SAMARINDA SEBERANG Nada Quraini; Muhammad Busyairi; Fahrizal Adnan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i1.7231

Abstract

Pembangunan prasarana pengolahan limbah di Kota Samarinda dengan sistem IPAL komunal, dilakukan oleh PUPR Samarinda yang merupakan program dana alokasi khusus (DAK). IPAL komunal Ketupat RT.14 Kelurahan Masjid Samarinda Seberang yang beroperasi 2019 dengan sistem anaerobik dengan menggabungkan sistem anaerobic baffled reaktor dan anaerobik filter masih terdapat fungsi dari beberapa fasilitas belum berjalan optimal. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda yang dibandingkan dengan baku mutu PERMEN LHK No. P.68/2016 terdapat 3 parameter yang melebihi baku mutu yaitu TSS, BOD dan amonia. Penelitian ini bertujuan untuk efektifitas penyisihan, evaluasi aspek teknis (HRT, OLR dan Rasio BOD/COD), aspek operasional pemeliharaan dan kualitas efluen air limbah parameter TSS, COD, BOD, pH, dan amonia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan rumus efisiensi penyisihan, perbandingan baku mutu dan hasil studi literatur. Dilakukan pengujian air sampel, pengukuran debit, observasi IPAL dan wawancara pengurus. Hasil penelitian yang didapatkan ialah efisiensi penyisihan unit sedimentasi 91,9% TSS, 83,72% BOD, 88,6% COD dan 79% amonia diperoleh hasil melebihi kriteria desain, unit AF menyisihkan TSS 17,8%, COD 12,2%, dan BOD 9,5%, dan unit ABR menyisihkan TSS 12,2%, COD 30,1%, BOD 21,05% dan amonia 27,4% penyisihan unit masih rendah dan belum sesuai kriteria desain. Berdasarkan aspek teknis diperoleh hasil OLR dan rasio BOD/COD memenuhi kriteria desain, sedangkan HRT unit sedimentasi diperoleh 66 jam terjadi waktu tinggal yang berlebih, AF 22 jam belum sesuai kriteria desain 36–48 jam dan ABR 22 jam sesuai kriteria desain yaitu > 8 jam. Pemeliharaan dan operasional IPAL Komunal belum terdapat pengurus pemeliharaan dan belum sesuai dengan prosedur sehingga berpengaruh pada kinerja IPAL Komunal kurang optimal. Kualitas effluent IPAL komunal diperoleh nilai pH, COD, dan amonia sudah sesuai baku mutu sedangkan TSS diperoleh 77,5mg/L dan BOD 35mg/L masih melebihi baku mutu yaitu 30 mg/L.
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN TENGGARONG SEBERANG DIHUBUNGKAN DENGAN TINGKAT PENDAPATAN, PENDIDIKAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT Yunianto Setiawan; Muhammad Busyairi; Pursatul Faradillah
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.8327

Abstract

Keberagaman dan tingginya aktivitas mendorong manusia dalam memenuhi kebutuhan dan gaya hidup yang secara tidak langsung berhubungan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Di sisi lain permasalahan yang ditimbulkan meningkatkan potensi timbulan sampah yang dihasilkan seperti di Kecamatan Tenggarong Seberang. Pengetahuan dan pendidikan manusia selaku sumber utama sampah masih belum bisa melakukan pengolahan yang baik dan pemerintah juga belum menyediakan pelayanan yang mempuni dalam pengelolaan sampah. Sehingga perlu perencanaan khusus yang berhubungan dengan aspek pengelolaan sampah. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampah perumahan di Kecamatan Tenggarong Seberang yang mengacu pada SNI 19-3964-1994. Dilakukan survei persepsi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Analisis data menggunakan tabulasi serta pengujian menggunakan SPSS berupa pengujian ANOVA untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat terhadap timbulan dan pengujian dengan chi-square untuk hubungan tingkat pendidikan terhadap perilaku pengolahan sampah dalam masyarakat. Diperoleh timbulan sampah perumahan permanen sebanyak 0,51 kg/orang/hari, semi permanen 0,52 kg/orang/hari, dan non permanen sebanyak 0,44 kg/orang/hari. Volume yang dihasilkan permanen sebanyak 2,55 liter/orang/hari, semi permanen 2,4 liter/orang/hari, dan non permanen sebanyak 1,82 liter/orang/hari. Komposisi sampah paling banyak ialah kayu, organik, dan plastik. Sedangkan dari hasil uji ANOVA ternyata tidak berpengaruh pada pendapatan dan timbulan sampah serta dari hasil uji chi-square tingkat pendidikan tidak saling berpengaruh.
ANALISIS TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PERUMAHAN DAN NON PERUMAHAN WILAYAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (STUDI KASUS: KECAMATAN ANGGANA) M. Andrie Fahreza Rakhman; Muhammad Busyairi; Abdul Kahar
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v6i2.8109

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu permasalahan sampah. Frekuensi dan cakupan layanan persampahan yang terbatas di Kabupaten Kutai Kartanegara disebabkan oleh minimnya sarana-prasarana pengangkutan yang dimiliki. Adapun persentase sampah yang berserakan atau tidak terangkut disekitar lingkungan permukiman 45,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan dan komposisi sampah perumahan dan non-perumahan di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Objek penelitian berupa sampah dari sumber perumahan dan non perumahan. Dari hasil data tersebut, akan diketahui dampak potensi dari timbulan dan komposisi sampah yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan pengelolaan sampah yang tepat di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanagera. Hasil yang didapatkan ialah berat rata-rata timbulan sampah di Anggana per-jiwa sebesar 0,0573 kg/jiwa/hari serta volume rata-rata sebesar 0,00079 m3/jiwa/hari. Berdasarkan proyeksi potensi berat sampah per komposisi tahun 2021-2041 di wilayah Anggana, potensi berat sampah mengalami kenaikan, dikarenakan setiap tahun adanya kenaikan jumlah jiwa. potensi sampah yang dominan adalah sampah anorganik. Pada tahun 2021 dengan jumlah jiwa 51.392 jiwa potensi sampah yang dihasilkan oleh sampah anorganik sebesar 1.381,014 kg/hari dan pada tahun 2041 dengan jumlah jiwa 114.488 jiwa potensi anorganik sebesar 3.076,541 kg/hari. Berdasarkan hal tersebut, rekomendasi pengelolaan persampahan yang tepat untuk Kecamatan Anggana ialah pembentukkan bank sampah.
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MULTILAYER (MULTI-LAYERED PACKAGING) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PAVING BLOCK Rifqa Rahni; Muhammad Busyairi; Febrina Zulya
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14917

Abstract

Persentase sampah plastik yang tinggi akan menjadi ancaman bagi lingkungan karena sampah plastik bersifat non- biodegradable. Salah satu jenis sampah plastik yang sulit terurai adalah plastik yang dapat digunakan sebagai agregat beton untuk menghasilkan bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum sampah plastik multilayer yang dapat digunakan sebagai agregat dalam pembuatan paving block. Perbandingan semen dan agregat paving block berupa pasir dan cacahan sampah plastik multilayer yang digunakan adalah 1 : 3. Variasi komposisi sampah plastik multilayer pada penelitian ini adalah 0%, 0,3%, 0,4%, 0,5% dan 0,6% dari berat total paving block. Dilakukan pengamatan kondisi fisik paving block serta pengujian berupa kuat tekan dan penyerapan air. Komposisi optimum dalam pembuatan paving block adalah paving block R dengan komposisi 25% semen, 74,6% pasir, dan 0,4% sampah plastik multilayer. Paving block R memiliki sifat tampak dengan permukaan paving block rata, tidak cacat namun terdapat sedikit retakan horizontal pada salah satu sisi, bagian sudut dan rusuk paving block tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari tangan. Berdasarkan SNI 03- 0691-1996, kuat tekan paving block R termasuk dalam mutu B dengan kekuatan 17,5 Mpa dan termasuk dalam mutu C jika dilihat dari kemampuan penyerapan airnya yaitu sebesar 6,5%. Volume sampah plastik multilayer yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan paving block dengan komposisi optimum sebesar 0,4% ialah 240 cm3 atau seberat 0,22 kg/m2.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI IPA UNIT 1 CENDANA SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Erdita Cahya Kinanti; Edhi Sarwono; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23340

Abstract

IPA Unit 1 Cendana merupakan unit pengolahan air yang memiliki kapasitas sebesar 300 liter/detik. Produksi air bersih pada IPA Unit 1 Cendana memerlukan kinerja unit pengolahan secara maksimal dengan menggunakan bahan kimia dan energi listrik dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi sebagai kontributor dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Analisis dampak negatif suatu kegiatan ke lingkungan dapat dihitung menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak yang timbul dan hotspot pada proses pengolahan air bersih di IPA Unit 1 Cendana serta memberikan usulan rekomendasi berdasarkan hasil analisis LCA yang telah dilakukan. Analisis LCA menggunakan bantuan software OpenLCA 2.3.1 dengan metode pendekatan dampak yang digunakan adalah CML v4.8 2016. Hasil penelitian menunjukkan kategori dampak yang timbul adalah climate change sebesar 1,11978  10-9 Pt dengan hotspot yaitu unit reservoir sebesar 5,72134  108 kgCO2eq , eutrophication sebesar 7,30363  104 Pt dengan hotspot yaitu unit sedimentasi sebesar 13.070,6 kgPO₄eq, dan photochemical oxidant formation sebesar 55,47133 Pt dengan hotspot yaitu unit desinfeksi sebesar 4,86292 kg ethylene-eq. Langkah mitigasi yang untuk meminimalisir dampak negatif climate change yaitu dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Langkah mitigasi dampak eutrophication adalah dengan menambahkan feri-sulfat, pemanfaatan teknologi sistem bioelektrokimia (BES), dan bioreaktor membran osmotik (OMBR). Langkah mitigasi kategori dampak photochemical oxidant formation adalah penggunaan desinfektan alternatif seperti kloramin, peningkatan koagulasi, penggunaan alat prediksi berbasis komputer, dan pre-treatment elektrodialisis yang dilanjut dengan iradiasi vakum UV (VUV).
PENGARUH KOMPOSISI KETEBALAN MEDIA DAN KECEPATAN ALIRAN PADA REAKTOR BIOSAND FILTER DALAM PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN Juliana Azizah Zharifah; Ika Meicahayanti; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14306

Abstract

Penggunaan biosand filter dapat menjadi solusi untuk permasalahan ketersediaan air di wilayah Makroman Samarinda. Pada teknologi filter ini, air baku dialirkan melalui media pasir dengan kecepatan lambat. Komposisi media dan kecepatan aliran merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja biosand filter, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap biosand filter yang digunakan untuk mengolah air permukaan. Terdapat dua reaktor biosand filter dengan panjang 30 cm, lebar 30 cm, tinggi 120 cm, dan ketebalan media 80 cm. Komposisi media yang digunakan pasir halus; pasir kasar; dan kerikil, yaitu 60; 10; 10 cm (Reaktor 1) dan 50; 15; 15 cm (Reaktor 2). Alat dijalankan dengan variasi kecepatan 0,1 dan 0,4 m/jam. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan waktu kontak yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran filter, dimana pada kecepatan aliran 0,1 m/jam dilakukan setiap 8 jam, sedangkan pada kecepatan aliran 0,4 m/jam dilakukan setiap 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media dan kecepatan aliran berpengaruh terhadap kinerja biosand filter. Media pasir halus yang lebih tebal memberikan hasil yang lebih baik karena semakin lambat kecepatan aliran yang terjadi sehingga proses penyaringan polutan pada media semakin lama. Biosand filter mampu menyisihkan kadar pencemar dengan penurunan optimum sebesar 97,56% pada parameter kekeruhan; 94,39% pada parameter TSS; 9,09% pada parameter TDS; dan 58,06% pada parameter zat organik (KMnO4).
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA BANJARBARU DENGAN STATUS BARU SEBAGAI IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Said Umar; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.13669

Abstract

Penetapan Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang sebelumnya adalah Kota Banjarmasin termuat dalam Undang - Undang Nomor 8 Tahun 2022. Perubahan status Kota Banjarbaru tersebut dapat dipastikan diiringi dengan pembangunan wilayah serta urbanisasi akan meningkat dari sebelumnya. Salah satu dari dampak perubahan status yang perlu dipersiapkan adalah jaminan ketersediaan air bersih yang cukup, layak dan aman. Studi ini dilakukan di Kota Banjarbaru, metode penelitian menggunakan metode kuantitatif yang berupa perhitungan jumlah penduduk di masa yang akan datang dengan menghubungkan data penduduk tahun sebelumnya untuk menghitung perkiraan jumlah kebutuhan debit air bersih di masa mendatang. Hasil perhitungan proyeksi penduduk Kota Banjarbaru pada tahun 2036 jumlah penduduk Kota Banjarbaru 272.591 Jiwa, sehingga Kota Banjarbaru memerlukan kuantitas air rata-rata 672 liter/detik setara dengan 0,672 m3/detik untuk memenuhi  target cakupan pelayanan 100 % masyarakat Kota Banjarbaru
PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sariyadi Sariyadi; Edhi Sarwono; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.8522

Abstract

Jumlah penduduk Kecamatan Anggana pada tahun 2018 sebanyak 45.710 jiwa, jumlah penduduk ini akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Anggana adalah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R atau dikenal dengan Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu. TPST yang akan dibangun harus berada di lokasi bebas banjir dan berada di pinggir jalan lokal. Pada penyelenggaraan TPST akan diarahkan dengan menggunakan konsep 3R dimana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya pada skala komunal atau kawasan, untuk mengurangi beban sampah yang harus diolah secara langsung di TPA, dimana sampah organik akan diproses menjadi kompos, dan sampah non organik disalurkan ke pihak ketiga yang kemudian akan dilakukan proses daur ulang, sedangkan sampah yang akan dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang berupa popok bayi, pembalut wanita dan sterofoam, dan juga sampah yang tidak layak kompos. Direncanakan rancangan TPST ini akan mengelola sampah sebanyak 20.211,113 kg/hari dan juga volume sebesar 293,638 m3/hari dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun TPST direncanakan sebesar Rp 14.301.992.110 (Empat Belas Milyar Tiga Ratus Satu Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Seratus Sepuluh Rupiah).